News

“POWERPUNK” Jadi Penanda Kebangkitan Havinhell di Album Kedua

Pada 21 Januari 2026, Havinhell kembali menandai babak baru dalam perjalanan mereka di kancah musik. Setelah berselang sekitar 15 tahun sejak merilis album pertama, grup ini akhirnya meluncurkan album kedua bertajuk “POWERPUNK”, yang kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital. Melalui album ini, Havinhell sekaligus mempertegas formasi terbaru mereka yang terdiri dari Ika Zidane (vokal/bass), Astarina Dian (vokal/gitar), dan Naomi Anna (drum). Ketiganya merepresentasikan karakter ikonik dari kartun Powerpuff Girls. Sementara itu, Rangga Lazuardi turut bergabung sebagai gitar utama, berperan layaknya sosok profesor dalam kartun tersebut yang melengkapi dinamika formasi band. Judul “POWERPUNK” diambil dari salah satu lagu dalam album ini yang memiliki nama serupa. Secara keseluruhan, album ini memuat 12 lagu dengan beragam cerita dan dinamika. Meski

Read More »

Menuju Album Penuh, WOUNDMVRK Lepas Single Kedua “Static Under Skin”

WOUNDMVRK kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul “Static Under Skin” yang dirilis pada 13 Februari 2026 di berbagai platform streaming digital. Masih berjalan dengan semangat independen, lagu ini menjadi single kedua dalam rangkaian perilisan menuju album penuh yang saat ini tengah mereka siapkan. Dengan karakter hardcore yang agresif dan menghantam, “Static Under Skin” menggambarkan kondisi ketika pikiran dipenuhi gangguan yang terus-menerus hadir. Overthinking, kecemasan, hingga amarah yang terpendam menjadi inti dari cerita yang diangkat. Lagu ini bermain dalam kontras antara tampilan luar yang terlihat baik-baik saja dan tekanan batin yang sebenarnya terus bergejolak. Gagasan utama lagu ini lahir dari pengalaman hidup dengan “kebisingan” internal yang tidak pernah benar-benar hilang. Suara-suara di dalam kepala terus aktif, memicu kegelisahan, menumpuk emosi,

Read More »

Unit Modern Rock Yogyakarta, 24 Degrees, Perkenalkan EP Perdana “Perjalanan”

Usai memperkenalkan diri lewat single “Sesal” pada September 2025, unit modern rock asal Yogyakarta, 24 Degrees, terus menunjukkan keseriusannya dalam berkarya. Janji untuk menghadirkan karya yang lebih utuh kini mereka tepati dengan merilis mini album atau extended play (EP) perdana berjudul “Perjalanan.” EP ini memuat lima lagu yang bagi para personelnya merepresentasikan proses perjalanan batin yang mereka alami. Di dalamnya terdapat berbagai cerita tentang persahabatan, percintaan, proses personal dalam mencari jati diri, hingga fase bangkit untuk menemukan kehidupan yang lebih baik. “Mini album ini menurutku jadi hasil tentang perubahan diri, pengalaman, pilihan, konsekuensi, dan pembelajaran hidup yang nyata,” ujar Yopi HB. Secara keseluruhan, lima lagu dalam EP tersebut memuat kisah-kisah percintaan anak muda dengan rasa manis dan getir yang berpadu

Read More »

Lost Kairos Perkenalkan Arah Musikal Baru Lewat Single “Painkiller”

Lost Kairos merupakan band alternatif asal Purwokerto yang aktif sejak 2024. Kuartet yang digawangi Zul Muchasin (vokal), Sofyan Nahdi (gitar), Aldryn (synth), dan Danang Bagus (bass) ini dikenal melalui pendekatan musik yang memadukan elemen alternative rock, indie pop, hingga sentuhan synth pop yang atmosferik dan reflektif. Setelah memperkenalkan diri lewat single debut “Future Love” dan rilisan lanjutan “Deep Within, Inside Me Is Your Light”, Lost Kairos terus mengembangkan eksplorasi musikal mereka dengan pendekatan yang semakin matang. Langkah terbaru mereka hadir melalui single “Painkiller”, sebuah lagu yang menggambarkan kondisi psikologis seseorang yang terjebak dalam situasi atau hubungan yang ambigu. Di satu sisi keadaan tersebut menghadirkan rasa tenang, namun pada saat yang sama justru memperdalam luka yang ada. Alih-alih menawarkan solusi, lagu

Read More »

jale. dan Hassian Rilis “aku atau dia”, Kisah Dilema Cinta Segitiga dalam Balutan Pop EDM

jale. bersama Hassian merilis single terbaru berjudul “aku atau dia” pada Jumat, 27 Februari 2026. Lagu ini mengangkat tema cinta segitiga, ketika seseorang jatuh hati pada orang yang sudah memiliki pasangan. Situasi tersebut menggambarkan dilema yang tidak sederhana. Ada kesadaran akan batas yang ada, namun di saat yang sama keinginan untuk memiliki tetap muncul. Melalui beat yang ringan dan dinamis, “aku atau dia” menyajikan konflik romansa dalam kemasan yang tetap terasa fun dan mudah dinikmati. Dari sisi lirik, lagu ini menampilkan kebimbangan sekaligus dorongan perasaan yang sulit ditekan. Pertanyaan “pilih aku atau dia?” menjadi pusat konflik dalam cerita yang dibangun, sementara pengakuan “but I know I want you for the rest of my life” mempertegas intensitas emosi yang dirasakan tokohnya.

