Album Reviews

Thirteen – Aksi

Menanggung beban yang lebih berat dari kesuksesan segala sesuatu yang terdahulu adalah nyata adanya. Seperti sekuel terhadap “film” pertama, Between The Buried and Me pasca album Colors, Barasuara setelah kesuksesan Taifun dan yang lainnya. Semua yang terlibat dalam pembuatan karya terdahulu yang lebih bagus pasti akan memutar otak bagaimana bertanggung jawab pada karya selanjutnya. Banyak langkah yang dapat diambil. Contohnya seperti Bring Me The Horizon di tiap eksplorasi albumnya yang berusaha semakin mainstream tetapi “berusaha” untuk tidak menghilangkan benang merahnya. Perkembangan mereka dapat dilacak dari album “Count Your Blessing” sampai “AMO” yang baru diluncurkan kemarin. Meskipun “dibilang” semakin sellout dan jomplang tetapi kesuksesan mereka bisa dilihat dari banyaknya hujatan. Toh, penggemarnya tidak pergi kemana-mana dan makin bertambah. Dari segi musilakitas,

Read More »

Cloudburst – S/T

“Dalam setiap film gelut, mulai dari yang bergenre wu xia, sampai yang bergenre gelut jalanan, selalu ditemukan narasi bahwa suatu hari terdapat seorang murid yang sukses menyamai kemampuan gurunya.” Pai Mei terlihat mengarahkan pandangan menyepelekan kepada seorang perempuan berambut pirang yang berlutut di hadapannya. Sesaat setelah si perempuan itu memohon kepadanya untuk diangkat menjadi murid, ia tidak dapat memberikan balasan apapun selain pandangan menyepelekan. Ia memerintahkan pada si perempuan untuk memilih senjatanya dan menghadapinya dengan segenap kemampuan. Si perempuan pontang-panting bahkan hampir mati. Ia dipaksa untuk memohon dengan merendahkan diri untuk diangkat menjadi muridnya. Setelah menjalani latihan fisik yang berat. Jurus mematikan pertama yang diperlihatkan Pai Mei kepadanya adalah pukulan satu inci. Pukulan tersebut dikatakannya merupakan jurus yang sangat esensial

Read More »

Hands Upon Salvation – Heresy

“Hands Upon Salvation merilis Heresy pada waktu yang tepat dimana narasi arus utama Hardcore Beatdown mulai runtuh perlahan dengan tidak meninggalkan satupun album esensial” Dalam setiap hal semuanya terbagi dalam dua narasi: Mayoritas-Minoritas, Arus Utama-Arus Pinggir. Keadaan kontemporer kehidupan kita membuktikan premis tersebut. Mari saya ambilkan contoh melalui dua hal: kepercayaan dan musik. Dalam narasi kepercayaan selalu terdapat sematan kepercayaan mayoritas. Ia berdampingan dengan kepercayaan minoritas. Sedangkan dalam musik pembagian narasi tersebut bekerja membuat musik terbagi dalam istilah mainstream dan cutting edge. Pembagian narasi menghasilkan predikat kafir dan penebar bid’ah bagi tiap-tiap hal yang berada di luar mayoritas atau arus utama. Dalam ranah cutting edge yang sebenarnya sudah merupakan hal minoritas, narasi pembagian tersebut pada kenyataannya masih bekerja. Album dalam

Read More »

Grrrl Gang – Not Sad, Not Fulfilled

Pertengahan oktober kemarin, saya menjadi saksi sebuah kebangkitan kembali Kebon Kopi yang akhirnya kembali menjadi tempat diselenggarakannya gig skala kecil namun panas dan intim. Setelah berpindah dua kali, akhirnya tempat terakhir di jalan Hr. Boenyamin ini cukup memberikan gambaran bagaimana Kebon Kopi dahulu sekitar tahun 2007-2010 menjadi sarana gig music, pameran, serta workshop lintas komunitas saat masih di Jatiwinangun. Rangkaian tour Not Sad, Not Fulfilled dari Grrrl Gang adalah yang pertama dari sekian banyak agenda panggung di era kebangkitan Kebon Kopi. Jika sekiranya anda hadir dalam gig tersebut, niscaya itulah gambaran dari bagaimana serunya gig kecil lintas genre music di Kebon Kopi dahulu. Saya sendiri terlalu asyik dan terhanyut dalam suasana yang ada serta akibat beberapa tenggak stimulan otak hasil

Read More »

Goddess Of Fate – Spiral Orchard Pt. I

“Dalam setiap kritik tidak ada satupun situs agregator yang secara bulat memberikan nilai 100. Ada banyak hal yang dimunculkan untuk dijadikan faktor pengurang bahkan untuk karya yang begitu baiknya.” Setelah merilis A Reversal Of Civilization pada tahun 2011, Goddess Of Fate, yang selanjutnya dalam tulisan ini akan disingkat menjadi GOF, memutuskan untuk berhiatus untuk waktu yang tidak ditentukan. Keputusan itu tidak benar-benar menghentikan proses kreatif dari para personelnya. Karena ketika berhiatus, mereka tetap membuat beberapa projek serius seperti Cloudburst. Pada akhir 2017 dalam sebuah tautan facebook, mereka memutuskan untuk memutus hiatus mereka melalui sebuah pernyataan tegas: single yang berjudul “The String’s Eclipse”. Pernyataan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan GOF, mereka bangkit kembali dan mengoperasikan metode baru untuk memaknai kata progressive. Pernyataan mereka

