Senja Bersama Dea Anugrah


Hari: Sabtu | Jam: 16.00-selesai | Tanggal: 10 November 2018 | Tempat: Kopi Kebon

Dea Anugrah adalah salah satu penulis muda terbaik di Indonesia saat ini. Dua karya terakhirnya membuktikan hal tersebut.

Ia pertama kali mencuri perhatian khalayak ketika merilis kumpulan puisinya yang berjudul “Misa Arwah”. Kumpulan puisi tersebut merupakan requiem yang sangat indah sekaligus penghormatan yang dilakukan untuk salah satu penulis yang memberinya pengaruh dalam menceritakan cara pandang lain terhadap kematian, Subagyo Sastrowardoyo.

“Misa Arwah” mendapatkan sambutan positif dari penikmat sastra Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan masuknya kumpulan puisi tersebut dalam long list Kusala Sastra Katulistiwa 2016.

Pada tahun 2017, Ia kembali merilis karyanya. Kali ini berbentuk kumpulan cerita pendek berjudul “Bakat Menggonggong”. Meskipun hanya berisi kumpulan cerita yang kebanyakan sudah pernah dipublikasikan di berbagai media cetak, kumpulan cerita pendek tersebut tetap memberikan sesuatu yang baru pada sastra Indonesia.

“Bakat Menggonggong”, seperti karyanya sebelumnya, juga mendapatkan sambutan positif dengan berhasil masuk dalam long list Kusala Sastra Katulistiwa 2017.

Atas dasar hal-hal di atas, Heartcorner Collective rela melewati tahap tawar-menawar yang alot dan melibatkan cara-cara kuno untuk mendapatkan tanggal yang tepat guna mendatangkannya dalam gigs bertajuk “Senja Bersama Dea Anugrah”.

Gigs tersebut akan membicarakan hal-hal membentang mulai dari karir kepenulisannya, bagaimana ia menjadi seorang amphibi di dua dunia, kisah residensinya yang berujung pada hampir dibaptis menjadi anggauta kartel di Juarez, pandangannya terhadap senja, sampai proyek terbarunya yang bertajuk #berbalasfiksi.

Guna menanggulangi akibat-akibat rumit dari hal-hal yang hendak dibicarakan dalam gigs, Heartcorner Collective menunjuk Wiman Rizkidarajat untuk menjaga arah jalannya gigs sesuai SOP yang telah ditetapkan oleh Mabes Paramiliter Laskar Dewan Kesedihan Banyumas.

Dengan tulisan ini, Heartcorner Collective mengundang segenap penikmat sastra, penggemar senja, pembaca buku motivator best seller, penyeruput kofei, perindu hujan, penunggang badai, penyeduh popmie, penjaja harapan, pemburu bitcoin, pejuang CPNS, penghuni terakhir, penggali kubur, penceramah ngawur, penyebar hoax, pendukung capres, penakar pahala, pelaku sejarah, pembakar ganja, penghisap uang ra’jat, penyambung aspirasi khalayak, peserta seminar #udahputusinaja, hingga pengendali kuda supaya baik jalannya tuk, tik, tak, tik, tuk untuk meramaikan gigs tersebut pada waktu, jam, tanggal, dan tempat yang telah ditentukan.

Previous Grrrl Gang - Not Sad, Not Fulfilled
Next Tur Buku “Flip Da Skrip” dan Diskusi: Melampaui Ideologi: Komunitas, Musik dan Buku