Unit Kosmiche Pank Rokk asal Jakarta, Dümmel, resmi merilis album penuh perdana mereka yang bertajuk Self-Titled. Album berisi tujuh track ini menjadi kulminasi dari perjalanan eksperimen suara yang dimulai sejak rilisan awal mereka, menandai fase baru sekaligus puncak pencarian identitas musik band ini.
Lagu-lagu di dalamnya adalah WFH (Wickedly Flouting Helplessness), Abandon From My Mind, Take a Shower, Reog Ponoreggae, Jakarta Beirut, Nothing There’s Motionless, dan Big Hits (feat. Rahmad Sumantri). Grup yang beranggotakan Denny Aulia (synth, vokal), Muhammad Fahmi (gitar, vokal), Hebiet Harike (bass), Fickry Yusuf (drum) memproduksi lagu-lagu yang menggabungkan rasa alienasi, kelelahan digital, dan kegelisahan eksistensial dengan kekacauan ritmis yang tetap terasa ringan dan kadang absurd. “Album ini menarik karena menyatukan empat karakter yang sangat berbeda dalam katalog musik masing-masing kita,” ungkap Muhammad Fahmi.
Proses pengerjaan album ini berlangsung serba mandiri, penuh keterbatasan tapi juga kebebasan. Mereka melakukan rekaman di berbagai tempat dari warung milik Muhammad Fahmi hingga gudang rumah Hebiet Harike, serta proses yang sempat terhenti karena laptop yang digunakan rusak. “Nyebelin pas laptop Banon (Denny Aulia) rusak, install software lagi, mixing ulang, missing file… itu draining dan stress banget!” ujar Hebiet Harike sambil tertawa.
Kolaborasi dengan Rahmad “Ape” Sumantri (Tarrkam) di lagu Big Hits juga menjadi salah satu momen paling berkesan. “Kami percaya sama kekuatan Ape sebagai penulis lirik, dan lagu itu pecah banget buat kami. Rasanya nggak mungkin kami bisa bikin lirik se-absurd itu sendiri.” Beber Denny Aulia.
Secara komposisi, Dümmel tetap setia pada definisi mereka sendiri: Kosmiche Pank Rokk, ramuan soundscape kosmik, synth analog, distorsi melayang, dan ritme dinamis yang meruang ke segala arah. Namun, secara keseluruhan pendekatan mereka juga terdengar lebih rapuh, kabur, dan jujur. “Kalau album ini menjelma jadi makhluk hidup? Burung puyuh: punya sayap tapi nggak bisa terbang,” ujar Fickry Yusuf. Artwork album ini digarap oleh Denny Aulia, memvisualisasikan absurditas dan nuansa kosmik yang selama ini jadi identitas Dümmel.
Album Self-Titled dirilis melalui Orange Cliff Records dan sudah tersedia di Bandcamp. Versi fisik berupa kaset juga disiapkan sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan dengan label ini. “Shoutout kepada Sir Dito, terbaik lah!”
“Album ini penting buat kami sebagai penanda waktu eksperimen dan introspeksi,” kata mereka. “Girang bukan main, yang penting terus bersenang-senang.”
Ke depan, Dümmel berencana menggelar showcase dan tur kecil. “Idealnya begitu, semoga ya,” tambah mereka santai.