Read More »

“Hello Kittie’s Spank” – Lefty Fish

“Beberapa tahun lalu di setiap gigs saya hampir pasti berpapasan atau bertegur sapa dengan seseorang yang mengenakan kaos blonde, alias sablon dewe, “as i said before, i never repeated myself”. Ia tak hanya menempelkan jargon tersebut pada kaosnya, tapi pada gitar rakitannya. Dan lebih dalam, pada metodenya bertahan untuk terus band-bandan.”   Saat Lefty Fish merilis kegilaan melalui mini album pertamanya, “You, Fish!” banyak yang menyangka sekaligus menilai bahwa rilisan tersebut merupakan proyek eskapisme belaka. Penilaian tersebut merupakan hal yang wajar, sebab para penikmat metal di tanah air terlanjur akrab dengan Halim, si gitaris, sebagai orang yang tidak bisa lepas dengan spesies langka bernama Cranial Incisored. Sejak merilis “Lipan Kinetic” Cranial Incisored menghabiskan waktunya dengan promo album dan, kalau tidak

Read More »

“She Is Actually A Lot More Expressive, Why Don’t You Search For Her?” – The Verlived Orchestra

“Judge an album by it’s cover” adalah pedoman saya dalam membeli sebuah rilisan fisik. Gagasan itu awalnya dilontarkan oleh teman saya yang berpendapat bahwa keseriusan seseorang dalam membuat sebuah album berbanding lurus dengan pembuatan kovernya. Dan sungguh, berdasarkan pedoman tersebut baru pernah satu kali saya ambyar ketika membeli album. Selebihnya, ekspektasi tersebut selalu terbayarkan dengan pedoman tersebut apalagi saat membeli rilisan fisik dengan metode “random picking”. Metode yang masih sering dilakukan ini berbanding lurus dengan kemalasan dalam belanja “online”. Jadilah, saya hanya menunggu stok terbaru dari heartcorner records atau demajors purwokerto, lalu membeli album yang covernya menarik mata. Album yang akan saya review kali ini adalah “she is actually a lot more expressive, why don’t you search for her” dari

Read More »

“Berbagi Kamar” – Rekah

Perkenalan pertama kali saya dengan Rekah terjadi bulan Agustus 2017. Twitter merupakan platform yang berjasa menjembatani saya untuk mengetahui lebih lanjut tentang mereka. Berawal dari cuitan ulang salah seorang warganet twitter yang berisikan tautan youtube, rasa penasaran saya muncul karena thumbnail dari cuitan tersebut sangat menarik; sebuah video klip dari band bernama Rekah yang berjudul Tentang Badai/Belajar Tenggelam berhasil mencuri 12 menit waktu hidup saya untuk menontonnya. Dari situ saya mencoba mencari tahu band seperti apa Rekah itu. Dengan modal koneksi internet, saya mengetahui bahwa Rekah merupakan sebuah kolektif yang dibentuk pada tahun 2014 dan telah merilis dua single “Untuk Gadis yang Selalu Memakai Malam” dan “Belajar Tenggelam” dan satu EP yang diberi judul “Berbagi Kamar”. Keduanya dirilis oleh Royal

Read More »

Energy Nuclear – All Humans Are Weird

Saluran MTV pada tahun 2004-2006 kerap menampilkan video-video musik emo versi mereka. Repetisi tersebut menciptakan gelombang tren Emo-MTV . Cirinya, mereka tampil seragam dengan fashion rambut poni lempar dan memainkan musik rock dengan balutan nyanyian merdu dan vokal “scream”. Namun, jika diperhatikan lebih jauh dari gelombang tersebut, ada satu band yang, walaupun menganut fashion yang hampir sama dengan kebanyakan, memiliki direksi musik yang berbeda dibandingkan dengan yang lain. Band tersebut adalah The Fall Of Troy. Mereka selalu bereksplorasi habis-habisan pada tiap rilisan. Eksplorasi tersebut membawa mereka hingga akhirnya mantap di ranah yang disebut sebagai musik progresif/math. Pencapaian tersebut terlihat jelas pada album Panthom on The Horizon. Pencapaian orisinil mereka dan membuat banyak pendengar memberikan perhatian lebih pada mereka dibanding band

Read More »

