Tanpa peringatan sebelumnya, unit melodic punk kawakan asal Jakarta, KURO!, secara mengejutkan merilis album penuh bertajuk Self-titled pada 19 Maret 2026. Dirilis melalui kanal digital di bawah bendera Good & Bad Records, album ini menjadi jawaban bagi para penikmat musik cepat yang tumbuh di era skatepunk dan melodic hardcore.
KURO! bukanlah nama baru. Terbentuk sejak 1998, band yang lahir dari kerasnya skena independen Jakarta ini dikenal lewat konsistensinya mengusung genre melodic punk. Nama KURO! diambil dari sapaan akrab antara sang pendiri, Teddy kepada Isan, yang kemudian berkembang menjadi identitas band selama hampir tiga dekade.
Album baru yang diproduseri langsung oleh Teddy ini merangkum 10 trek yang menjaga ciri khas mereka: harmoni vokal, lirik jujur, lead gitar yang tajam, serta ketukan drum cepat. Eldian Syukra turut terlibat sebagai Executive Producer dalam proyek yang dikerjakan dengan formasi baru, yakni Teddy (Gitar/Vokal), Ridwan (Gitar), dan Adit (Bass/Vokal). Untuk urusan drum, mereka menggandeng musisi tamu Ronald Idris (Speak Up) dan Helmy Giant (Rejected Kids/FastCrash).
“Kami mengajak mereka untuk memperkaya khasanah musik yang akan kami sajikan di album baru ini,” tegas Teddy mengenai keterlibatan para musisi tamu tersebut.
Secara tematik, album ini terasa lebih dewasa dengan fokus pada fase-fase kehidupan manusia. Lagu “Siklus“, misalnya, menyoroti waktu yang berlalu cepat di tengah dunia yang sering membuat orang lupa diri. Sementara “Bok-Nam” berbicara tentang menjalani hidup meski tanpa rencana yang pasti. Ada pula trek berjudul “Ego” yang memotret harapan untuk bertemu kawan lama, namun terhalang oleh ego masing-masing.
Menariknya, selain lagu orisinal karya Teddy, album ini juga memuat satu lagu cover bertajuk “I’ve Been Waiting For You” milik boy band Amerika era 90-an, Guys Next Door.
Kembalinya KURO! dengan album ketiga ini menyusul Forever Friends (2001), Ever Before (2004), dan Find Your Way (2012) bukan sekadar upaya bernostalgia. Ini adalah pernyataan bahwa energi kreatif mereka tetap terjaga meski telah melewati berbagai era di skena musik independen Indonesia.




