Peran Operator Warnet Dalam Dunia Pendidikan


Percepatan tumbuh kembang ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tentu erat kaitanya dengan internet, sebuah jaringan berskala besar dan luas yang memungkinkan para pengguna komputer dapat saling berinteraksi melalui bahasa pemograman sehingga membuka akses informasi tanpa batas. Dunia pendidikan pun merasakan manfaat besar dengan kehadiran internet, apalagi perihal memperluas wawasan serta mengembangkan inisiatif dan kereativitas para siswa.

Proses belajar mengajar konvensional seperti seorang guru memberikan asupan ilmu pada muridnya tak lagi menjadi satu-satunya metode. Ada alternatif lain dalam memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyuapi diri sendiri. Siswa akan dipacu untuk lebih memiliki inisiatif mencari berbagai ilmu pengetahuan serta berpikir kreatif di dalam mengembangkan kemampuannya.

Pesatnya kemajuan iptek tersebut sayangnya tidak dibarengi oleh laju pertumbuhan ekonomi secara merata dan menyeluruh. Fasilitas penunjang internet masih menjadi kebutuhan tersier, yang artinya tidak setiap siswa memiliki akses internet secara pribadi. Selain sekolah, tentu warnet menjadi pilihan terjangkau bagi para siswa untuk bisa mengakses internet. Aktivitas yang berkaitan dengan dunia pendidikan dalam lingkup warnet masih kerap terlihat, meski tidak mendominasi. Aktivitas tersebut biasanya seputar mencari bahan materi atau referensi dalam rangka merampungkan tugas sekolah. Lazimnya para siswa tersebut mampu melakukan proses mengerjakan tugas tadi secara mandiri, namun tidak jarang juga yang meminta bantuan operator warnet.

Sebagai sosok yang paling bertanggung jawab untuk urusan operasional warnet, tentu para operator warnet menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan. Kapabilitas dalam membantu para siswa tadi menjadi syarat mutlak, dari sekedar bantuan untuk mencetak tugas yang telah rampung menggunakan printer hingga ikut terlibat dalam proses pengerjaan tugas tersebut, seperti misalnya menjadi kurator guna melakukan seleksi artikel mana yang tepat atau layak digunakan maupun sebagai penyunting tahap akhir sebelum tugas tersebut naik cetak. Bahkan tidak menutup kemungkinan pada akhirnya peran sang ‘tersiswa’ hanya sebatas menjadi aktor intelektual di balik peristiwa pengerjaan tugas.
Fungsi operator warnet yang biasanya hanya seputar menjaga, melayani, serta menjalankan peralatan komputer yang terdapat pada sebuah warnet. Keberadaanya menjadi begitu dinamis perihal memberikan layanan tambahan sebagai “pembimbing”, terlebih bagi siswa yang membutuhkan. Peran serta para operator warnet turut andil dalam memuluskan jalan meraih prestasi, rasanya sulit untuk dikesampingkan.

Wawasan serta literasi yang mumpuni menjadi bekal penting dalam memberikan pengarahan atau pendampingan bagi para siswa. Paling tidak mereka mestinya telah fasih membedakan ketentuan tugas menulis esai dengan tugas mencari artikel. Persoalan apakah operator warnet memiliki kekebalan hukum dalam menjalankan fungsi barunya itu tampaknya perlu pembahasan lebih mendalam pada ranah konstitusi. Kesadaran akan tanggung jawab memegang peranan dalam dunia pendidikan yang memberikan dampak nyata tak bisa dipandang sebelah mata. Agar bisa menjalankan peran tersebut dengan baik, tentu diperlukan sebuah kompetensi demi memenuhi standar mutu pelayanan. Sudah sepantasnya harapan besar disematkan pada pundak para operator warnet, jika memang benar masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh generasi penerusnya. (Arl)

Previous Press Release - US Dollar
Next Pecah Keheningan dengan Have Fun