News

Eksplorasi Kosmik dan Garis Waktu Abstrak dalam Debut Megasnake, “Tangerine”

Unit psychedelic rock asal Surabaya, Megasnake, resmi menandai langkah perdana mereka di industri musik dengan melepas album penuh bertajuk Tangerine pada 3 April 2026. Dirilis di bawah naungan Siderise Records, album ini sudah tersedia dan dapat diakses melalui berbagai platform musik digital. Band yang terbentuk pada tahun 2022 ini digawangi oleh Malizar Heruroso (Bass/Vokal), Irvan Aditya (Gitar), dan Rizal Wahyu alias Iwak (Drum). Melalui Tangerine, Megasnake mencoba memperluas jangkauan pendengar mereka dengan menawarkan konsep musik yang berani dan eksploratif. Secara tematik, album ini mengambil benang merah mengenai konsep “awal dan akhir”. Lagu berjudul “Tangerine” yang juga menjadi tajuk album, merepresentasikan sebuah ledakan berskala kosmik yang menandakan akhir dari sebuah perjalanan sekaligus titik dimulainya babak baru. Narasi dalam album yang berisi

Read More »

Lawan Ambisi Kekuasaan, Unit Hardcore Bekasi TRUEFEAR Lepas Single “Dirty Way”

Geliat musik keras di Kota Bekasi kembali memanas dengan hadirnya TRUEFEAR. Unit Hardcore yang digawangi oleh empat personel ini resmi meluncurkan single pembuka sebagai bentuk respons mereka terhadap karut-marut situasi global saat ini, terutama di tengah isu Perang Dunia ke-3 yang kian santer diperbincangkan. Melalui single bertajuk “Dirty Way“, TRUEFEAR mencoba menyuguhkan sudut pandang kritis terhadap ambisi kekuasaan yang tidak pernah menemui titik puas. Sang vokalis, Val Kinan, memberikan kisi-kisi mengenai narasi di balik liriknya. “Lewat lagu ini kita coba kasih tanggapan tentang apa yang terjadi sihh, Perang yang gak pernah tuntas dan Ambisi kekuasaan yang gak pernah cukup, Gue juga bingung kenapa sih orang orang itu pada serakah banget, haus banget sama kekuasaan, padahal kayanya hidup elite global itu

Read More »

Kraken Merangkum Kekacauan Zaman dalam Album “Kaliyuga”

Unit metal asal Bogor, Kraken, resmi merilis album penuh kedua mereka yang diberi tajuk Kaliyuga. Album ini merupakan sebuah narasi besar yang merangkum tema kebangkitan, kemarahan, hingga bentuk perlawanan terhadap penindasan di tengah realitas sosial yang semakin kompleks. Lagu “Awakening” dipilih sebagai pembuka untuk memperkenalkan karakter musik Kraken yang tegas, agresif, dan sarat distorsi. Dari titik ini, Kraken mulai membangun fase kesadaran pendengar yang kemudian dikembangkan menjadi potret konflik batin serta brutalitas sosial melalui lagu “Fatamorgana“. Secara harfiah, judul Kaliyuga merefleksikan kondisi zaman yang ditandai oleh kemunduran etika dan moral. Di tengah situasi tersebut, lagu “Kalam Menikam” hadir menggambarkan semangat untuk tetap bertahan dan bangkit dari keterpurukan serta tekanan yang terus datang bertubi-tubi. Aspek kritis Kraken terhadap kekuasaan dan praktik

Read More »

Rayakan EP ‘It Must Be Nice’, Tsupablo Bawa Energi Hardcore ke Dalam Kampus

Memasuki era informasi dan penyerapan budaya yang begitu cepat, lingkup akademis berkembang menawarkan hal-hal yang tak sebatas kegiatan belajar-mengajar formal semata. Ragam kegiatan kreatif dihadirkan untuk menjaga arus dinamika tumbuh kembang warga sekitar. Salah satu bentuk yang bisa kita lihat tempo hari, pada Sabtu (4/4), atmosfer kampus Telkom University mendadak memanas berkat rekan-rekan Volume.Idn yang sukses menggelar perhelatan bertajuk “BLESS FROM GOD: IT MUST BE NICE RELEASE PARTY”. Acara ini bukan sekadar panggung musik biasa, melainkan sebuah selebrasi atas lahirnya EP terbaru dari unit hardcore yang juga lahir dan aktif pada kolektif yang ada di kampus tersebut, Tsupablo. Lebih dari Sekadar Gigs Membawa semangat underground movement ke area kampus, perhelatan ini hadir dengan paket lengkap. Tidak hanya urusan distorsi, pengunjung

Read More »

