Unit skramz asal Yogyakarta, Noire merilis EP terbaru mereka yang berjudul “Hyacinth (Prologue To Three Stages Of Unhappiness At The Remains And…)“. EP ini berisi tiga buah lagu, antara lain ‘Kota Luka Fragmen Pertama dan Kedua‘,’Hyacinth‘, dan ‘Usai‘ yang dirilis dalam format mini CD berbentuk bunga ungu pada 13 April lalu sebagai rilisan eksklusif gelaran Record Store Day Yogyakarta dan dicetak terbatas, dan dirilis digital pada 2 Mei lalu.
“Hyacinth“ (dibaca:hay-uh-sinth) atau dalam Bahasa Indonesia biasa dikenal dengan bunga yakut, merupakan sebuah perlambangan dari kesedihan, penyesalan, dan permintaan maaf. Ketiga lagu dalam EP ini seperti bunga hyacinth ungu, sebuah gerbang menuju kisah pilu dari masing-masing yang mendengarnya. Pada EP ini, Noire menyajikan karya mereka dengan menggunakan Bahasa Indonesia pada keseluruhan lagunya. Dibuka dengan nomor yang agresif pada ‘Kota Luka Fragmen Pertama dan Kedua‘, Noire memberikan dinamika pada lagu ‘Hyacinth‘. Lagu kedua ini menyajikan luapan emosi yang puitis, dengan komposisi lagu yang mengingatkan kita pada musikalisasi puisi milik Dian Sastro, namun dengan performa yang lebih bertenaga dan sentimental. Ditutup dengan ‘Usai‘, EP ini sungguh menyajikan perjalanan emosi yang naik turun bagi pendengarnya.
“Hyacinth (Prologue To Three Stages Of Unhappiness At The Remains And…)” akan menjadi pembuka bagi album Noire yang sedang memasuki masa workshop dan akan direncanakan muncul pada akhir tahun ini. “Hyacinth (Prologue To Three Stages Of Unhappiness At The Remains And…)” direkam secara live di Wacthtower Records Yogyakarta dengan dibantu Bable Sagala untuk di bagian drum.





