Dansifutura Rilis Album Reaktor Amatir Lewat Futurkultur Records


Reaktor Amatir adalah album debut dari Dansifutura yang secara prinsip menggunakan analogi arsitektur dalam setiap proses pengkaryaan dan kerangka berpikir. Analogi yang digunakan kebanyakan ingin mencari dan menerjemahkan kesesuaian dan persamaan  parameter, komputasi, dan generatif yang berkembang sekarang ini pada disiplin arsitektur.

Proses ini dilakukan agar terjadi sinkronisasi baik secara prinsip, metode, dan eksplorasi agar kedua disiplin ini bisa berjalan beriringan. Alasan pribadi ini, secara emosional dilakukan untuk menghancurkan batasan keilmuan, waktu, dan material dan menjadi tanda keluar dari ruang liminal dalam transisi hidup yang absurd.

Secara musikalitas, semua sistem penghasil suara pada album ini menggunakan simulasi digital untuk menghasilkan ritmis yang konstan dengan variasi-variasi aksen yang random dan glitchy. Beberapa material bunyi pada album ini juga menggranulasi temuan-temuan bunyi yang didapat dari internet dan rekaman kualitas rendah milik pribadi yang memiliki nilai-nilai tersendiri untuk dijadikan parameter.

Satu atau banyak dari satu komposisi merupakan reaksi dari parameter yang ada untuk menghilangkan proses rutin yang menjelimet. Metode ini dipakai atas dasar kemalasan dan ketidakmampuan secara motorik.

Komposisi pola pada album ini dibuat seminimal mungkin dengan menggunakan parameter-parameter musik techno dan electronica sebagai dasar, kemudian dimodulasi atau dimodifikasi dengan parameter-parameter yang random atau penuh perhitungan dan teoritis.

Secara keseluruhan, walaupun elemen dan material bunyi pada album adalah generatif dari data-data yang ada, dan menghasilkan data suara yang abstrak nan kacau, namun terdapat orde penataan agar tetap menjadi padu dan padat, dan bisa menjadi parameter yang dapat memicu reaksi terhadap aspek visual.

Secara estetika, album ini memberikan bentuk dan tekstur ketidakdewasaan dalam kesadaran. Proses transisi yang absurd, menyebalkan, dan penuh dengan drama memicu reaksi yang tidak ortodoks dari seorang amatiran dalam batasan pengertian dogma-dogma keilmuan yang penuh pertentangan pada prinsip dan tujuan.

Album ini harus bisa menjadi penanda untuk penerimaan dan perdamaian pada diri untuk berani keluar dan mengambil tanggung jawab menjadi manusia bermanfaat dalam keadaan sosial yang mengerikan. Demi melanjutkan algoritma ke langkah selanjutnya dengan terus mencari dan memasukan parameter-parameter secara sadar.

Kesadaran jika terciptanya satu bentuk dari beberapa parameter yang akan mempengaruhi atau memicu bentuk lain juga merupakan alasan estetika kenapa album ini dibuat. Lalu, dalam Al-Quran saya menyadari jika 23 : 12 – 20 adalah teks yang sangat estetis terlepas bacaan ini adalah bacaan dari komunitas tertentu.

Terakhir, album ini adalah karya yang menyenangkan dalam proses dan hasil produksinya. Album ini bukan album yang memuja kekacauan dan kecemasan, album ini sebagai bentuk perlawanan terhadap hal yang terasosiasi dengan hal yang demikian.

Album ini mendefinisikan tentang penataan dan kesadaran, tentang arsitektur, musik dan psikologi, tentang masa depan dan tahapan-tahapannya, tentang menjadi manusia yang manusia.

Sumber : Dansifutura // Reaktor Amatir – futurkultur

Previous Delorians Bersama Winda Claudia Rilis "SLIDE THRU DMS"
Next n0lkecil: Pameran Tunggal Uncletwis "Jagad Alit"