Merespon Kehilangan dan Merelakan, Saturia Rilis Lagu Baru ‘Broken Pieces’

Share

Keberadaan rasa sakit memang tak tergantung pada kata maupun bahasa. Barangkali kata bisa berubah, bahasa bisa berganti. Rasa sakit tetaplah sama dan tak kunjung terungkap hanya dengan kata-kata. Akan tetapi pada rilisan terbarunya, Saturia mengajak para pendengar untuk menyadari bahwa hidup tidak selalu dengan apa yang ada bersama kita sekarang.

Band alternatif-rock asal kota gudeg yang kini dipunggawai oleh Benedictus Aditya (vocal), Lionardo Bagaskara (gitar), Martin Paramarta (bass), dan Abraham Micho (drum) mengumumkan peluncuran lagu terbarunya berjudul ‘Broken Pieces‘ pada 12 Agustus 2022.

Lirik lagu ini ditulis oleh Adit yang ingin merespon perasaan seorang yang ditinggal oleh kekasihnya. Hingga ia merasakan ada bagian yang benar-benar hilang dalam hidupnya. Lambat laun ia mampu berdamai dan tidak merasakan kesedihan yang berlarut. Pada akhirnya, ia bisa merasakan hidup yang sesungguhnya dan menemukan hal-hal baru dengan ‘mudah’ merelakan.

Dummy lagu Broken Pieces dibuat Martin dan Micho, lirik ditulis oleh Adit. Setelah selesai menulis lirik akhirnya dipasrahkan ke Leonardo Borneva dan Shinta Theofani untuk pengolahan lirik dalam tata bahasa Inggris. Pada single ini kebetulan ada yang merasakan pengalaman tentang bagaimana sulitnya move on yang berujung pada larutnya kesedihan. Pada akhirnya kesedihan pun berakhir karena sudah menemukan serpihan yang baru untuk mengisi serpihan yang ditinggal kemarin.

Saturia juga menyampaikan bahwa masih banyak serpihan yang harus dicari dan jangan stuck untuk mempertahankan satu serpihan yang sudah tidak perlu dipertahankan lagi.

Pada reff Broken Pieces tak ada penggalan lirik, hanya berisi crowd dan drop yang dibantu teman-teman Saturia. Lagu ini akan menjadi karya pertama Saturia setelah meneguhkan hati untuk mengubah formasinya menjadi empat personel, yang sebelumnya berlima, serta menjadi single pembuka untuk album pertama Saturia.

Tak beda jauh dengan single ‘Manic‘, proses produksi Broken Pieces dilakukan di Satrio Piningit Studio. Proses recording ditangani oleh Victoris dan Patricius Alvio. Serta proses mixing dan mastering langsung dikerjakan oleh The One and Only Sasi Kirono. Additional keyboard dikerjakan oleh Ignatius Dimas dan artwork Broken Pieces menggunakan foto dari salah satu teman kami, Charisa yang dipotret dan diedit oleh Martin Paramarta.

Saturia berharap semoga setelah memutuskan berempat (genap) sudah tak ada lagi keganjilan di hari esok. Saturia juga berharap lagu ini bisa dinikmati pendengar dengan memahami bahwa hidup terus berjalan dan tak perlu terlalu larut dalam kesedihan apa pun.  Single baru ini bisa didengarkan di berbagai plaatfom digital seperti YouTube, Spotify, iTunes, Deezer, Joox, dll.

Dengarkan Broken Pieces di Spotify.