Lahir di masa yang dunia sedang bergelut dengan adanya pandemic Covid-19, atau tepatnya di November tahun 2020. Sentimental Kampung Halaman hadir sebagai bentuk keresahan yang terkumpul lama di dalam pikiran, karena banyaknya masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untungnya, mereka juga banyak didukung oleh teman-teman dekat yang terus menyemangati dan memberi wejangan. Bahwasannya teruslah berkarya, apapun bentuknya. Duo yang memainkan musik folk ini terdiri dari Rial Pakamundi dan Pei F. Syah, yang keduanya dipersatukan oleh visi yang sama.
Membawa nama besar kota sendiri adalah cita-cita mereka berdua. Ide pengkaryaan ini sendiri datang dari Rial Pakamundi yang juga putra asli dari Tana Poso (Sulawesi Tengah). Di mana segala proses atas terciptanya segala hal dalam musik mereka karena ini adalah bagian dari perjalanannya berpulang ke tanah kelahiran, dengan sederet permasalahan yang ditemuinya. Tentu saja isi dari lirik-liriknya menjadi wadah bagi mereka agar bisa menggaungkan pendapat dan keresahan yang dirasakan. Keseluruhan produksi dilakukan di N4 Studio Poso (home recording), yang mana ini salah satu mereka memberdayakan potensi-potensi di lingkungan terdekatnya, di kota kelahiran yang sama.
Proses perjalanan mengerjakan EP ini dimulai sejak awal tahun 2021, dan berhasil diselesaikan pada April 2022. Tak ingin bermain dan nyaman dengan keadaan, keduanya berhasil meramu lima tembang penuh makna dan cerita ke dalam satu entitas EP yang diberi nama “Jelata Kaya”. Lima judul yang ada di dalam EP ini adalah: Romansa Yondo mPamona, Hutan dan Rasa, Jelata Kaya, Refleksi Abstraksi, dan satu lagu gubahan berjudul “Donidole”. Satu lagu yang berasal dari Ledoni (sebuah daerah di Poso).
“Sensitivitas terhadap lingkungan sekitar dengan segala permasalahan yang ada dan saling berkaitan adalah inspirasi. Berharap dapat melatih sekaligus merangsang kepekaan tentang bagian-bagian yang terseret arus deras “nilai-nilai”. Semoga nantinya setiap insan memiliki keberanian berjuang bersama meraih kembali sesuatu yang telah jauh hanyut dan dapat meletakan kembali pada titik semestinya.” Tutur Rial.
Keempat lagu yang ada, lirik dan lagunya diciptakan oleh Rial. Untuk komposisi sendiri dikerjakan bersama Pei dengan adanya bantuan dari teman-teman pilihan, di mana mereka mengisi bagian instrument tambahan. Mereka yang turut terlibat adalah Raviyandi (lalove dan kakula), Medi Ratu Sawuda dan Kiky RM (keyboard/piano), Jodi Kelo dan Elen Novelia (vokal choir), yang mana elen juga memberikan suaranya sebagai vokal utama di lagu gubahan Donidole.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa Sentimental Kampung Halaman bersifat kolaboratif. Demikian juga dengan rencana karya-karya selanjutnya yang akan berkolaborasi dengan seniman lainnya, semoga.” Tambah Rial.
Untuk ranah visual, ilustrasi yang hadir mengandung makna hubungan antara manusia dan alam, serta berbagai masalahnya. Hal itu terlihat di beberapa penggunaan simbol yang diformulasikan menggunakan gaya digital kolase. Namun mereka juga membebaskan kepada para penikmat luas untuk menginterpretasikan makna yang terkandung di dalam visual tersebut, bila mendengarkan isi lagunya.
“Untuk penggarapan visual, kami mempercayakannya kepada Ira Talaki. Seorang seniman multi disiplin yang menyebalkan! Maksud kami adalah idenya. Ya, imajinasi idenya dalam mendesain seringnya “anu” (keren). Tapi, the power of menyebalkan dalam proses ini justru menambah “gairah” kami untuk menyampaikan pesan lagu-lagu dari Sentimental Kampung Halaman.” Tutup Rial.
EP yang berisikan lirik berbahasa Indonesia lugas dan satu lagu berbahasa Kaili ini telah dirilis di berbagai layanan musik dalam jaringan. Coba dengarkan semuanya, mungkin kalian akan menyukai ciptaan mereka yang teduh dan memiliki unsur etnik ini.





