Penyanyi dan penulis lagu muda asal Jakarta, JAE atau Alfonsus Juan Carlo kembali merilis karya terbaru yang berjudul ‘0915’. Kali ini dengan nuansa grunge dan indie rock, ‘0915‘ menjadi terobosan terbaru JAE dalam musiknya: mengubah melodi lembut sang penyanyi-penulis lagu dan mengambil genre baru. Lagu-lagu seperti beabadoobee menginspirasi seniman berusia 19 tahun ini, yang kemudian menghasilkan gambaran rasa frustasi remaja terhadap masyarakat dan perasaannya sendiri, yang terpancar melalui instrumental yang intens.
Sesuai namanya, ‘0915‘ dirilis pada 15 September 2025, setelah proses produksi musik yang cepat, kurang dari satu bulan. Dalam proyek ini, JAE berkolaborasi dengan produser Rifqi Thoriq dan Levind Sutanto, yang sebelumnya mengerjakan lagu hit penyanyi tersebut, ‘In Our Paradise‘.
Jika debutnya membawakan pendengar ke nirmana impian JAE, ‘0915‘ membawa realita JAE yang menggemparkan. Liriknya menggambarkan kesulitan untuk memutuskan siklus kekambuhan yang seakan tak berujung, dilanjutkan dengan urgensi kebencian yang ditujukan baik untuk diri sendiri maupun orang yang JAE sayangi. Inti dari lagu ‘0915‘ dapat digambarkan sebagai seekor anjing yang merintih dan enggan kembali kepada pemiliknya yang lalai karena kesetiaan yang telah diwariskan dalam darahnya.
“Pada suatu saat, saya hanya bisa menerima betapa mati rasa dan hampa rasanya, terus-menerus mengejar perasaan terburu-buru yang saya dambakan untuk mencari validasi mereka,” kata penyanyi itu tentang emosi yang ia rasakan saat menulis ‘0915‘.
“Saya juga mengekspresikan kemarahan, kebingungan tentang keinginan untuk kembali atau membenci mereka bahkan setelah semua rasa sakit itu di dalam lagu ini.”
Berbeda dengan delusi ‘In Our Paradise‘ yang menenangkan, nuansa musik terbaru JAE berubah 180° dengan petikan energik, energi gelap, dan instrumental yang menggebu-gebu. Genre indie rock sendiri berada di luar zona nyaman JAE, tetapi ia merasa genre tersebut sesuai dengan makna lagu untuk mengekspresikan rasa frustrasinya dengan lebih baik, dengan betapa menyesakkan dan memacu adrenalinnya instrumental tersebut.
Setelah menemukan dan mengaransemen kord yang tepat bersama produsernya, JAE menggambarkan pengalaman mendengarkannya sebagai sesuatu yang mentah, intens, serta memacu adrenalin.
“Saya suka bagaimana musiknya terasa seperti baru namun berpengalaman,” penulis lagu muda ini mendorong musiknya untuk mencekik penonton, membenamkan pendengar dalam adrenalin dan amarah yang membara.
Video lirik ‘0915‘, yang tersedia di YouTube, semakin menyoroti esensi lagu tersebut. Siklus cinta yang toksik memunculkan mekanisme koping yang toksik, ditunjukkan dalam kebiasaan merokok remaja yang memberontak: teriakan minta tolong untuk merasakan sesuatu selain mati rasa, di tengah asap. Namun, di tengah semua kenegatifan ini, JAE ingin lagu ini
menemani orang lain yang mengalami siklus yang sama tanpa henti, agar mereka tahu bahwa mereka tidak pernah sendirian dalam semua ini.
“Tidak apa-apa jika hidup terasa repetitif, tidak apa-apa jika kamu mati rasa di suatu titik,” jelas remaja berusia 19 tahun itu. “Pada akhirnya, kamu akan merangkak keluar dari kulitmu bukan untuk mereka, tetapi untuk terlahir kembali sebagai individu yang seharusnya kamu jadikan dirimu sejak awal.”
Setelah merilis ‘0915‘, JAE fokus pada rilisan terbarunya yang dijadwalkan Februari 2026, “You Were (Mine)” dengan mengusung warna musik alternatif, indie pop, serta membahas tema-tema romantisasi nostalgia.





