Rhyme And Reasons, Album Rap Gagal Kami Yang Sedang Belajar


“Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

 

Hip Hop begitu asing di Purwokerto. Pada 24 Maret 2012 Hip Hop Colony Purwokerto Districtside mengadakan sebuah acara untuk pertama kali bernama Hip Hop Mendoan, acara ini terinspirasi dari beberapa acara di daerah lain seperti Hip Hop Angkringan, Hip Hop Parkiran, dll. Saat itu kami mengajak salah satu unit raw rap N.O.K 37, Dirty Connection dan Eitaro. Tidak terbayangkan sama sekali saat itu dengan uang 500.000 rupiah bisa memboyong unit rap yang 2 tahun kemudian menjadi salah satu band rap yang terkenal di Yogyakarta. Jauh sebelum All Day Radio, Eitaro juga hanya kami ganti ongkos transportasi dari Jakarta-Purwokerto.

 

Melihat N.O.K 37 menjadi inspirasi kami untuk mulai memberanikan diri untuk membentuk rap crew. Saat itu aku langsung mengajak Fian dan Zaki yang memang satu kampus denganku. Mulai membicarakan konsep hingga pilihan genre yang akan kami pilih. Kita sama-sama menyukai Boom Bap/Oldskool, terlebih kami mendapat banyak masukan dari MC DNA dan Prime Manifez yang saat itu menamakan dirinya dengan Jalur Evakuasi.

 

Last Scientist adalah salah satu Unit Rap Crew yang ada di Purwokerto. Dibentuk pada tahun 2012, beranggotakan Henrikus, Fian dan Zaki. Berangkat dari sebuah keisengan karena aktifitas kuliah sangat membosankan. Kami bertiga akhirnya bersepakat untuk membentuk Last Scientist. Kami lahir dalam rahim komunitas Hip Hop Colony Purwokerto Districtside. Sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2010.

 

Rap adalah musik yang sangat asing di Purwokerto, banyak dari kami menghabiskan waktu sendiri hanya sebagai penikmat. Tidak pernah selama kami berada di Purwokerto bisa menikmati pertunjukan musik rap. Kami biasanya harus memburunya ke kota terdekat seperti Yogyakarta dan Wonosobo. Tetapi kami tetap nekat membentuk rap crew ini. Modal kemampuan rap seadanya hasil belajar secara otodidak dan serampangan, kami mencoba untuk memulai sesuatu yang baru. Setidaknya, kami disatukan karena sama-sama menyukai rap.

 

Pada tahun 2015, kami kembali mengadakan Hip Hop Mendoan untuk memperingati 5 tahun terbentuknya Hip Hop Colony Purwokerto Districtside. Juga merupakan sebuah pencapaian personal saya pribadi bisa membawa Doyz Da Noiz dan Eric Probz (Blakumuh) ke Purwokerto. Sekaligus membawa album Perspektif yang telah di produksi ulang. Kami berbincang banyak selesai acara, membicarakan nyamannya aku tinggal di Purwokerto hingga menggali tentang sejarah hip hop berkembang di Indonesia melalui mulut pelakunya langsung. Saat itu pula kami termotivasi untuk memulai memikirkan membuat album.

 

Seiring proses, perjalanan kami tidak pernah mulus. Mulai dari file hilang sampai orang yang membantu kami recording benar-benar hilang entah ke mana. 1 tahun proses pengerjaan kami memang selesai untuk merecord semua lagu. Tapi kami memang tidak memiliki referensi apapun terkait pembuatan album rap. Apakah album kami bagus? Layak dengar? Atau memang sampah? Kami benar tidak tau. Setelah itu, kami memberanikan diri menghubungi beberapa kawan untuk meminta masukan, tetapi lebih banyak kritikan yang masuk ke kami. Kami berusaha rehat sejenak, belajar lebih lagi terkait flow, cadence, lirik dan lainnya. Tapi berita duka menyambar, semua file kami hilang dan rusak bersama harddisk satu-satunya tempat kami menyimpan semua hasil kami. Tidak terselamatkan sedikitpun, kecuali file preview yang waktu itu sengaja kami mixdown untuk diperdengarkan ke beberapa orang.

 

Rhyme And Reasons adalah album gagal kami yang sedang belajar. Maaf dari semua proses yang telah diusahakan akhirnya kami memutuskan untuk menghentikan proses pembuatan album ini. Banyak hal yang tidak bisa kami jelaskan kenapa akhirnya kami memutuskan berhenti melanjutkan proses ini. Tetapi sebelum akhirnya yang tersisa benar-benar hilang. Kami sengaja upload sebagai pengingat bahwa kami pernah menjalani proses selama 2012-2016 bersama Last Scientist. Semua lagu yang di upload merupakan lagu preview yang belum melewati proses mixing maupun mastering. Dengan berat hati kami harus menyampaikan berita duka, bahwa album raw mix yang kami rilis ini adalah satu-satunya harta yang tersisa dari proses kami bersama.

 

Terima Kasih kepada:

Indra C. Wibawanto

Dena Ema Pribadi

Doyz Da Noiz

MC MV

Revolver Rock

Tuan Tigabelas

Citra Primanita

N.O.K 37

Hip Hop Colony Purwokerto Districtside

Heart Corner Collective

Bhinneka Ceria

Def Bloc

dan semua yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu

 

https://lastscientist.bandcamp.com/album/rhyme-and-reasons

Previous Kisah Menyedihkan di Ujung Kegelapan oleh Getar Lewat Video Musik Perdana “Architect of My Own Ruin”
Next Tradisi Pencerita Di Balik Tempurung