Unit deathcore kebanggaan masyarakat Purwokerto, Eternal Desolator kembali menyuguhkan karya terbaru mereka kepada khalayak dengan tajuk ‘Solastalgia‘.
Istilah ‘Solastalgia‘ diambil dari gagasan Glenn Albrecht, seorang filsuf yang memiliki fokus pada relasi antara manusia dengan aspek spasialitas, khususnya ekosistem. Gagasan ini berkaitan dengan emosi berbasis spasial yang menangkap perasaan tertekan ketika suatu kekuatan eksternal yang gagal dicegah, memasuki ranah biofisik atau ‘ruang kehidupan’ secara kronis dan bersifat destruktif. Gagasan ini diadaptasi oleh Eternal Desolator dalam medium lagu yang telah beredar di berbagai digital streaming platform per-tanggal 21 Maret 2025. Tanpa mencoba membuat relevansi terhadap zaman, isu ini tentunya telah menjadi isu kultural maupun global sekalipun.
Dalam konteks naratif dan lirikal, wacana ini merupakan sebuah reinterpretasi pada kisah duka yang berkenaan dengan aspek sentimental dan emosional kebimbangan berekspresi seseorang. Pada tahap ini, melalui faktor yang disebut di atas, secara singkat dapat dideskripsikan pada klausa “Homesickness you have at home”, sama halnya seperti yang disampaikan oleh Glenn Albrecht dalam bukunya yang berjudul Earth Emotions. Dalam konteks musikal, secara teknis, track ini dibuat cukup minor pada notasi, dengan perpaduan instumentasi string section yang cukup dominan. Tempo pada track ini pun disusun cukup ketat, repetitif dan melelahkan, selaras dengan duka pada gagasan ‘Solastalgia’ yang serba ambivalen.
Menurut keterangan dari juru bicara mereka, Roby, track ini sebenarnya sudah dipersiapkan dari beberapa tahun sebelumnya. Proses perekaman sampai mixing & mastering dilakukan secara mandiri dan independen. Rencananya track ini akan menjadi bagian dari album kedua mereka. Kehendak berkata lain, rencana perilisan album memiliki cukup banyak hambatan sehingga Eternal Desolator memutuskan untuk merilis ‘Solastalgia’ dalam kesendiriannya di tahun ini dengan bantuan Heartcorner Records.





