Tahap Pendewasaan Reumina Lewat Lagu Baru Berjudul ‘Laku’

Share

Transisi dari masa remaja menuju usia dewasa merupakan hal yang tidak mudah. Fenomena ini akrab kita dengar dengan istilah “quarter life crisis”, sebuah tahapan yang lumrah dihadapi ketika seseorang memasuki usia seperempat abad. Tetapi ini juga menjadi salah satu fase yang sulit dalam kehidupan yang ditandai dengan beberapa gejala yang muncul, seperti mengalami kekhawatiran berlebih, depresi, bahkan frustasi ketika memandang ketidakjelasan di masa depan, serta akan kehilangan kemudahan hidup seperti masa sebelumnya.

Hal inilah yang ingin disampaikan oleh duo melankolis asal Banjarnegara, Reumina melalui single terbaru mereka yang berjudul ‘Laku’. Single ini merupakan lagu yang ditulis oleh Arroyhan.

Awalnya saya terinspirasi dari perspektif kehidupan seekor laba-laba yang hidup di pojok kamar saya. Dimana ia telah susah payah membangun sarang untuk rumah mereka. Kita kadang menganggap sarang tersebut sebagai kondisi yang kotor dalam sebuah ruangan, lalu dengan mudahnya kita langsung sapu bersihkan. Padahal dalam perspektif laba-laba, sarang itu adalah rumah yang mereka jadikan tempat untuk bertahan hidup di lingkungan dimana terperangkap berdampingan bersama manusia. Sebenarnya kalau mereka bisa memilih dimana mereka harus dilahirkan, mereka pasti tidak akan memilih untuk dilahirkan di rumah itu. Mau bagaimana lagi, sang induk dan garis keturunannya mungkin sudah dari dulu berada disitu. Tinggal bagaimana manusia menyikapi dalam hidup berdampingan,” ungkap Arroyhan.

Hingga akhirnya tercipta penggalan pertama yang ditulis, yaitu “Pun mereka tak melihat harkat. Dunia yang kau cipta, terjual laku oleh ego mereka. Namun tersurat oleh Sang Esa. Sisa asa tuk menyambung nyawa.

’Laku’ merupakan track ke-5 pada EP Reumina yang merepresentasikan fase ketiga pada quarter life crisis. Jika diimplementasikan pada kehidupan, ilustrasi kondisinya ditandai dengan mulai merenung dan mencoba menerima keadaan, serta muncul keinginan untuk memulai hal baru dengan berserah kepada yang dipercaya telah membuat jalan cerita. Fase awal terjadi bermula karena kondisi diri yang terlalu naif. Kemudian setelah diterpa oleh kerasnya dunia yang dihadapi, meruntuhkan tekad yang telah dibangun oleh ego dari orang-orang yang merenggut tekad itu. Sisa untuk melanjutkan keadaan ini hanya pasrah sebelum menemui tempat dan fase baru.

Klik untuk mendengarkan Laku di Spotify.