The Roty Broi: Logo Pabrik Roti Garap Megaproyek NFT Gandeng Seniman Surabaya

Share

THE BROY adalah seniman Surabaya yang cukup prolifik pamornya. Namanya sebagai ilustrator cukup moncer. Melihat potensi The Broy, Logo Pabrik Roti memutuskan untuk berkolaborasi lewat sebuah proyek NFT (Non Fungiable Token) generatif yang dipasarkan menjadi 1.047 karakter pada Kamis, 20 Januari 2022 di situs rotybroi.endhonesa.com. Karya kolaboratif ini adalah proyek NFTs pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan di Surabaya.  Karya-karya itu, nantinya akan dirilis di Polygon blockchain.

Proyek The Roty Broi NFTs adalah sebuah bentuk upaya adaptasi seniman atau kreator terhadap perkembangan teknologi Blockchain. Sebuah teknologi yang digadang-gadang bakal menjadi dasar bagi perkembangan metaverse. Harapannya, proyek ini adalah mega pilot project NFT buat kreator maupun investor di Surabaya agar dapat bersaing di market global. 

Tema kekaryaan The Broy dalam kolaborasi ini bertajuk universe “Melting Land”. The Broy dan Logo Pabrik Roti bersepakat bahwa dunia saban hari semakin tampak pucat dan seolah-olah sedang mendekati kiamat. Momentum pre-apokalips inilah yang  disitir oleh seniman untuk membicarakan kritik atas kerusakan lingkungan yang dibicarakan dengan nada satir, komikal, dengan bumbu humor lokal. 

“Ketika menyusun universe Melting Land, aku berpikir tentang kepanikan yang terjadi di hari-hari akhir. Aku membayangkan ketika bumi semakin rusak, tak hanya es atau kutub saja yang mencair. Barangkali di masa depan, tanah juga bisa meleleh,” ujar  The Broy.  

The Broy masih memilih pola ilustratif old school khas dirinya, sebagai medium karakter-karakternya yang lucu sekaligus genuine.  Ia telah menciptakan 175 aset visual, dan diduplikasi menjadi 1.047 gambar yang siap untuk dikoleksi. 

Baker dari The Roty Broi, Suwar Kainde mengatakan “The Roty Broi merupakan sebuah lompatan bagi industri kreatif Surabaya secara global karena sampai sekarang NFTs masih sangat awal dan terus berkembang dalam pasar global. Melihat adanya potensi tersebut kami mencoba ikut untuk menjual karakter The Roty Broi beserta road map yang keren. Gagasan dari proyek The Roty  Broi berawal dari fakta bahwa bumi setiap hari bertambah buruk dan bukan hal yang mustahil jika suatu hari hancur. Kesadaran itu ingin kita sampaikan dengan menciptakan universe The Melting Land yang sudah siap meleleh pada bulan Februari 2022,”  kata Suwar.  

Kenapa memilih format NFT? 

My Receipt sebagai developer berpendapat teknologi dalam NFT, yaitu blockchain, adalah titik vital transaksi jual beli aset digital khususnya untuk karya seni. Tak hanya transaksi karya dengan format Jpeg, tetapi, token yang dihasilkan oleh smart contract. Pembeli bisa memiliki sertifikat kepemilikan aset yang diakui oleh sistem blockchain. Dalam karya kolaborasi kali ini, The Roty Broi memilih Polygon, sebab matic aset cryptocurrency-nya memiliki potensi ekonomi yang tinggi.  Seri NFTs PFP (profile for photo) ini adalah representasi imajinasi si kreator, The Broy.  

Selain memiliki nilai artistik yang tinggi, The Roty Broi juga memiliki nilai investasi yang tak kalah potensial menurut Qembones yang menjabat sebagai Community Leader. Nilai investasi ini sudah dirasakan oleh para kolektor di luar sana. Sedangkan untuk di Indonesia dirasakan oleh ratusan orang yang membeli karya selfie NFT yang viral belakangan ini. Kegemparan ini mengakibatkan banyak orang penasaran dan tertarik turut berinvestasi dalam NFT. 

Nama Acara : Pre-sale 1 The Roty Broi 

Tanggal Pelaksanaan : 20-1-2022 

Tempat : rotybroi.endhonesa.com 

Sifat Acara : Online 

Penyelenggara : TheRotyBroi 

Emali : pabrikroti.idn@gmail.com 

Twitter: : @TherotyBroi 

Informasi Lebih Lanjut: 

Baker: 

Suwar Kainde 

081336596157 

pabrikroti.idn@gmail.com