Melodic Party: Waktunya Pamer Karya dan Berpesta!

Latest

Simak Single Kedua dari Aruna Dawn yang Berjudul ‘right person, wrong time’

Aruna Dawn merupakan singer-songwriter berusia 16 tahun asal Tangerang....

Video Musik Terbaru dari SLEEP PARALYSIS yang Berjudul ‘Dimensi’

SLEEP PARAYLISIS adalah band yang mengusung genre emo dari...

OVERGREY Rilis EP Bertajuk “Perfectly Imperfect”

OVERGREY adalah salah satu band pop punk asal kota...

Xerikho Hadir Kembali Dengan Kisah yang Manis

Yerikho Tobias atau lebih dikenal sebagai Xerikho merupakan seorang musisi pendatang baru...

Share

Pada suatu Minggu (27/3) yang cerah, Aldiz bersama Voice Hell kembali muncul ke permukaan dengan menggelar hajatan Melodic Party. Acara ini sudah tak terhitung berapa kali sudah digelar, hingga beliau juga lupa edisi yang dia jalankan kali ini.

Bertempat di Sekawan Social Space, acara yang ditargetkan mulai pada pukul 13:00, mengalami kendala teknis yang memakan waktu cukup lama hingga acara baru bisa dimulai pukul 14:30.

Dipimpin oleh Anggun Burning Dog selaku MC, acara dibuka dengan penampilan dari Frenemies yang membawakan nomor andalan dari Neck Deep dan All Time Low.

Kemudian disusul oleh Monday Better Friday dari Cilacap, yang memanaskan suasana dengan ‘All The Small Things’ milik Blink 182 dan lagu-lagu milik mereka sendiri, salah satunya adalah ‘Di Balik Luka’.

Penampil selanjutnya adalah Parkinglot, kuartet asal Sumpiuh ini menyajikan lagu pembuka milik Closehead ‘Berdiri Teman’, dan disusul oleh lagu mereka sendiri yaitu ‘I.S.N.A’ dan ‘Hanya Sementara’.

Sebuah band bernama The Alibi kemudian mendapat giliran untuk naik panggung. Band asal Cilacap ini menjadi anomali pada sore itu karena membawakan karya-karya sendiri dengan warna musik ala rock alternative yang memberikan sentuhan menyegarkan dengan komposisi brass section. Lagu ‘Berdamai Dengan Diri Sendiri’ dan ‘Kaca Mantra’ betul-betul menyajikan suguhan rock alternatif yang atraktif.

Kali ini giliran Flawless menguasai panggung. Kehadiran mereka menyulut gairah penonton untuk merapat ke bibir panggung, dan dalam sekejap area moshpit langsung dipenuhi oleh para petarung alias kung fu enjoyer. Flawless menampilkan sajian musik dengan warna emo/rock yang mengingatkan pada sebuah nama, Holding Absence. Bahkan lagu pertama saya pikir bukan karya mereka sendiri karena sang vokalis yang sepintas mirip Andre Stinky tidak menjelaskan lagunya.

Dari segi penampilan dan musikalitas, bagi saya tidak ada persoalan yang berarti. Bahkan poin penting bagi mereka karena berhasil memanaskan suasana gigs menjadi lebih bergairah. Namun, ada hal yang perlu mereka catat jika membaca tulisan ini. Dari lagu kedua yang mereka bawakan berjudul ‘Not Feel Empty With Ur Gone’, mungkin teman-teman Flawless perlu menilik ulang penulisan judul lagunya karena rumus penggunaan kata kepemilikan ‘your’ itu adalah dengan kata benda (noun) atau kata kerja berimbuhan -ing (verb+ing).

Selesai dengan Flawless, saatnya trio punk rock kawakan asal Purwokerto naik panggung. Monster Cock, band yang berdiri tahun 2003 kembali aktif menghiasi geliat musik Purwokerto sejak masa pandemi ini semakin mengajak penonton pecicilan dengan lagu-lagu bandel khas milik mereka.

Rammadhanial, seorang solois dengan format band asal Banjarnegara melanjutkan urutan rundown sore itu dengan membawakan karyanya dengan komposisi pada beberapa lagu yang mengingatkan pada New Found Glory era album “Coming Home”. Bahkan lagu kedua yang dibawakan, ‘Just Stay’ Rammadhanial menyelipkan teriakan yang cukup memorable milik Jordan Pundik pada lagu ‘It’s Not Your Fault’.

Penampilan selanjutnya adalah yang dinanti, tiada lain tiada bukan, Polkadots. Malang melintang di gegap gempita panggung pensi dari dalam hingga luar kota, Polkadots membuat kerumunan semakin masif. Dengan berbekal pengalaman dan diperkuat tim produksi yang profesional, mereka menunjukkan kualitas yang dibanggakan yang dimiliki Banyumas.

Penutup gelaran Melodic Party kali ini adalah sekelompok karang taruna kadaluarsa yang bernama Metroriot. Daya tarik mereka di acara benar-benar membuat penonton menjadi riot, namun untung hanya menggulingkan amplifier saja, bukan pemerintahan. Menutup penampilan dengan lagu ‘Cinta Ini Membunuhku’, aksi Metroriot membuat ketegangan penonton yang hadir menjadi turun dan acara selesai dengan tertib dan tepat waktu.