Setelah 3 minggu perilisan lagu ‘Aurora Catastrophe’, Mighfar Suganda kembali merilis single terbaru berjudul ‘Drown Eyes (OST Meanor)’ pada 1 Juli 2022, lanjutan dan klimaks dari cerita ‘Dance on Fire’, yang berkisah tentang seseorang yang bersedia menghadapi resiko sakit hati karena terus berharap mantan kekasihnya untuk tetap tinggal walaupun sudah tidak ada hubungan. Drown Eyes adalah sebuah simbol “perjuangan terakhir” dengan seluruh tenaga untuk membuat mantan kekasihnya kembali.
Lagu ini sebenarnya tidak pernah direncanakan akan tercipta, namun dalam proses aransemen dan produksi lagu Dance on Fire yang terlalu panjang Mighfar menemukan satu beat dari notasi dasar yang cukup unik dan berbeda. Awalnya lagu ini ditujukan menjadi sebuah outro pendek, tapi karena tidak sengaja memberikan sentuhan drum, strings, choir, dan lead gitar yang energik, maka tercipta lagu Drown Eyes.
Drown Eyes mempunyai makna mata yang tenggelam, yaitu sudah terlalu lama menahan rasa sakit, menangis sampai tenggelam oleh air mata sendiri, merasa “sudah cukup berjuang” di satu titik terakhir, dimana cuma ada satu pilihan untuk melanjutkan hidup, yaitu menyerah dan mundur. Karena manusia terkadang tidak percaya, pengalaman dan merasakan sendiri kenyataan nya adalah sebuah jawaban pasti daripada saran guru sehebat apapun, dengan latar belakang perjuangan seseorang yang keras kepala, sampai pada titik darah penghabisan.
Sesuai tema perjuangan terakhir, Mighfar memproduksi secara totalitas secara kualitas sound, teknik, instrumen, dan skill. Menjadi lagu paling nge-beat, rumit, dan sulit untuk dimainkan pada album ini, dimana diawali dengan vokal, lalu piano pada awal lagu, disambut drum rumit yang energik, choir puluhan layer, dan dibarengi lead gitar yang cepat dan melengking dengan beberapa teknik tapping dan shredding guitar, strings dan vibraphone yang mendukung ketukan, serta vokal sendu diakhir, menandakan sebuah perjuangan terakhir, sampai tenggelam dalam air mata sendiri.
Drown Eyes mempunyai durasi paling pendek, namun padat dan berisi, bertema calm before the storm, menyerang secara tiba-tiba dan harmonisasi tiap instrumen yang memberi kesan klimaks dan tinggi. Semua instrumen dan vocal direkam sendiri oleh Mighfar Suganda, dan dibantu lagi oleh dibantu oleh Yosan L.C Aponno, additional bassist yang setia membantu Mighfar di berbagai panggung, yang memberikan sub low yang pas untuk musik Mighfar Suganda dengan konsep dan tema paradoks dari penulisan lirik.
Drown Eyes melengkapi tema dan memberi warna segar di album Meanor dimana mayoritas lagu beatnya lebih chill dan halus, sedangkan lagu ini memberikan puncak emosi klimaks dari album Meanor. dan rencananya lagu ini akan di medley menjadi satu bagian berdurasi total 8 menit berjudul Dance on Fire, Drown Eyes. yang menjadi salah satu track inti di album Meanor yang rencana dirilis bulan September/Oktober 2022.
Artwork dari lagu Drown Eyes didesain sendiri oleh Mighfar Suganda dari sebuah foto konsernya, tepatnya di Tretes, Jawa Timur. Kala itu kebetulan hujan deras mengguyur, namun konser tetap berlanjut, penonton tetap menari dibawah hujan deras, dan terdokumentasikan sebuah foto yang cukup unik. Mighfar Suganda bermain gitar diantara percikan air hujan yang mengguyur, sesuai tema lagu Drown Eyes, hujan turun deras mengguyur, air mata juga ikut turun diantara jutaan tetes air hujan.
Drown Eyes menjadi track ke-5 yang dirilis pada tahun 2022 semakin mendekati album Meanor, yang akan disusul dengan film pendek dan musik video yang punya benang merah.





