Secara sadar atau tidak sadar, peran musisi Tarling (Gitar dan Suling) mungkin tidak terlalu mendapat tempat apabila dibandingkan dengan pelantun syair atau penembang pada kesenian tarling. Sebut saja penembang seperti Jayana, Abdul Ajib, Dariah, atau Sunarto. Nama-nama tersebut mungkin lebih identik dengan dunia tarling dibandingkan dengan nayaga pemain gitar dan peniup suling pada zamannya.
Sudjana Partarnian, dikenal dengan nama “Mama Djana” seorang pria kelahiran Cirebon yang lahir sekitar 1930an. Ia memang dikenal sebagai pemain gitar dalam kesenian tarling. Memiliki seorang ibu yang mahir ber-macapat dan ayah yang pandai berpencak silat. Mama DJana justru memilih gitar sebagai hal yang ingin ditekuni. Senar dan resonansi kayu menjadi hal yang cukup akrab dengan Mama Djana sejak ia berusia 5 tahun.
Tanana Kubra berasal dari bahasa Cirebon yang artinya; “Jangan sampai sirna”. Ini menjadi isyarat bahwa keyakinan Mama Djana akan tarling klasik yang tak akan pernah lekang dimakan zaman. Berisi 10 track, album ini syarat progresi dan scale tarling klasik bernuansa 1940’an. Tanana Kubra tidak saja menyajikan bunyi gitar semata. Rangkaian demi rangkaian komposisi di dalamnya menjadi satu kesatuan yang akan membawa pendengar pada perenungan spiritual. Dalam sudut pandang teknis musik Tanana Kubra mampu merepresentasikan Cirebon sebagai wilayah pesisir kota. Hal tersebut akan kita temukan dalam keindahan notasi bernuansa Sunda, Jawa, Arab, China, bahkan gaya Spanyol.
Realisasi album Tanana Kubra merupakan implementasi kerja kolektif lintas wilayah. Kamarku Recording (Cirebon), Tilis Musik (Yogyakarta) dan segenap dukungan kawan baik dari Cirebon, Bali dan Yogyakarta menjadi roda penggerak di balik beberapa proses kerja album Tanana Kubra. Album ini dikerjakan secara bertahap, dimulai dari proses produksi dan mixing yang dilakukan di Cirebon, kemudian proses mastering, design cover, hingga produksi duplikasi kaset pita diproses dan dirilis oleh label musik asal kota Yogyakarta.
Album ini didedikasikan untuk mendiang istri tercinta alm. Entin Kartini, alm. Haniv Ghanim (rekan tercinta dalam proses produksi rekaman) dan semua pihak yang telah mendukung secara langsung dan tidak langsung dalam penyelesaian. Dalam kesederhanaan, pesan singkat yang selalu Mama Djana ucapkan adalah “Titip budaya dewek, budaya Tanana Kubra” (titip budaya sendiri, budaya jangan sampai sirna).

Artist: Mama Djana
Title: Tanana Kubra
Format: Cassette C-30 Stereo & Digital
Contain: 10 tracks of classic tarling
Label: Tilis Musik
Release date: 02 May 2021 17.00 (GMT+7)
Catalog number: TM008
License: Creative Commons License BY-NC
Stream/Donate:
https://mamadjana.bandcamp.
Produser Eksekutif: Tilis Musik & Sudjana Partarnian
Produser: Wukir Suryadi
Asisten Produser: Algo Yus Pratama
Gitar: Mama Djana
Suling: Sadiya aka Gorek
Studio: Rumah Sudjana Pertanian, 2014
Operator Rekam: Haniv Ghanim
Mixed & Mastered: Haniv Ghanim, Kamarku Recording, 2017
Logotype: Hartanto Kebo
Desain: Okta Samid
Tata letak: Bung Kalz
Foto: Haniv Ghanim
Alih Bahasa: Hilman Fatoni
Dirilis oleh Tilis Musik dengan lisensi terbuka Creative Commons License BY-NC.
SANGGAR CANDRA KIRANA
Jl. Samadikun Gg. Melati 7 No. 28
Kel. Kebon Baru – Kec. Kejaksan
Kota Cirebon, Jawa Barat Indonesia 45121
(+62) 858 4671 9210
TILIS MUSIK
Jl. Patangpuluhan 4A – Wirobrajan
Kota Yogyakarta, Indonesia 55251
(+62) 818 0435 2292
tilismusikmail@gmail.com // wukirsuryadi@gmail.com
Sosmed:
IG @wukirsuryadi // @sibungkalz // @yesnoshop_





