Jossie Kembali dengan Album Kedua “We Don’t Lie Like A Referee”, Hadirkan Delapan Lagu Penuh Warna Baru

Jossie "We Dont Lie Like a Referee"

Share

Mengawali tahun 2026, Jossie mempersembahkan karya terbarunya berupa album berisi delapan lagu yang diberi judul We Don’t Lie Like A Referee. Informasi mengenai album ini sebenarnya telah mereka isyaratkan sejak Desember 2025 melalui perilisan singleTaring Feat. Marselyanto” sebagai pengantar menuju album penuh tersebut.

Album We Don’t Lie Like A Referee menjadi medium Jossie untuk menyuarakan sindiran. Secara tematik, keseluruhan lagu memotret rapuhnya kepercayaan dan menghadirkan pernyataan sinis terhadap realitas ketika kebenaran kerap dipelintir oleh pihak yang seharusnya bersikap netral. Di balik judul yang terdengar santai, tersimpan kritik terhadap manipulasi dan kepura-puraan.

Album kami punya karya lagu yang mewakili keberanian untuk berdiri di luar sistem. Jossie menolak kepura-puraan objektivitas, dan memilih kejujuran mentah meski tak selalu nyaman, meski tak selalu aman. Konteksnya paling mudah yakni dalam lingkup pertemanan,” ujar Angga Rahafta membuka perbincangan.

Delapan lagu yang terangkum di dalamnya diklaim memiliki kekuatan baik dari sisi lirik maupun aransemen. Album ini dibuka dengan “A New Battle”, dilanjutkan “Ambil Alih Kendali”, “Sampah Sudut Kota”, “Taring Feat. Marselyanto”, “Mati Berkali-Kali”, “Pengendara Gelombang”, “Sometimes”, dan ditutup dengan “Hujan Di Hari Minggu (Remastered)”.

Secara garis besar, album ini menyoroti keresahan yang kerap muncul dalam relasi sosial: rasa jengkel, amarah, kekecewaan yang berulang, hingga momen ketika seseorang harus mengambil keputusan sulit meski berisiko kembali terluka.

“Kami berusaha meramu lirik-lirik yang lugas, jujur dan apa adanya. Tujuannya agar semua pesan bisa relate dan dapat dengan mudah sampai telinga pendengar,” tambah Angga.

Untuk lagu andalan kedua, Jossie memilih “Sometimes”. “Kami menilai lagu ini cukup easy listening. Liriknya bercerita tentang proses berdamai dengan diri sendiri setelah berkali-kali terbentur masa lalu,” jelas Erindra Mukti.

Semakin Segar Secara Musikal, Semakin Matang Secara Visual

Sebagai band yang telah berkarya lebih dari satu dekade, Jossie menempatkan kematangan konsep sebagai prioritas. Melalui album ini, mereka berupaya menghadirkan aransemen yang lebih segar dan berbeda dari karakter sebelumnya. Tak hanya aspek musikal, konsep visual pun digarap secara serius.

Dalam We Don’t Lie Like A Referee, Jossie memainkan pendekatan psikologi warna dengan menjadikan ungu sebagai identitas utama. Warna tersebut dipilih karena merepresentasikan jembatan antara dua spektrum emosi: ketenangan dan gejolak misterius. Elemen bunga daisy marguerite yang muncul pada artwork dan sesi foto turut menyimbolkan misteri sekaligus kebijaksanaan.

Semua konsep visual itu bisa mewakilkan perasaan yang dibawa Jossie dalam album ini. Bunga ungu dalam foto yang misterius dengan amarah, namun ada ketenangan dan gejolak yang dibalut dengan indah,” ujar Erindra.

Konsep visual album ini melibatkan tiga kreator asal Yogyakarta: Jeffry Alfian Dika sebagai konseptor dan fotografer, Deni Adit sebagai penata busana, serta Jandon Banyu sebagai perancang artwork.

Momo Biru (Zima/Captain Jack Reunion) Sebagai Produser Musik

Setelah merilis album Diorama (2016) dan beberapa single pada 2023–2024, Jossie merasa perlu melakukan pembaruan. Rasa jenuh terhadap formula pop punk yang terasa repetitif mendorong mereka mencari pendekatan baru yang lebih segar.

Proses produksi album ini sejak awal dipercayakan kepada Momo Biru (Zima/Captain Jack Reunion). Seluruh instrumen direkam di Meru Records, studio milik Momo Biru. Selain itu, Tapansari turut terlibat sebagai produser eksekutif.

Kami menunjuk Momo sebagai produser musik karena Jossie ingin warna baru dan di sana kami ternyata memang banyak terbantu dari segi pemilihan lirik, aransemen, sekaligus sound design Jossie yang baru,” ungkap Erindra.

Album We Don’t Lie Like A Referee resmi dirilis pada Jumat, 6 Februari 2026, dan sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Video lirik “Sometimes” juga dijadwalkan tayang di kanal YouTube Jossie Music. Dalam rangka peluncuran album, Jossie menggelar media gathering dan perayaan sederhana bersama keluarga serta sahabat, sekaligus menyiapkan rangkaian tur promo ke sejumlah kota terpilih.

Sebagai informasi, Jossie adalah band melodic punk/pop punk asal Yogyakarta yang terbentuk pada 2006. Setelah mengalami pergantian personel, kini Jossie beranggotakan dua orang: Angga Rahafta (vokal, gitar) dan Erindra Mukti (drum). Selama 19 tahun meramaikan skena musik Yogyakarta dan sekitarnya, mereka telah merilis album Diorama (2016), serta sejumlah single seperti “That’s Wrong!!” (2023), “Tertawa Dan Bertahan” (2024), “Hujan Di Hari Minggu” (2024), dan “Taring Feat. Marselyanto” (2025) yang menandai kematangan baru dalam perjalanan musikal mereka.

Klik di sini untuk mendengarkan We Don’t Lie Like A Referee di Spotify.