“The Big 4” merupakan julukan yang awalnya merupakan candaan bagi para pengisi album kompilasi yang diselenggarakan oleh salahsatu promotor musik metal di Indonesia pada medio 2016 silam, yang akhirnya mereka labeli komunitasnya dengan nama Ikatan Kegelapan. Deretan nama seperti Vein Of Valor, Hegemony of God, Walker, dan Bloody Underwear kala itu terpadu dalam sebuah album kompilasi dibawah naungan label Hellprint Record. Momentum telah berlalu, namun silaturahmi musik mereka masih erat terjalin hingga kini. Setelah beberapa kali mengadakan gigs reuni di Sumedang, akhirnya salah satu “founding father” menginisiasi reinkarnasi album kompilasi tersebut dengan format yang berbeda dan tentu lebih independent. Meski ditengah paruh kedua gelombang pandemi ini, mereka berambisi untuk membawa gelombang yang lebih besar, gelombang audiosonik yang mampu mengaliri darah dengan adrenaline. All hail.. digitalisasi reuni yang disupremasi oleh mereka dengan tajuk “The Big 4 – West Java Reunion”.
Menampilkan ..
Vein Of Valor merupakan band metal asal Tanjungsari, Sumedang. Diafirmasi sejak tahun 2014 dan konsisten beranggotakan Galih (Vocal), Azah (Bass), Syamsul (Guitar), Antonio (Guitar), dan Arian (Drum). Di tahun yang sama, mereka merelease debut single dengan judul Whispering Temptation. Tahun 2018 Vein Of Valor kembali merelease single yang berjudul D Minus 70 dan Human Eyes yang sukses menjadi propaganda. Vein Of Valor merupakan salah satu band metal yang sangat eksploratif dalam setiap karyanya, sehingga menghasilkan lagu-lagu yang penuh element of surprise.
Hegemony Of God yang mendeklarasikan diri sebagai band Melodic Death Metal ini berasal dari Kota Cianjur. Telah aktif di skena musik metal sejak tahun 2012 dengan merelease single Tunas Dosa Suci. Hingga tahun 2021, setidaknya mereka telah merelease satu full album yang berjudul “Prahara”, sejumlah single, dan telah berkontribusi untuk beberapa album kompilasi dengan menyumbang sejumlah track. Di tahun 2020 Hegemony of God hadir dalam formasi baru yaitu Dalang (Vocal), Lucky (Guitar), Bintang (Bass), dan Ilham (Drum).
Walker adalah sebuah embrio berbahaya di skena musik Thrash Metal di Indonesia. Bukan tanpa alasan, pada tahun 2019 Walker sukses menggelar peluncuran EP Album mereka yaitu “Thrash To The Future” di salahsatu Bar populer di Braga, Bandung yang kala itu penuh disesaki oleh para Metalhead. Band yang terbentuk pada tahun 2014 di Cikalong Wetan ini, kini lebih garang dengan hadirnya “engine” baru dalam kabin yaitu Rizal (Gitar) dan Andri (Lead Guitar), bersama para kreator awal yaitu Galih (Vocal), Ivan (Bass), dan Fahmi (Drum).
Glamsglory merupakan wujud evolusi dari salahsatu band metal yang lebih dulu dikenal sebagai Bloody Underwear. Berdiri pada tahun 2008, Bloody Underwear mengalami beberapa kali bongkar pasang personil, namun former dari band ini yaitu Okuy (Vocal) masih konsisten hingga terlahirlah Glamsglory dibersamai oleh Indra (Guitar), Redy (Bass), dan Bubung (Drum). Sepanjang perjalanan bermusik, Glamsglory telah memiliki 5 single andalan dengan ciri khas lirik yang mudah dicerna dengan dibalut musik metal yang easy listening seperti diantaranya lagu Membunuh Perlahan, Berdiri Angkuh dan Tak Terarah.





