Grrl gang Not Sad, Not Fulfilled Tour : Gejolak Cinta Kawula Muda


Menyaksikan pertumbuhan skena musik Purwokerto adalah hal menyenangkan. 8 tahun mengikuti geliat musik, dan 5 tahun diantaranya ikut terlibat sebagai pengisi dan mengelola sebuah gigs. Sabtu lalu pun, selain ditunjuk oleh junjungan inde keple Purwokerto, Kemal, saya beruntung bisa menyaksikan band band muda yang menghadirkan kesegaran musik di Purwokerto. Selain menghadirkan sebwah kese666aran, band band baru ini juga mengisi kekosongan dari sepinya band baru dan fenomena bubarnya band satu-persatu.

Sejak dimulainya gigs malam itu, atmosfir di stage sudah menunjukan malam itu akan terjadi sesuatu di luar kendali, Bassat alias Ateng yang ditunjuk sebagai MC sudah menunjukan sifat amoral sedari awal. Sambil menunggu lantai dansa penuh, penampilan pertama dibuka oleh Magpie. Band ini cukup membuat penonton yang masih belum terlalu banyak untuk ikut menyanyikan 2 lagu yang mereka cover. Selain itu sound kasar yang mereka berikan membuat adrenalin penonton yang awalnya hanya mengangguk dan menyanyi pelan mulai maju ke depan panggung.

Sebelum Odik mulai bergabung bersama ateng dan menjadi duo MC amoral, penampilan selanjutnya adalah Reservoimeer1985 yang membawakan lagu lagu pop namun penuh dengan power. Band ini berhasil memaksa penonton untuk mulai mendekat meskipun belum terlalu berdesakan. Apalagi, penonton lain juga mulai berdatangan ke kopi kebon.

Paska Reservoimeer1985 selesai, moment amoral yang sebarnya pun dimulai. Alcohol yang bersliweran di pinggiran panggung, kini mulai terdistribusikan sampai ketengah tengah arena dansa. Zul Muchasin sebagai penampil selanjutnya telah bersiap.

Ada pembahasan yang menarik tentang Zul yang baru mulai meramaikan skena music Purwokerto. Cah Balingga yang menetap di Jakarta dan mesti bolak balik untuk mengisi acara dari kolektif keple ini cukup membuat perubahan. Perubahan yang saya maksud adalah, gigs yang mulai bau bau tidak jelas, mulai berubah menjadi wangi. Saya pikir fakta ini cukup sebagai alasan bagi Zul untuk pulang dan meninggalkan Jakarta.

Untuk beberapa alasan lain, gigs keple ini berubah makin menyenangkan. 56789things adalah kunci bagi hati yang kering. Apalagi ketika Dek Alfe mulai menyanyi dengan enerjik dan menampilkan gimik-gimik lucu nan menggemaskan. Kelucuan ini lah yang membuat Dek Alfe selalu menjadi bahan pertanyaan setiap kali saya bertemu dengan teman teman yang hanya menyaksikan 56789things melalui laman istagram heartcorner.

Oxford Comma dari bandung mengisi kekosongan panggung setelah penampilan 56789things. Penonton yang dari tadi sudah mulai dipaksa menggoyangkan badannya dan bernyanyi, harus meneruskannya. Sebagaimana sound system yang sedari tadi dipaksa sampai pada volume maksimal agar bias terdengar sampai barisan paling belakang. Lagi lagi alcohol yang berseliweran mampir ketangan saya dan harus segera dihabiskan sebelum pesta sampai kepada puncaknya. Malam semakin larut, penonton semakin banyak, dan gejolak cinta semakin membara.

Space Cubs sedikit meredakan keliaran. Meskipun tidak terlalu banyak berubah, band ini juga menjadi pergunjingan beberapa kawan yang datang ke gigs malam itu. Mereka tidak pernah mengira akan ada band semacam Space Cubs di kota ini.

Sweet After Tears juga tidak kalah hebat dengan pengisi sebelumnya. Meskipun ampli gitar telah gugur satu, itu tidak menjadi halangan mereka untuk tetap memanaskan gigs. Saat mereka sedang membawakan lagu satu-demi satu, tangan saya sedang membuka ampli yang jebol agar supaya lekas bisa digunakan.

Dan inilah puncaknya. Penonton semakin rapat, dan bau alcohol semakin tercium bersama dengan bau-bau lainnya. Sebelum membawakan lagu pertama, satu ampli kembali jebol. Kali ini keadaaan semakin runyam di kepala saya. Bagaimana tidak, saya yang tidak memiliki kecakapan dalam hal servis ampli kilat harus mulai mencari siasat bersama soundman dari Grrrl gang.

Setelah segala permasalahan bisa diatasi, dua MC amoral mempersilahkan Grrl gang untuk memanaskan suasana dan penonton seketika pecah hanya dengan lagu pertama. Stage diving, sing along, dan moshing mulai intens di barisan paling depan sedang baris tengah dan belakang terdengar penonton yang ikut bernyanyi sambil tetap bertukar gelas. Malam itu Kiki yang baru saja dipecat dari pekerjaannya diajak untuk bernyanyi bersama, begitu juga Dek Alfe yang turut bernyanyi bersama Grrl gang.

Malam itu, gigs yang dipenuhi oleh anak muda mulai menunjukan sisi-sisi keliarannya. Semua pengisi acara ini berhasil mengajak penonton untuk membebaskan dirinya, dan Grrl gang juga sukses mengajak kita untuk moshing diatas kisah cinta dan segala problematikanya. Maka gigs dalam rangka tour album Grrl gang, anak muda adalah jawaranya, sedang yang tua hanya menikmati sambil mabuk di atas penderitaannya. (ZAK)

Previous Bagaimana Skena Saya Memandang CPNS Tempo Hari
Next Goddess Of Fate - Spiral Orchard Pt. I