Rull Darwis Rilis Single “Sunset Before the Sunrise”


Setelah album kedua “Rull Darwis #2” dirilis bulan April tahun 2018, kali ini Rull Darwis akan merilis single yang diberi judul “Sunset Before the Sunrise” pada tanggal 2 Juli 2020 berkolaborasi dengan Monica Hapsari sebagai penulis lirik. Perilisan single ini sebagai langkah awal Rull Darwis dalam mempersiapkan album solo ke 3 nya.

“Sunset Before the Sunrise” Alkisah, pada suatu masa, bumi mengalami destruksi. Diturunkanlah suatu situasi dimana kita semua harus belajar tahu diri. Namun, sejatinya Jagad tidak pernah berniat jahat. Jagad hanya bergerak berdasarkan rotasi. Hanya serangkaian rantai aksi reaksi. Bagai siklus matahari, Terbit hanya terjadi setelah malam mencapai tingkat gelap yang tertinggi. Terbit yang sejati tidak pernah mungkin terjadi tanpa Terbenam yang mendahului. Selama ini kita berfikir bahwa bahagia adalah meniadakan perih. Tidak pernah akan lahir bahagia yang sejati, jika kita mengingkari remuk, hancur dan ngilunya hati ini. Namun ketika kita sudah melakukan segala cara untuk melawan dan bertahan, ada kalanya, Pasrah adalah cara melawan yang paling hakiki. Pasrah bukan menyerah, Pasrah adalah mengakui bahwa kita sejatinya tidak pernah pegang kendali. Sebuah pengakuan dan kesadaran, untuk merendahkan batin. Ketika selama ini, aksi kita memikirkan diri sendiri telah membuahkan hasil yang keji, kini kita dipaksa untuk bersatu dalam empati. Seluruh manusia di bumi, kita sesungguhnya tidak pernah terpisah. Lebur lah hati, leburlah perbedaan, leburlah sifat mengutamakan diri sendiri. Ini adalah sebuah tribut, untuk kehancuran Diri. Untuk dunia baru, berlandaskan empati, yang lebih lestari.

Sebuah tribut dan rasa terimakasih kepada kegelapan Terbenamnya Matahari, untuk mencapai Terbit yang Sejati. Karya adalah Doa, dan Doa terbaik adalah Doa yang dilakukan bersama, untuk kebaikan bersama.

= Monica Hapsari =

“Let it all,

Let it all fall apart

For a New Sun will arise”

“Sunset Before The Sunrice”

Beberapa teman musisi turut serta mendukung produksi rekaman single ini, mereka adalah:

Adrian Yunan (vokal), Monica Hapsari (vokal, synth), Michael Felisianvs (vocal, elc. guitar) danGanesha Wibisana (vocal harmony)

Adrian Yunan Faisal, mengawali bermusik sebagai personil Efek Rumah Kaca (ERK). Turut dalam rekaman dan panggung bersama ERK sejak 2007 sampai awal 2017 sebelum akhirnya berkarir solo. Memulai debut solonya dengan merilis album Sintas pada 2017 yang bercerita tentang pengalaman personalnya sejak kehilangan penglihatan dan beradaptasi sebagai penyandang disable netra. Album itu turut membawanya diundang tampil di True Colours Festival 2018 di Singapura dan turut tampil dalam video kolaborasi 46 musisi yg diproduksi oleh festival yang sama pada awal Juni ini. Setelah sempat merilis sebuah single berjudul Mencar pada 2019 kini ia tengah mengumpulkan materi album berikutnya.

Monica Hapsari, adalah seniman visual dan suara dari Jakarta, Indonesia, dan salah satu anggota kolektif musik bernama Voyagers of Icarie, yang memulai proyek solo musik pada tahun 2018. Dia telah terlibat dalam beberapa pameran seni di Indonesia, beberapa Negara di Asia tenggara, Jepang dan Australia. Monica adalah salah satu finalis UOB Painting of the Year 2018 yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, juga semi finalis BaCAA (Bandung Contemporary Art Award) 2019. Dalam ranah musik, Monica mempresentasikan solo musiknya di Artjog 2018, penampil pembuka untuk Mitski Live at Jakarta (Be The Cowboy Tour), festival suara dan eksperimental Chaos Non Musica di Bali, juga salah satu penampil pada ajang Sacred Rhythm International Festival yang diselenggarakan Sacred Bridge Foundation, bersama dengan mentor seperti Amy Knoles (CalArts), Houman Pourmehdi (CalArts) dan Joel Virgel Vierset. Dalam praktik seni suara dan visual, Monica menggabungkan eksperimen sains dengan warisan pendidikan batin dari cerita dongeng hikayat nenek moyangnya, beserta gerakan dan gestur yang terinspirasi tari Butoh. Sebuah Scientific Sorcery. Ini adalah sebuah Folk Lore.

Michael Felisianvs, mungkin saja nama ini terasa asing untuk anda. Akan tetapi untuk beberapa kalangan penikmat musik atau musisi, nama ini cukup familiar. Aktif bermusik sejak awal tahun 2000an, terpengaruh dan terjerat oleh rock’n’roll, reggae, blues, roots, soul, ballad, dsb akhirnya memilih menjelma menjadi seorang gitaris/singer songwriter. Sebut saja Ben Harper, John Butler dan Mike Love, menjadi panutannya dalam menulis lagu.

Ganesha Wibisana, musisi asal Bandung yang tergabung dalam grup musik Curly & Me, duo tersebut dikenal dengan Harmonisasi Vokalnya yang khas dalam lagu-lagu dan setiap penampilannya. Selain itu, hingga saat ini ia juga masih sering terlibat dalam penggarapan musik dengan musisi lainnya.

Single “Sunset Before the Sunrise” dirilis dalam bentuk digital dan sudah tersedia di gerai gerai digital.

single title:

Sunset Before the Sunrise”

Rull Darwis / Monica Hapsari

artist:

Rull Darwis feat:

Adrian Yunan, Monica Hapsari,

Michael Felisianvs

release date:

July 2, 2020

producer:

Rull Darwis

recorded by:

Estu Pradana

mixed & mastered by:

Estu Pradana

artwork designed by:

Ridzky Pratama

℗ 2020, road records

© 2020, Euforia Music Publisher

all rights reserved. mastered in Indonesia

inquiry:

tel: +62 81584478620

email: rulldawis.project@gmail.com

FB Page: Rull Darwis

Instagram: rulldarwis

Twitter: rulldarwis

Previous Exhumation - Eleventh Formulae
This is the most recent story.