
“Sore: Istri dari Masa Depan”: Mengejar Cakrawala yang Selamanya Surut
PROLOG Ulasan ini ditulis tepat sepekan setelah saya menonton ‘Sore: istri dari masa depan’. Ya, saya menonton film tersebut di hari pertama penayangan dan di jam pertama film tersebut ditayangkan di bioskop kota ini, ‘Rajawali Cinema’. Gairah untuk menonton pada putaran pertamanya tidak lain karena ketokohan Yandy Laurens, sang Sutradara. Hal tersebut sebenarnya cukup menakutkan bagi saya. Timbul kekhawatiran terjebak atas kekaguman terhadap seorang pengkarya ketika akan menyaksikan karyanya. Tapi saat saya menghabiskan film ini di menit-menit terakhirnya, bahkan saya lupa sejenak tentang genetisme film ini. ‘Sore: Istri dari Masa Depan’, melalui satu kali pengalaman menonton menceritakan tentang protagonis perempuan bernama ‘Sore’, yang datang dari masa depan. Ia mengunjungi ‘Jonathan’, suaminya, di masa ketika mereka bahkan belum saling mengenal. Sore













