
Atlesta – Sincerely Forever
Sudah 1 dekade lebih sejak orang mulai “mewajarkan” hadirnya solois pria di jalur independent. Saat itu Tulus muncul dengan Self-titled albumnya. Paling tidak begitulah menurut sudut pandang saya saat pertama kali mendengar namanya saat Joe (Terapi Urine) berkata “…bentar ya, baru kelar latihan sama Tulus” sewaktu saya mengajaknya bertemu kala sedang mengunjungi orang tua di Bandung. Di situlah saya yang sudah jelas seorang poser dibukakan matanya bahwa jalur independent bisa sefleksibel itu entah mau band, duo atau solo, pria maupun wanita apapun formatnya. Pada kisaran 2017-2019 gelombang solois pria sedang menjamur. Setidaknya begitulah penuturan Dewan Pembina Komunitas Yth. Rahadian Descond dari pengalamannya menjadi mitra driver online dimana beliau sepanjang berkendara ditemani radio yang memutarkan lagu-lagu solois pria yang tidak berasal













