Primitive Monkey Noose berdiri sejak akhir 2021, dan sedari awal mereka fokus berkarya dengan satu tujuan; memperkenalkan budaya Kalimantan Selatan ke ranah musik yang belum pernah terjamah sebelumnya.
Dalam musiknya, PMN meracik rock dengan sentuhan Panting yang dominan pada lagunya. Panting adalah alat musik petik khas Kalsel. Dan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Punk Rock rasa Banjar!
Lirik-lirik lagu PMN menceritakan ragam kontra-sosial dengan cara yang menyenangkan. Positive vibes sangat memengaruhi dalam penulisan lirik.
Edu Christanto, A&R Sony Music Entertainment Indonesia mengatakan,”PMN adalah salah satu band yang materinya menurut kami sangat menarik, karena memadukan unsur musik komersil dengan unsur etnik khas daerah. Perpaduan ini membuat PMN cukup unik dan kami rasa bisa menarik perhatian para pendengar musik di Indonesia.” terangnya.
Keunikan ini menurut Franki Indrasmoro, yang juga A&R Sony Music Entertainment Indonesia, merupakan kelebihan dari PMN, “Kelebihan PMN adalah mereka bisa memadukan lagu dan musik mereka dengan unsur etnik yang kental, yang menambah kekuatan lagu mereka selain dari notasi yang mudah dinyanyikan.”
——————
Credit:
Band: Primitive Monkey Boose
Album Titled: – (self-titled)
Recording, Mixing & Mastering by Y Prawira at Gobe Studio, Tanah Bumbu, Kalsel
Produced by PMN & Bertuah Records
Promoted by: Bertuah Records & UD. Saguh Jaya
Art work by Robby Ratio
Released on DSP by: Sony Music Entertainment Indonesia





