Lair Resmi Merilis Album Perdana Bertajuk Kiser Kenamaan


Potret keseharian di tempat besar dan tinggal para personilnya, Jatiwangi, Cirebon dan Indramayu.

Unit musik “pantura-soul” asal Jatiwangi, Jawa Barat, Lair resmi merilis album perdana bertajuk Kiser Kenamaan. Album dari Tedi En (vokal dan gitar melodi), Andzar Agung Fauzan (vokal dan bas), Ika Yuliana (vokal), Tamyiz Noor (vokal), Kiki Permana (tambourine dan percussion) dan Pipin Muhammad Kaspin (vokal dan gitar rythm) tersebut dirilis oleh label rekaman asal Bandung bernama RAH Records. Kiser Kenamaan dapat dinikmati dalam format digital seperti Spotify, Deezer, bandcamp serta platform digital lainnya, terhitung 22 Juni 2019.

Secara kontekstual, Kiser Kenamaan menawarkan delapan nomor dengan latar pengamatan keseharian di tempat besar dan tinggal para personilnya, Jatiwangi hingga Cirebon dan Indramayu. Setiap lagu berangkat dari pengalaman hidup di wilayah pantura; ada cerita dari nelayan yang berlayar di laut utara, kacaunya jalanan di jalur pantura yang diceritakan oleh sopir antar kota, kemarahan dari situasi politik pemilihan kepala desa, juga ada optimisme kelas pekerja.

Ke depalan lagu yang termaktub dalam Kiser Kenamaan sendiri diantaranya adalah “Biru Beriak”, “Nalar”, “Roda Gila”, “LIR”, “Nama Makna”, “Liat”, “Kiser Utara” dan ‘Gosari”. “Sejumlah lagu mengangkat sosok yang menjadi panutan dan juga legenda di musik dan sastra. Dalam rentang tema yang luas itu, benang merah yang menghubungkan pesan dalam lagu-lagu Lair adalah keresahan dan pertanyaan pada diri,” sebut Lair.

Sedang dari sisi musikal, musik Lair terinspirasi dan banyak dipengaruhi oleh tarling klasik yang dieksplorasi dengan gaya khas pantura, ‘raw’ dan apa adanya. Merujuk pada historical geografis, Lair memainkan seluruh instrumentnya dengan medium genteng. Alat musik genteng dan tanah liat yang dimainkan seluruhnya dibuat dari tanah Jatiwangi, yang merupakan hasill eksplorasi ‘kemungkinan lain’ dari genteng, identitas Jatiwangi sejak 1905 yang mulai terkikis dan terdesak jaman.

Album Kiser Kenamaan, dalam hematnya turut melibatkan rekan kolaborator. Salah duanya adalah sastrawan kenamaan, Ajip Rosidi yang menyumbang sajak untuk lagu berjudul “Nama Makna” dan seniman Mixrice dari Seoul, Korea Selatan yang turut andil dalam lagu berjudul “Gosari”. Sedang untuk proses rekamnya, Kiser Kenamaan dikerjakan di Kosmik Records (Jatiwangi). Untuk mixing dan mastering diserahkan kepada Alif dari LF Studio (Bandung), sementara sampul album dipoles oleh Traturu Collective.

***

Lair adalah proyek musik asal Jatiwangi, Jawa Barat, yang didirikan pada awal tahun 2018. “Lair” diambil dari bahasa tarling klasik Cirebon yang berati “lahir”, yang lalu dimaknai untuk terus melahirkan sesuatu; musik, pemikiran, eksperimen, narasi, dan apapun. Lair juga mencoba untuk mengadaptasi tari sintren Cirebon, sebuah budaya yang dekat, yang menjadi role-model dari sosok wanita satu-satunya di Lair, genit namun mistis.

Dalam pertunjukkannya, Lair akan berformasi sejajar satu sama lainnya, namun juga mungkin untuk berpindah-pindah posisi pemusik. Dua vokal utama, berperan pula sebagai performer utama yang berinteraksi dengan penonton dengan gerakan-gerakan yang bebas. Sejak mula, Lair tidak menetapkan satu jenis musik tertentu untuk dimainkan, namun jika harus dimasukkan dalam kategori, Lair memilih sebutan ‘pantura-soul’ bagi musiknya.

Lair, bagi para personilnya, bukan hanya sebuah grup musik, namun juga lembaga riset berkelanjutan. Saat ini, Lair fokus melakukan riset di beberapa daerah yang menjadi bagian dari jalur pantura: Cirebon, Indramayu, dan Sumedang. Selain melakukan upaya untuk memproduksi pengetahuan dalam bentuk jurnal ini, riset juga bertujuan untuk menguatkan musik dan konsep dari Lair sendiri, sembari bersilaturahmi dengan tetangga yang kita pinjam kisah hidupnya dalam lirik-lirik lagu. Di luar itu, Lair adalah medium untuk pengembangan personal dan eksplorasi dari masing-masing personil Lair.

Previous Goddess of Fate, Band Progressive Metal Yogyakarta, Akan Mengadakan Tour Asia Tahun Ini
Next 'Pelangi Seusai Badai', Zumi & Dua Lentera Angkat Tema Optimisme