Unit pop asal Medan, Circle Path, resmi melepas album studio perdana mereka yang bertajuk The Annual Party. Dirilis secara independen di berbagai platform digital, album ini menjadi akumulasi perjalanan musik Vindy Adeliesta (vokal), Khairiza Hafiz (bass), dan Baasith Al-Farabi (drum) setelah lima tahun bergerak di lanskap pop alternatif.
The Annual Party berisi sembilan trek, termasuk nomor yang telah dirilis sebelumnya seperti “Take This As A Joke” (2024) dan “False Expectations” (2026). Album ini menyusul mini album Unstable Hearts yang mereka rilis pada 2022 silam.
Secara tematik, album ini merefleksikan transisi universal dari masa remaja menuju kedewasaan. Circle Path menangkap momen-momen harian seperti pertemuan di koridor kelas, suasana malam prom, pesta ulang tahun, hingga perpisahan karena perbedaan kota tujuan hidup. Tajuk The Annual Party dipilih karena kisah-kisah tersebut dianggap sebagai siklus rutin yang dialami remaja setiap tahunnya.
“Album ini menceritakan tentang keseruan kami pada masa remaja, tentang percintaan di masa sekolah dan momen bersama teman-teman yang tak terlupakan. Kami merasa album ini cocok untuk orang-orang yang selalu mengenang masa remaja mereka, orang-orang yang masih ingin bersenang-senang dengan hidupnya tetapi menyadari bahwa mereka akan terus bertumbuh dan mulai menghadapi kenyataan hidup sebagai orang yang beranjak dewasa,” ungkap Vindy.
Secara sonik, Circle Path mengeksplorasi warna pop yang lebih luas. Meski aransemennya terdengar energik dan ceria di permukaan, terdapat lapisan melankoli dan nostalgia yang kuat dalam lirik-liriknya. Pada proses produksinya, mereka juga keluar dari batasan instrumen yang biasa mereka gunakan.
“Dalam proses rekaman album ini, kami mulai menemukan warna suara kami. Hal yang paling membedakan adalah kami tidak membatasi pemilihan sound yang terbatas pada teenage pop/indie pop semata. Kami cukup mengeksplorasi pemilihan sound dan instrumen yang belum pernah kami gunakan sebelumnya,” jelas Khairiza.
Eksplorasi ini juga didukung oleh kolaborasi dengan sejumlah nama seperti LUHVEE pada lagu “A Hundred Japanese Gardens” dan ALYSSA dalam trek “staystaystay“. Selain itu, keterlibatan musisi seperti Hang Lekiu Said, Raisya Aqila (Grass Park), Azizah Latifa Farsha, hingga Daffa Haris turut memperkaya dimensi musikal album ini.
Melalui The Annual Party, Circle Path mencoba menyampaikan bahwa setiap momen perayaan tahunan—mulai dari kelulusan hingga ulang tahun yang memiliki makna mendalam di balik kesederhanaannya.