Menenun Intimasi di Atiga: Catatan dari Vakansi Studio bersama White Shoes and The Couples Company

JAKARTA – Di balik pagar sebuah bangunan bernama Atiga di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, waktu seolah bergerak lebih lambat pada Minggu (5/4) lalu. Hari itu, unit pop retro kebanggaan Indonesia, White Shoes and The Couples Company (WSATCC), kembali menggelar hajatan open studio, yakni sebuah tradisi open house sekaligus halal bihalal yang kini telah menginjak edisi kelima sejak mereka menetap di sana pada 2018. Atiga bukan sekadar bangunan studio yang kaku dan normatif. Ia adalah ekosistem kreatif yang hidup. Di sana, WSATCC membangun hidup dan berbagi nafas dengan ruang kreatif lainnya: mulai dari aromatik dapur Warpopski, hingga ketajaman visual dari biro arsitek Svaloka dan pppooolll. Riuh Rendah Sunday Market Acara dibuka oleh Indra Ameng, manajer WSATCC yang juga sosok sentral di

Read More »

Tsupablo Debut dengan “It’s Must Be Nice”, Eksplorasi Hardcore Sarat Emosi dan Ego

Unit hardcore asal Purwokerto, Tsupablo, resmi merilis mini album perdana mereka bertajuk “It’s Must Be Nice” pada 19 Maret 2026. EP ini hadir sebagai refleksi atas kekecewaan yang mendalam tentang bagaimana ego manusia kerap mengambil alih, mengaburkan arah yang semestinya lurus, hingga berujung pada penyesalan yang sebenarnya bisa dihindari. Materi dalam EP ini mengangkat berbagai bentuk kelalaian serta keputusan impulsif yang sering dibenarkan dengan dalih “hidup hanya satu kali”. Dari sana, muncul dorongan untuk terus mencoba hal-hal tanpa batas, yang justru berujung pada kehilangan arah dan kegelisahan yang berkepanjangan. Perjalanan Tsupablo bermula dari lingkungan kampus Telkom University Purwokerto, ketika Raga mengajak Yurico untuk membentuk proyek band hardcore. Tak lama kemudian, Sheva, adik tingkat Raga di jurusan DKV bergabung dan membawa

Read More »

Cantya Afra Kembali dengan “Some Days”, Single Pop Hangat tentang Menerima Hari yang Tak Selalu Cerah

Setelah memperkenalkan dirinya lewat single debut “Haven” pada 2025, penyanyi dan penulis lagu Cantya Afra kembali merilis karya terbarunya berjudul “Some Days”. Lagu ini resmi dirilis pada 27 Maret 2026 melalui Lilypop Record. Mengusung nuansa pop yang hangat, “Some Days” hadir sebagai pengingat bahwa tidak semua hari harus berjalan sempurna, dan itu adalah hal yang wajar. Ditulis langsung oleh Afra, lagu ini berangkat dari pengalaman personal tentang menghadapi rasa hampa, overthinking, serta tekanan untuk selalu terlihat “baik-baik saja”. Melalui lagu ini, ia menawarkan perspektif yang lebih lembut: bahwa merasakan berbagai emosi, termasuk yang tidak nyaman, merupakan bagian alami dari menjadi manusia. “Lagu ini banyak membantu aku untuk tetap hadir di momen sekarang dan memanusiakan diri sendiri,” ungkap Afra. Pada bagian

Read More »

Merangkum Dua Dekade, One Step Beyond Hadirkan Album “Heartventure”

Berawal dari komunitas Zapakeos yang aktif menyebarkan kultur dan semangat punk di Purwokerto, lahir sejumlah band dengan akar yang sama namun membawa identitas masing-masing. Dari ekosistem tersebut, One Step Beyond (OSB) resmi terbentuk pada 15 Agustus 2005, mengusung warna Two Tone Ska dan Rocksteady. Formasi awalnya diisi oleh Merdeka (trumpet), Dino Moreno (vokal), Awink (vokal), GW (gitar), Jomponk (gitar), Ary Plenyun (bass), Andry Aconk (drum), Nanank (keyboard), dan Rahmat (keyboard). Dari perjalanan awal ini, lahirlah lagu “Soulmate” yang kemudian mengalami berbagai perubahan aransemen seiring pergantian personel. Setelah perjalanan panjang, gagasan untuk merilis album akhirnya terwujud pada akhir 2025 melalui rilisan bertajuk HeartVenture. Album ini menjadi representasi dari proses kreatif selama dua dekade, merangkum perjalanan musikal OSB sejak awal terbentuk. Sejumlah

Read More »

Bangkit Dari Hibernasi Panjang, Finger!, Kuartet Emo-Punk Asal Batu Merilis Single Terbaru Bertajuk “In Disguise”