“DESTINATION” – SOULROOTS

Berkah akhir tahun rupanya masih belum berhenti untuk saya. Secara sengaja atau tidak, saya diberi kesempatan untuk mengulas sebuah album berjudul DESTINATION milik Soulroots, sebuah unit rap yang berdomisili di yogyakarta. Saya selalu memiliki ingatan yang menarik tentang kota Yogyakarta. Beberapa unit rap dari sana memiliki kesan yang tidak bisa saya lupakan. Sebut saja NOK 37 dengan formasi Gorilla Hitam, Paws, Rotten maupun Dirty Connection dengan Ibnu yang sempat mengisi acara pada tahun 2010 di purwokerto. Tak lupa Hillarius dari bloccalitto yang meninggalkan sisa rakab-rakab daun surga berjari lima. Waktu itu Bloccalito belum se-hits sekarang, dan memang waktu itu Bloccalitto tidak dalam formasi lengkap. Jadi kesempatan mengisi acara hanya diberikan pada NOK 37 dan Dirty Connection. Kali ini, saya akan

Read More »

Thirteen – Aksi

Menanggung beban yang lebih berat dari kesuksesan segala sesuatu yang terdahulu adalah nyata adanya. Seperti sekuel terhadap “film” pertama, Between The Buried and Me pasca album Colors, Barasuara setelah kesuksesan Taifun dan yang lainnya. Semua yang terlibat dalam pembuatan karya terdahulu yang lebih bagus pasti akan memutar otak bagaimana bertanggung

Read More »

Cloudburst – S/T

“Dalam setiap film gelut, mulai dari yang bergenre wu xia, sampai yang bergenre gelut jalanan, selalu ditemukan narasi bahwa suatu hari terdapat seorang murid yang sukses menyamai kemampuan gurunya.” Pai Mei terlihat mengarahkan pandangan menyepelekan kepada seorang perempuan berambut pirang yang berlutut di hadapannya. Sesaat setelah si perempuan itu memohon

Read More »

Hands Upon Salvation – Heresy

“Hands Upon Salvation merilis Heresy pada waktu yang tepat dimana narasi arus utama Hardcore Beatdown mulai runtuh perlahan dengan tidak meninggalkan satupun album esensial” Dalam setiap hal semuanya terbagi dalam dua narasi: Mayoritas-Minoritas, Arus Utama-Arus Pinggir. Keadaan kontemporer kehidupan kita membuktikan premis tersebut. Mari saya ambilkan contoh melalui dua hal:

Read More »

Grrrl Gang – Not Sad, Not Fulfilled

Pertengahan oktober kemarin, saya menjadi saksi sebuah kebangkitan kembali Kebon Kopi yang akhirnya kembali menjadi tempat diselenggarakannya gig skala kecil namun panas dan intim. Setelah berpindah dua kali, akhirnya tempat terakhir di jalan Hr. Boenyamin ini cukup memberikan gambaran bagaimana Kebon Kopi dahulu sekitar tahun 2007-2010 menjadi sarana gig music,

Read More »

Goddess Of Fate – Spiral Orchard Pt. I

“Dalam setiap kritik tidak ada satupun situs agregator yang secara bulat memberikan nilai 100. Ada banyak hal yang dimunculkan untuk dijadikan faktor pengurang bahkan untuk karya yang begitu baiknya.” Setelah merilis A Reversal Of Civilization pada tahun 2011, Goddess Of Fate, yang selanjutnya dalam tulisan ini akan disingkat menjadi GOF,

Read More »

“Hello Kittie’s Spank” – Lefty Fish

“Beberapa tahun lalu di setiap gigs saya hampir pasti berpapasan atau bertegur sapa dengan seseorang yang mengenakan kaos blonde, alias sablon dewe, “as i said before, i never repeated myself”. Ia tak hanya menempelkan jargon tersebut pada kaosnya, tapi pada gitar rakitannya. Dan lebih dalam, pada metodenya bertahan untuk terus

Read More »

“Berbagi Kamar” – Rekah

Perkenalan pertama kali saya dengan Rekah terjadi bulan Agustus 2017. Twitter merupakan platform yang berjasa menjembatani saya untuk mengetahui lebih lanjut tentang mereka. Berawal dari cuitan ulang salah seorang warganet twitter yang berisikan tautan youtube, rasa penasaran saya muncul karena thumbnail dari cuitan tersebut sangat menarik; sebuah video klip dari

Read More »

Energy Nuclear – All Humans Are Weird

Saluran MTV pada tahun 2004-2006 kerap menampilkan video-video musik emo versi mereka. Repetisi tersebut menciptakan gelombang tren Emo-MTV . Cirinya, mereka tampil seragam dengan fashion rambut poni lempar dan memainkan musik rock dengan balutan nyanyian merdu dan vokal “scream”. Namun, jika diperhatikan lebih jauh dari gelombang tersebut, ada satu band

Read More »

“DESTINATION” – SOULROOTS

Berkah akhir tahun rupanya masih belum berhenti untuk saya. Secara sengaja atau tidak, saya diberi kesempatan untuk mengulas sebuah album berjudul DESTINATION milik Soulroots, sebuah unit rap yang berdomisili di yogyakarta. Saya selalu memiliki ingatan yang menarik tentang kota Yogyakarta. Beberapa unit rap dari sana memiliki kesan yang tidak bisa

Read More »