“Angkara & Nismara”, sebuah single yang diluncurkan Garis Imajiner sebagai simbol
tranformasi warna musik. Jika dibandingkan dengan album pertamanya, sangat terasa berbeda, terutama dalam susunan instrumen yang mereka bangun pada lagu ini, dimana untuk pertama kalinya mereka memasukan unsur drum dan gitar elektrik.
“Ini adalah formula baru kami dalam mengembangkan musik kami, setelah mengalami penyusutan jumlah personil. Sepertinya kami harus segera menemukan jati diri yang baru tanpa meninggalkan karakter yang sudah kita bangun selama empat tahun terakhir.” Ungkap Putra Dewantara, bassist Garis Imajiner. Sebelumnya, Garis Imajiner menyajikan nuansa pop folk yang cukup kental dengan balutan instrumen akustik, hal tersebut tergambar jelas pada album “Elegi &Dialekta”.
“Bahwa kita harus terus bergerak, dan inilah langkah yang kita ambil untuk survive dan mengembangkan musik kami. Ada nuansa surf yang kita sisipkan, namun tetap mempertahankan aroma oldies yang memang sudah tertanam dalam karakter vokal Bagas Woro. Entah apa genre musik kami saat ini, untuk mempermudahnya, kami menyebut Alternatif Pop.” Tambah Abibayu, pengisi drum sekaligus General Manager Garis Imajiner.
Mengupas lirik yang terbaca agak tegas memang juga menjadi pembeda dari karya-karya lagu Gari Imajiner sebelumnya, yang dikemas lebih bias. “Memang, dalam album Elegi & Dialektika, saya menulis puisi, bukan lirik. Nah, untuk Angkara & Nismara, saya mencoba untuk disengaja menulis lirik, dan cukup tegas meluapkan kemarahan dalam sisi “angkara‟, juga menceritakan ketenangan dalam sisi “nismara,‟ sehingga lahirlah kisah ini, yang menitik beratkan pada momen kebimbangan ketika jatuh cinta kepada kekasih orang. Ada ketenangan, ada kemarahan, dan penuh dilema dalam menyikapi momen ini.” Terang Atmo Soedir, penulis lirik, sekaligus Creative Manager Garis Imajiner.
Menjadi lagu ke-11 yang dirilis Garis Imajiner dalam kurun waktu empat tahun berkarya, “Angkara & Nismara” menjadi harapan tersendiri untuk mereka, dalam usahanya membangkitkan gairah berkaya, dimana mereka sempat vakum beberapa bulan.
“Ini menjadi pelecut kami, untuk segera memproduksi lagu selanjutnya, dan mudah-
mudahan tahun depan bisa mengeluarkan EP atau album, dengan warna musik kami yang baru.” Pungkas Bagas Woro, vakalis dan gitaris ritme Garis Imajiner.
“Angkara & Nisamara” sudah rilis pada tanggal 5 November 2021, dan dapat dinikmati di berbagai platform digital, seperti Spotify, Joox, Apple Music, Youtube Music, dan lain sejenisnya.