Kuartet emo-punk asal Kota Batu, Finger!, resmi memperkenalkan single terbaru mereka bertajuk “In Disguise”. Dirilis secara independen, lagu ini menjadi semacam penegasan ulang eksistensi mereka, sekaligus menandai kebangkitan setelah periode vakum yang cukup panjang. Terbentuk sejak 2019, Finger! dihuni oleh Caesar Nicko (gitar/vokal), Farkhan Ghani (gitar/vokal), Iqbal AR (bass/vokal), dan Ezra Adinugroho (drum). Band ini merupakan evolusi dari proyek sebelumnya, Finger Crossed, yang sempat merilis single “Restroom Monologue” pada 2020. Secara musikal, identitas mereka terbentuk dari eksplorasi lintas genre mulai dari math-rock seperti Tiny Moving Parts dan Elephant Gym, hingga Japanese rock seperti Tricot dan Asian Kung-Fu Generation, serta emo-punk seperti Jank. Hasilnya adalah karakter emo-punk yang emosional, namun tetap enerjik dan bising, sebuah warna yang juga terasa kuat di

Read More »

Menuju Album Penuh, Convalescent Lepas Single Emosional “Pulling Teeth”

Band metalcore/melodic hardcore Convalescent kembali menghadirkan rilisan terbaru lewat single berjudul “Pulling Teeth” yang telah resmi dirilis pada 9 Maret 2026. Saat ini, band tersebut diperkuat oleh Abid Raihan (vokal), Randy Aris (gitar), Tengku Ferdiansyah (gitar), dan Arfan Wiantara (bass). Sejak terbentuk pada 2021, Convalescent telah mengalami beberapa perubahan formasi sebelum akhirnya menemukan susunan personel yang sekarang. “Pulling Teeth” berangkat dari pengalaman personal salah satu anggota band. Lagu ini lahir dari refleksi atas sebuah malam ketika ia menyadari bahwa dirinya justru menjadi musuh terbesar bagi dirinya sendiri. Malam tersebut dilalui dalam keheningan hingga pagi, memunculkan kesadaran akan kondisi mati rasa yang tengah dialami. Dalam situasi itu, berbagai upaya dilakukan untuk kembali merasakan emosi, namun tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Read More »

Kraken Merangkum Kekacauan Zaman dalam Album “Kaliyuga”

Unit metal asal Bogor, Kraken, resmi merilis album penuh kedua mereka yang diberi tajuk Kaliyuga. Album ini merupakan sebuah narasi besar yang merangkum tema kebangkitan, kemarahan, hingga bentuk perlawanan terhadap penindasan di tengah realitas sosial yang semakin kompleks. Lagu “Awakening” dipilih sebagai pembuka untuk memperkenalkan karakter musik Kraken yang tegas,

Read More »

Merangkum Dua Dekade, One Step Beyond Hadirkan Album “Heartventure”

Berawal dari komunitas Zapakeos yang aktif menyebarkan kultur dan semangat punk di Purwokerto, lahir sejumlah band dengan akar yang sama namun membawa identitas masing-masing. Dari ekosistem tersebut, One Step Beyond (OSB) resmi terbentuk pada 15 Agustus 2005, mengusung warna Two Tone Ska dan Rocksteady. Formasi awalnya diisi oleh Merdeka (trumpet),

Read More »

Bangkit Dari Hibernasi Panjang, Finger!, Kuartet Emo-Punk Asal Batu Merilis Single Terbaru Bertajuk “In Disguise”

Kuartet emo-punk asal Kota Batu, Finger!, resmi memperkenalkan single terbaru mereka bertajuk “In Disguise”. Dirilis secara independen, lagu ini menjadi semacam penegasan ulang eksistensi mereka, sekaligus menandai kebangkitan setelah periode vakum yang cukup panjang. Terbentuk sejak 2019, Finger! dihuni oleh Caesar Nicko (gitar/vokal), Farkhan Ghani (gitar/vokal), Iqbal AR (bass/vokal), dan

Read More »

Menuju Album Penuh, Convalescent Lepas Single Emosional “Pulling Teeth”

Band metalcore/melodic hardcore Convalescent kembali menghadirkan rilisan terbaru lewat single berjudul “Pulling Teeth” yang telah resmi dirilis pada 9 Maret 2026. Saat ini, band tersebut diperkuat oleh Abid Raihan (vokal), Randy Aris (gitar), Tengku Ferdiansyah (gitar), dan Arfan Wiantara (bass). Sejak terbentuk pada 2021, Convalescent telah mengalami beberapa perubahan formasi

Read More »