Setelah melalang buana menjadi solois gitar sejak 2020, kali ini Prasetya Jawi hadir dengan konsep yang lebih melibatkan banyak orang dalam album yang bertajuk “Hati Tirani”. Terhitung ada lima orang yang turut membubuhkan energinya disini, yaitu Billy (vokal), Garnis (puisi), Rival (lead vokal), Isa (bass, vokal), dan Indira (drum).
Mengusung konsep kompilasi gabungan, “Hati Tirani” mencoba menceritakan sebuah pertanyaan awam sebuah masalah klasik antara jelata dan penguasa. Bagaimana tidak, mengapa mereka bersusah payah melontarkan protes hingga turun ke jalan padahal mereka tahu itu hanya menjadi makanan media di sana. Atau mengapa mereka juga ikut menanggung beban berat itu yang disebabkan oleh kecerobohan kebijakan. Kabar penggusuran tak sepadan dan hilangnya pohon dan sumber air bersih menjadi terdengar biasa karena lantangnya suara pembangunan kota. Hal ini membuat 8 track album ini menjadi representasi ‘amburadul’nya keadaan klasik ini. Instrumental, musikalisasi puisi, hingga kidung ke-Tuhan-an campur aduk disini.
Dari sisi artwork, Prasetya Jawi mencoba memvisualisasikan pesan album ini secara eksplisit tentang ketidaksesuaian yang terjadi. Ilustrasi ini dikerjakan oleh writer graffiti asal Kepanjen, Malang bernama Asmokumis.
Dari 2 lagu teratas album ini, ‘Dophamynth’ dan ‘Nista’ diharapkan mampu mengingatkan kembali bahwa apa yang terjadi hingga hari ini tidak semua terjadi alami begitu saja.
Setelah rilisnya album ini, akan ada tindak lanjut berupa live session, yang mungkin juga bersamaan dengan rilis dalam bentuk fisik.
Dengarkan “Hati Tirani” di:





