News

Tsupablo Tegaskan Eksistensi Lewat Single Intens “How Come?”

Band hardcore asal Purwokerto, Tsupablo, kembali menegaskan eksistensinya di skena musik underground lewat perilisan single terbaru bertajuk “How Come?”. Dikenal dengan pendekatan experimental hardcore yang agresif sekaligus eksploratif, Tsupablo terus memperluas batas-batas musikal mereka tanpa meninggalkan karakter hardcore yang raw dan lugas, yang menjadi identitas utama. “How Come?” hadir sebagai refleksi personal yang tajam. Judulnya menjadi sebuah pertanyaan besar untuk diri sendiri, untuk orang lain, dan untuk siapa saja yang pernah dilanda keraguan akan kapasitas dirinya. Secara musikal, Tsupablo meramu komposisi yang padat dan emosional. Lirik yang tegas berpadu dengan riff gitar kokoh yang menghantam, bass line mendayu yang memberi kedalaman atmosfer, serta pattern drum yang intens dan menghentak. Kombinasi ini melahirkan lanskap suara yang terdengar syahdu namun tetap beringas.

Read More »
PAMLAX "Mood Swing"

Dengarkan Gelombang Revivalist 90’an Ala PAMLAX

Gelombang revivalist music 90an tampaknya masih akan terus menerjang skena music di tahun ini. Salah satunya kemunculan kakak beradik, PAMLAX, dari Surabaya. Duo Ellkalle (Ell) pada gitar dan adiknya, Millo, ini lahir pada tahun 2024 sebagai sebuah duo bersaudara yang bergerak di ranah alternative rock, grunge, dan pengaruh 90’s hardcore. Dengan istilah genre nugaze /grungegaze — PAMLAX memadukan sound vintage dengan pendekatan modern dan emosional. Lirik-lirik PAMLAX bersifat personal namun mudah dirasakan banyak pendengar, menggambarkan kegelisahan, kebingungan, dan dinamika emosional anak muda.  “Genre PAMLAX — GrungeGaze,” ujar Ell & Millo, “adalah representasi dari dua kepala dengan referensi berbeda, seperti anak lugu yang masih mencari bentuk idealisme bermusik.” Sebelumnya, PAMLAX telah merilis mini album debut berjudul “in No Cent”, yang berisi

Read More »
Ruzan & Vita - Rayuanmu

Sambut Valentine, Ruzan & Vita Rilis MV Vibe Kenangan Romantis di Masa Remaja

Masih ingat dengan duo Ruzan & Vita yang merilis album Pesta Rock n Roll (20th Anniversary of Love and Happiness) 13 Juni tahun lalu? Album debut pasangan suami istri yang menjadi medium perayaan 20 tahun asmara mereka ini menawarkan warna vokal pop dan jazz dari Vita yang diimbangi dengan permainan gitar Ruzan yang lebih nge-blues, sehingga lagu-lagu mereka nyaman dinikmati setiap saat. Tidak berhenti di situ, keduanya aktif memperdengarkan album ini melalui berbagai gigs, festival, radio visit, dan tur promo ke beberapa kota. Kini mereka kembali dengan meluncurkan video klip untuk lagu “Rayuanmu” yang sekaligus menjadi salah satu single dari album tersebut. Lagu yang dimulai dengan intro petikan gitar Ruzan Fikra ini berisi ungkapan dan ajakan cinta yang romantis melalui

Read More »

Katya Rilis “Mariticide”, Eksplorasi Melankolis dari Tragedi yang Tak Lazim

Setelah sukses mencuri perhatian penikmat musik dan media lewat single debut bertajuk ‘Some of Us’, unit Indie Rock/Shoegaze asal Jakarta Selatan, Katya, kini kembali dengan rilisan lanjutan berjudul ‘Mariticide’. Jika pada karya sebelumnya mereka tampil dengan energi yang lebih lugas, di single terbaru ini Katya mengeksplorasi sisi yang lebih melankolis. Aransemen yang terdengar lembut dan atmosferik berpadu dengan lirik yang tetap tajam, membuat setiap kalimat terasa menghujam dan meninggalkan kesan mendalam bagi pendengarnya. Dalam proses penulisan ‘Mariticide’, Katya disebut terinspirasi dari sebuah tragedi pembunuhan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya. Istilah ‘Mariticide’ sendiri diambil dari terminologi Latin yang merujuk pada peristiwa tragis tersebut. Mengangkat tema yang terbilang tidak lazim, Katya kembali menunjukkan kemampuannya mengolah materi gelap menjadi komposisi yang justru

Read More »
vieww - Cliche

Usai Vakum Tiga Tahun, vievv Hadirkan Single Terbaru “Cliché”

Grup musik vievv resmi meluncurkan single terbaru bertajuk “Cliché” pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi single kelima mereka sekaligus karya pertama yang dirilis setelah tiga tahun vakum sejak perilisan terakhir. Lewat “Cliché”, vievv menghadirkan nuansa berbeda melalui eksplorasi musikal yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. Lagu ini juga menampilkan Akira Andana sebagai vokalis perempuan, yang menghadirkan lapisan emosi tambahan dan memperkaya keseluruhan aransemen. “Cliché” diawali dengan balutan melodi gitar dan synth yang lembut, mengiringi lirik bernada muram. Komposisinya kemudian berkembang secara perlahan hingga mencapai penutup berupa dentuman noise yang kuat dan intens. Kombinasi tersebut melahirkan kontras tajam antara sisi indah dan rasa gelisah, yang menjadi benang merah lagu ini. “This room is getting smaller nowI’m feeling suffocated and I

Read More »

Single Terbaru AEROCKS “When I’m Ready” Angkat Kisah Kehilangan

AEROCKS secara resmi meluncurkan single terbarunya bertajuk “When I’m Ready” pada 29 Desember 2025. Lagu ini menjadi penutup akhir tahun yang sarat emosi, menghadirkan nuansa romantis, sendu, serta perasaan kehilangan yang dikemas dalam balutan aransemen rock/pop yang lembut namun tetap menghantam perasaan pendengarnya. “When I’m Ready” mengisahkan perjalanan seorang pria yang tengah berusaha memulihkan diri dari luka mendalam akibat kegagalan kisah cintanya di masa lalu. Di tengah proses penyembuhan tersebut, hadir sosok perempuan yang mencoba membangkitkan kembali semangat hidupnya dengan menawarkan cinta yang tulus. Meski begitu, kondisi sang pria masih belum sepenuhnya pulih dan bayang-bayang kekecewaan masih menghantui. Dengan penuh kesabaran, perempuan tersebut rela menunggu hingga luka itu benar-benar sembuh dan pria itu siap kembali membuka hatinya. Dari sisi musikal,

Read More »

Maknai Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Band Airportradio Hadirkan Dua Lagu untuk Bangkit Dari Trauma

Sehubungan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang terlaksana pada 25 November hingga 10 Desember, band bergenre hazy dream pop, Airportradio merilis dua lagu yang mengajak pendengar bangkit dari trauma kekerasan berbasis gender melalui kekuatan dukungan orang-orang terdekat. Dengan judul “Semesta Kecil” dan “Bunga Tengah Hari” dirilis pada 6 Desember 2025, melalui kerja sama dengan label rekaman demajors. Tentang “Semesta Kecil” dan “Bunga Tengah Hari” Sejak Airportradio berdiri di tahun 2005, band ini tidak menggunakan instrumen gitar untuk menghindari suara riuh. Kebisingan dalam kesunyian tetap menjadi kekhasan komposisi. “Semesta Kecil” dibuka dengan puisi yang sunyi dan kemudian ditutup dengan ketukan drum yang menyemangati sebagai pengantar ke bagian puncak lagu di akhir yang dinyanyikan dan ditutup dengan keriuhan

Read More »

Pratama Hadirkan Nuansa 90-an di “Mercusuar”

Indonesia terus melahirkan musisi-musisi baru dari berbagai daerah, meskipun harus menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil serta sistem pemerintahan yang kerap menjadi tantangan bagi masyarakat. Namun situasi tersebut tidak memudarkan semangat berkarya para seniman tanah air untuk terus menghasilkan karya musik orisinal. Salah satunya adalah Pratama, musisi asal Padang yang tetap konsisten merilis karya dengan semangat musik tongkrongan khas era 90-an ala Potlot. Pratama menjadi salah satu dari banyak musisi di ibu kota yang menjalani kehidupan sebagai pekerja kantoran. Di tengah kesibukannya sebagai karyawan korporat dengan berbagai tuntutan pekerjaan, ia tetap mampu menyalurkan kreativitasnya lewat single berjudul “Mercusuar”. Lagu ini seolah membawa pendengarnya kembali ke suasana tahun 90-an hingga awal 2000-an, menghadirkan nuansa anak band tongkrongan yang kental dengan kritik

Read More »

Langthiep Rilis Single Terbaru “Memorabilia”, Potret Luka Batin dan Kerinduan akan Ketenangan

Gitaris sekaligus musisi asal Purwokerto, Langthiep, menyapa pendengar lewat karya perdananya yang berjudul “Memorabilia”. Single ini menjadi ungkapan jujur tentang perjalanan batin seseorang yang merasa hidupnya berjalan jauh dari harapan, dipenuhi beban, serta luka masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh. Dalam “Memorabilia”, Langthiep menggambarkan sosok yang kerap merasa sendiri, terjebak dalam pikirannya sendiri, dan sulit menemukan tempat untuk melarikan diri maupun berbagi cerita. Kesepian menjadi teman yang terus hadir, sementara bayang-bayang masa lalu seakan tak pernah benar-benar pergi. Kenangan-kenangan lama yang disebut sebagai “memorabilia”, tersimpan rapi namun justru terus membayangi hidupnya. Momen-momen tersebut bukan hanya sekadar ingatan indah, tetapi juga menjadi pengingat akan masa di mana ketenangan pernah hadir. Kerinduan terhadap rasa damai itulah yang menjadi benang merah dalam lagu

Read More »

Space Invasion: All The Things We Never Said In Inertia Intimate Showcase

Bunga-bunga Mekar dan Kuncup dalam Satu Malam “Bunyi-bunyian sipongang memantul dan bergaung pada empat sisi tembok aula, kemudian diserap sebagai pemicu perjalanan transenden oleh kerumunan yang menunduk pada muka altar, beberapa orang sesenggukan.” (Yanto Gadil, 37 tahun, Anggota Dewan Kesedihan Banyumas) Prolog             Sudah menjadi hal lumrah, Hetero Space Purwokerto jadi ruang dengan aktivitas gelaran kegiatan kolektif dan komunitas paling masif di kota ini beberapa tahun ke belakang. Tidak terkecuali bagi kolektif salah arah (Heartcorner) dan beberapa rekanan serta produk pendampingnya. Kolektif ini menutup deretan penyelenggaraan gigs pada 2025 dengan manuver sentimentil, yang harusnya cukup untuk sekadar meninggalkan jejak pada spektator sebagai radar di gelombang kejut berikutnya. Opini ini terlintas beberapa menit setelah gelaran ‘Space Invasion’ selesai pada 6 Desember

Read More »

Tsupablo Tegaskan Eksistensi Lewat Single Intens “How Come?”

