Unit Stoner/Rock asal Tasikmalaya, White Hovse merilis single terbaru berjudul ‘FALLING CROWN’, yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti “mahkota yang jatuh” adalah sekuel dan juga akhir dari kisah single pertama mereka yang dirilis pada tahun 2020 lalu yang berjudul ‘THE MIGHTY ONE’.
Dari segi lirik, lagu ini menyampaikan rasa kecewa dan penyesalan tentang masa lalu yang tak bisa diulang dan diperbaiki. Tentang rasa sakit dan penghinaan diri yang telah mendarah daging menjadi satu dengan jiwa raga. Dengan penggambaran tokoh yang masih sama seperti single pertama mereka, ketika ia semena-mena pada masa jayanya, sekarang ia terlantar di tengah gurun yang tandus, memberikan perasaan yang sangat ia sesali. Berlari tetap diikuti bayang hitam, sembunyi hanya ditemani gelap malam yang sunyi, berteriak pun tak dihiraukan lagi, mungkin memang karma atau entah apapun itu.
Sebuah pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil dari penggambaran lirik di atas adalah jangan mencoba menjadi raja saat kita punya dan jangan pernah mau menjadi alas saat kita harus meminta. Karena dengan hidup seadanya dan saling menghargai nyawa saja sudah cukup untuk menjadi manusia yang bermahkota. Dengan ritme musik yang di awal pelan dan cepat menuju menit akhir, juga alunan nada berat khas Stoner Rock yang fuzzy, bertujuan untuk membangun emosi pendengar agar semakin merasakan perasaan kelam dari lagu ini menurut selera musik diri mereka sendiri.





