Balas Dendam Terbaik Versi Mighfar Suganda dalam EP Terbarunya “Dopamine Cyberpunk”

Share

Setelah sebelumnya pada akhir tahun 2022 Mighfar Suganda merilis studio album pertama dengan total 1 juta streams hanya dalam 5 bulan, “Broken Beautiful Blue Ruin” sukses besar, masuk berbagai playlist seperti “brb Crying”, Fresh Finds Indonesia Best of 2022”, ”Skena Gres, dan playlist lainnya di platform YouTube, Resso, Treble, dan Joox. 

Mighfar Suganda kemudian merilis EP baru berjudul “Dopamine Cyberpunkpada tanggal 17 Februari lalu, selang seminggu setelah kolaborasi bertajuk ‘Surfing a Tsunami Wave‘, yang langsung masuk berbagai playlist official Spotify seperti “Skena Gres”, “Gelombang Alternative”, “New Music Friday”, & “Fresh Finds”.

Dopamine Cyberpunkadalah sebuah lagu lanjutan cerita dari ‘Surfing a Tsunami Wave, sebuah tema tentang kritikan netizen atau orang lain kepada musisi dan seniman. Apabila Surfing a Tsunami Wave adalah bentuk treatment kepada diri sendiri, faktor internal, sebuah optimisme kepada mindset diri sendiri, bahwa bagaimana kita tidak boleh menyerah, mengakui kekalahan, dan lari dari kenyataan. Sedangkan ‘Dopamine Cyberpunkadalah perspektif lain, yaitu treatment kepada orang lain, faktor eksternal, orang-orang atau contohnya netizen yang menghina, meremehkan, mengkritik kita. Bagaimana seharusnya kita merespons dan membalas mereka. Bisa dibilang lagu ini adalah sebuah langkah balas dendam terindah.

Terinspirasi dari novel dan film paling laris pada tahun 70an, The Godfather, saat scene Don Vito melakukan pertemuan dengan mafia setelah kematian anaknya. Sebuah hal yang mengejutkan terdapat pada dialog, “Aku tidak akan membalaskan dendam anakku, karena tidak ingin ada pertumpahan darah lagi”.

Dopamine Cyberpunkmerepresentasikan pemikiran ini, respons kepada orang-orang yang menyakiti kita adalah dengan balas dendam terindah, yaitu tidak dengan membalas perbuatan mereka. Merelakan agar Tuhan dan waktu yang akan menghakimi, hingga pada suatu hari mereka akan sadar. Menyesal, dan merasa bersalah setiap akan tidur.

“I’ll let you die alone, with the mouth open.”

Sebait lirik yang diulang-ulang dengan emosi yang berbeda, mulai dari sendu, marah, dan lemas. Sebuah deretan kata penuh makna untuk orang-orang yang bisa kita sebut haters. Tak perlu membalas seperti yang mereka lakukan, membuat kita tidak ada bedanya dengan mereka. Karena kita tidak bisa membuat orang lain melakukan apa yang kita pikir itu benar, jadi lebih baik membiarkan apa yang mereka mau lakukan hingga mereka lelah dan berhenti melakukannya. Pada akhirnya mereka akan mati diatas tempat tidur dan tak pernah sadar akan kesalahan yang mereka perbuat dengan mulut yang masih terbuka. Penggambaran tindakan hate speech, yang selalu sibuk mencari kesalahan orang lain, terhasut dengki dan iri, tak sadar hingga ajal menjemput.

Pemilihan judul ‘Dopamine Cyberpunkdiambil dari kata “dopamine”, zat kimia di dalam otak yang bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sensasi yang menyenangkan. Sedangkan “cyberpunk” adalah sebuah subgenre fiksi ilmiah yang menggambarkan keadaan distopia disertai pemanfaatan teknologi tingkat tinggi. Cerita-cerita cyberpunk umumnya terjadi pada masa depan yang tidak jauh dari masa kini dan di dalamnya banyak ditemui unsur-unsur film noir serta tokoh dan elemen seperti hacker, perusahaan besar, dan kecerdasan buatan.

Dari dua definisi tersebut, ‘Dopamine Cyberpunk merepresentasikan hal yang paling indah untuk masa depan adalah tidak membalas dendam dengan kekejaman tapi tetap dengan berbuat baik sehingga tidak terjadi saling balas dendam yang akan terus terjadi pada generasi selanjutnya.

Lagu ini sudah direkam dan diciptakan, serta diproduksi oleh Mighfar Records sejak bulan Mei tahun 2022. Semua instrumen dan aransemen diciptakan oleh Mighfar, kecuali instrumen bass dibantu oleh bassist dari band Redwine, Yosan Aponno. Karena konsep fase album pertama bercerita tentang depresi dan kesedihan, maka ‘Dopamine Cyberpunkbaru dirilis pada tahun 2023 sebagai lagu pembuka menuju studio album kedua pada pertengahan tahun 2023.

Dengan genre yang mulai explore dan agak berbeda dengan album pertama, Mighfar mulai memberikan unsur indie rock dan sedikit sentuhan vibes yang fun, tapi tetap dibalut mood gelap dan kecewa. Track ini adalah salah satu yang paling minimalis. Ketika track lain penuh dengan instrumen sinthesizer, pad, gitar, drum, strings, horns section,Dopamine Cyberpunkhadir dengan dominasi efek gitar elektrik, dan sedikit pad. 

Sebuah treatment baru, Mighfar Suganda membiarkan dirinya memainkan lead gitar tidak hanya di tengah, namun dari awal sampai akhir mengikuti emosi lagu yang mengalir begitu saja. Hanya butuh 3x one take untuk menyelesaikan lagu ini. Begitu juga dengan lirik, Mighfar sudah mencoba menulis gaya penulisan baru yaitu lebih sederhana dan mudah dimengerti tapi dengan makna yang lebih mendalam.

Untuk menyesuaikan konsep cyberpunk, Mighfar mendesain artwork menggunakan teknologi AI dengan setiap kata imajinasinya yang akhirnya membentuk seorang wanita yang sedang tertidur disebuah kamar di era cyberpunk dengan perkiraan 100 atau 200 tahun kemudian. Dengan latar belakang kota cyberpunk, kota masa depan, didampingi robot layaknya gundam, menunjukkan dunia yang terasa hangat dan damai. Sebuah harapan apabila manusia bisa menahan rasa amarah, menghilangkan rasa dendam, terhindar dari perseteruan, atau bahkan perang, seluruh umat manusia hidup damai dan bahagia. Sebuah dunia indah di masa depan.

Klik untuk mendengarkan Dopamine Cyberpunk di Spotify.