Band hardcore asal Purwokerto, Tsupablo, kembali menegaskan eksistensinya di skena musik underground lewat perilisan single terbaru bertajuk “How Come?”. Dikenal dengan pendekatan experimental hardcore yang agresif sekaligus eksploratif, Tsupablo terus memperluas batas-batas musikal mereka tanpa meninggalkan karakter hardcore yang raw dan lugas, yang menjadi identitas utama. “How Come?” hadir sebagai

Read More »
PAMLAX "Mood Swing"

Dengarkan Gelombang Revivalist 90’an Ala PAMLAX

Gelombang revivalist music 90an tampaknya masih akan terus menerjang skena music di tahun ini. Salah satunya kemunculan kakak beradik, PAMLAX, dari Surabaya. Duo Ellkalle (Ell) pada gitar dan adiknya, Millo, ini lahir pada tahun 2024 sebagai sebuah duo bersaudara yang bergerak di ranah alternative rock, grunge, dan pengaruh 90’s hardcore.

Read More »
vieww - Cliche

Usai Vakum Tiga Tahun, vievv Hadirkan Single Terbaru “Cliché”

Grup musik vievv resmi meluncurkan single terbaru bertajuk “Cliché” pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi single kelima mereka sekaligus karya pertama yang dirilis setelah tiga tahun vakum sejak perilisan terakhir. Lewat “Cliché”, vievv menghadirkan nuansa berbeda melalui eksplorasi musikal yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. Lagu ini juga menampilkan

Read More »

Single Terbaru AEROCKS “When I’m Ready” Angkat Kisah Kehilangan

AEROCKS secara resmi meluncurkan single terbarunya bertajuk “When I’m Ready” pada 29 Desember 2025. Lagu ini menjadi penutup akhir tahun yang sarat emosi, menghadirkan nuansa romantis, sendu, serta perasaan kehilangan yang dikemas dalam balutan aransemen rock/pop yang lembut namun tetap menghantam perasaan pendengarnya. “When I’m Ready” mengisahkan perjalanan seorang pria

Read More »

Maknai Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Band Airportradio Hadirkan Dua Lagu untuk Bangkit Dari Trauma

Sehubungan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang terlaksana pada 25 November hingga 10 Desember, band bergenre hazy dream pop, Airportradio merilis dua lagu yang mengajak pendengar bangkit dari trauma kekerasan berbasis gender melalui kekuatan dukungan orang-orang terdekat. Dengan judul “Semesta Kecil” dan “Bunga Tengah Hari” dirilis

Read More »

Pratama Hadirkan Nuansa 90-an di “Mercusuar”

Indonesia terus melahirkan musisi-musisi baru dari berbagai daerah, meskipun harus menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil serta sistem pemerintahan yang kerap menjadi tantangan bagi masyarakat. Namun situasi tersebut tidak memudarkan semangat berkarya para seniman tanah air untuk terus menghasilkan karya musik orisinal. Salah satunya adalah Pratama, musisi asal Padang yang

Read More »

Langthiep Rilis Single Terbaru “Memorabilia”, Potret Luka Batin dan Kerinduan akan Ketenangan

Gitaris sekaligus musisi asal Purwokerto, Langthiep, menyapa pendengar lewat karya perdananya yang berjudul “Memorabilia”. Single ini menjadi ungkapan jujur tentang perjalanan batin seseorang yang merasa hidupnya berjalan jauh dari harapan, dipenuhi beban, serta luka masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh. Dalam “Memorabilia”, Langthiep menggambarkan sosok yang kerap merasa sendiri, terjebak

Read More »

Space Invasion: All The Things We Never Said In Inertia Intimate Showcase

Bunga-bunga Mekar dan Kuncup dalam Satu Malam “Bunyi-bunyian sipongang memantul dan bergaung pada empat sisi tembok aula, kemudian diserap sebagai pemicu perjalanan transenden oleh kerumunan yang menunduk pada muka altar, beberapa orang sesenggukan.” (Yanto Gadil, 37 tahun, Anggota Dewan Kesedihan Banyumas) Prolog             Sudah menjadi hal lumrah, Hetero Space Purwokerto

Read More »