Pulau Laut adalah single terbaru milik Jalan Pulang. Single ini dikerjakan sebagai sebuah surat pribadi; sebuah catatan kerinduan; sebagai doa yang ditujukan untuk semua Ayah yang telah mendahului. Sebuah keikhlasan. Bukan sebuah ratapan. Meminjam tempat di mana Ayah dari personel Jalan Pulang (Agung) beristirahat, Pulau Laut, dijadikan sebagai judul.
Jalan Pulang membahasakan kerinduan dalam Pulau Laut dengan rangkaian lirik
Aku:
Entah bagaimana caranya
Kau menumbuhkan tangkai rindu
Pada reranting jemari yang tak pernah kau genggam lagi
Jejak langkahmu yang tertinggal, tak sepenuhnya mampu kuikuti
Dia:
Di satu pagi yang sepi
Kulihat kau melangkah sendiri
Tiada jejakku menemani perjalananmu yang berliku
Ku tahu pasti kau kan lelah dan terluka, tapi bukankah kita semua begitu?
*
Aku:
Aku tak bermaksud menangisimu
Dia:
Ingin kuhapus lelah dan air matamu
Aku:
Aku hanya terlalu merindukanmu
Aku & Dia:
Maafkan aku…
*
Melipat perahu untuk Ayah
Dari selembar doa yang mengalir dalam tubuh
Berlayarlah sejauh kau mau
Ku tahu, kini kau takkan pulang
*
Aku:
Aku tak bermaksud menangisimu
Dia:
Ingin kuhapus lelah dan air matamu
Aku:
Aku hanya terlalu merindukanmu
Aku & Dia:
Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku…
*
Melipat perahu untuk Ayah
Dari selembar doa yang mengalir dalam tubuh
Berlayarlah sejauh kau mau
Ku tahu, kini kau telah pulang
*
Melipat perahu untuk Ayah
Dari selembar doa yang mengalir dalam tubuh
Berlayarlah sejauh kau mau
Ku tahu, kini kau telah pulang
Berlayarlah sejauh kau inginkan
Dan singgahlah, engkau, di dalam mimpiku.
Songwriter: Irfan R. Darajat.
Recorded & Mixed by: Grayce Soba at Soba Studio.
Synth: Hengga Tyasa.
Artwork: Gilang Nuari.
Arr: Jalan Pulang.





