Band metalcore/melodic hardcore Convalescent kembali menghadirkan rilisan terbaru lewat single berjudul “Pulling Teeth” yang telah resmi dirilis pada 9 Maret 2026. Saat ini, band tersebut diperkuat oleh Abid Raihan (vokal), Randy Aris (gitar), Tengku Ferdiansyah (gitar), dan Arfan Wiantara (bass). Sejak terbentuk pada 2021, Convalescent telah mengalami beberapa perubahan formasi sebelum akhirnya menemukan susunan personel yang sekarang.
“Pulling Teeth” berangkat dari pengalaman personal salah satu anggota band. Lagu ini lahir dari refleksi atas sebuah malam ketika ia menyadari bahwa dirinya justru menjadi musuh terbesar bagi dirinya sendiri. Malam tersebut dilalui dalam keheningan hingga pagi, memunculkan kesadaran akan kondisi mati rasa yang tengah dialami. Dalam situasi itu, berbagai upaya dilakukan untuk kembali merasakan emosi, namun tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi titik awal lahirnya ide dan emosi yang dituangkan dalam lagu ini.
Secara makna, istilah pulling teeth merujuk pada sesuatu yang terasa sangat sulit atau membutuhkan usaha besar. Konsep ini menjadi dasar narasi lagu, yang mengangkat pergulatan batin terkait rasa tidak aman terhadap diri sendiri serta kondisi mati rasa secara emosional.
Single ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju album penuh Convalescent yang tengah dipersiapkan dan direncanakan rilis dalam tahun ini. Kehadiran “Pulling Teeth” sekaligus memberi gambaran awal mengenai arah musikal dan lanskap emosional yang akan diusung dalam album mendatang.
Dalam proses kreatifnya, Convalescent mengerjakan sebagian besar materi secara mandiri, mulai dari pengembangan ide hingga penyusunan komposisi. Sementara itu, proses rekaman drum dilakukan dengan dukungan dari Benji Music Studio.
Selain perilisan single, Convalescent juga tengah menyiapkan video musik untuk “Pulling Teeth” yang saat ini masih dalam tahap pengembangan konsep. Video tersebut direncanakan rilis pada April 2026.
Melalui lagu ini, Convalescent menjadikan “Pulling Teeth” sebagai medium yang merepresentasikan pengalaman emosional yang mungkin juga dirasakan banyak orang. Mereka ingin lagu ini dapat menjangkau pendengar dengan pengalaman serupa, sekaligus mendorong proses memahami dan menerima emosi yang sedang dihadapi.