Read More »

Askyouask Perkenalkan Skramz Emosional Lewat EP “Between Quiet Collapses”

Askyouask merupakan proyek skramz yang berasal dari Purwokerto, Indonesia. Band ini terbentuk pada 2024 dan digawangi oleh empat personel: Ndan (vokal), Npon (bass), Aden (gitar), serta Marq (drum). Sejak awal, askyouask dibentuk sebagai ruang untuk menyalurkan emosi yang meluap, menghadirkan musik yang lahir dari kegelisahan personal dan pengalaman batin yang intens. Dalam eksplorasi tematiknya, askyouask banyak menyinggung sisi-sisi gelap kehidupan seperti penderitaan, kelelahan, rasa muak terhadap realitas, hingga konflik batin yang sulit dijelaskan. Semua perasaan tersebut diterjemahkan menjadi komposisi yang keras, mentah, namun tetap menyimpan kejujuran emosional. Terinspirasi dari skramz yang raw serta energi hardcore emosional, askyouask menyalurkan kerentanan, kemarahan, dan kejujuran melalui lanskap bunyi yang katarsis. Secara musikal, mereka memadukan intensitas kacau khas emoviolence dengan nuansa melodis yang mengingatkan

Read More »

Danesa Rilis “House”, Single Intens Menuju Album Debut

Band indie rock/dream pop asal Yogyakarta, Danesa, kembali menghadirkan karya terbaru mereka melalui single berjudul “House”. Proyek yang berangkat dari inisiatif Rizky Surur ini dikenal dengan karakter distorsi gitar yang khas serta vokal duet yang membangun dialog emosional dalam tiap komposisinya. Setelah memperkenalkan identitas mereka lewat “Years to Keep” pada 2024, Danesa kini melangkah lebih jauh dengan pendekatan musikal yang lebih berani dan intens. “House” lahir dari kegelisahan dan keraguan yang terasa personal. Lagu ini mengangkat metafora tentang “rumah” sebagai ruang yang semestinya menjadi tempat aman, tempat berbagi, merawat, dan jujur tanpa perlu berpura-pura. Namun, dalam kenyataannya, makna tersebut tidak selalu hadir secara utuh. Sebuah rumah bisa saja dihuni bersama, tetapi tetap menyisakan kehampaan. Di dalamnya, “House” berdiri di antara

Read More »

Ceritakan Tentang Kehilangan Kasih Dan Kehilangan Arah, Reconcile Rilis EP Left Me Lost

Unit emo/alternative asal Malang, Reconcile, resmi merilis EP terbaru bertajuk Left Me Lost. EP ini menjadi penanda fase reflektif Reconcile, menghadirkan narasi tentang kehilangan kasih sayang, keterasingan diri, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup, dikemas lewat materi yang mengawang, abrasif namun emosional. Secara garis besar, Left Me Lost berbicara tentang kondisi batin seseorang yang kehilangan figur kasih sayang, lalu perlahan kehilangan pegangan atas dirinya sendiri. Tema ini menjadi benang merah dari keseluruhan EP, menghadirkan suasana lengang, rapuh, dan penuh pertanyaan serta keresahan yang dekat dengan pengalaman banyak orang. EP Left Me Lost dirilis di bawah naungan Haum Entertainment dengan Reconcile bertindak sebagai produser. Proses rekaman dilakukan di Rc:en Studio Recording, kecuali vokal lagu “Keep Us Alive” yang direkam di W8 Project Studio. Engineering ditangani

Read More »

Dawnshifter Perkenalkan Album Perdana “Phantoms”, 10 Trek Sarat Kontemplasi

Dawnshifter, unit Rock/Alternative Metal asal Bandung, resmi memperkenalkan album perdana mereka bertajuk “Phantoms”. Album ini tumbuh bersamaan dengan kelahiran Dawnshifter sebagai sebuah entitas musik. Meski baru berjalan kurang lebih satu tahun, formasi ini dihuni oleh para musisi yang telah lama berkarya di skena masing-masing: Fariz (Heliost), Raka a.k.a. Pablo Cikaso, Zen (Graysea), dan Lucky (Sesak), dengan Wendo (Playfvl Cab) sebagai additional performance. Pertemuan mereka berlangsung cepat, dipertemukan oleh frekuensi yang sama, yakni hasrat untuk memulai dari awal, meninggalkan pola lama, dan membangun ruang ekspresi yang lebih jujur secara emosional. Dawnshifter tidak lahir untuk pembuktian, melainkan untuk menyampaikan kisah apa adanya, sebuah perjalanan spiritual yang reflektif tanpa terjebak dalam sikap dogmatis. Proses kreatif Phantoms memakan waktu hampir satu tahun dan menjadi

Read More »

NL31 Hadir dengan “Angela”, Potret Cinta yang Membakar dan Membentuk

NL31 (Noesis Law 31) merupakan grup musik yang terbentuk di Purwokerto pada 2025, lahir dari ruang-ruang sederhana di sela rutinitas perkuliahan dan kesunyian kamar kos. Berawal dari kejenuhan yang dirasakan bersama, empat orang mahasiswa, yakni Rijal, Hudson, Diaz, dan Fridline mengolah rasa bosan tersebut menjadi energi kreatif dalam bentuk eksplorasi bunyi yang eksperimental. Mengusung warna Modern Rock Experimental, NL31 memadukan komposisi progresif dengan overdrive tebal serta distorsi yang agresif. Hasilnya adalah lanskap suara yang bergerak di antara kegelisahan dan tekanan emosional. Musik mereka tidak dirancang untuk sekadar memberi kenyamanan, melainkan menghadirkan pengalaman yang intens, namun tetap ditopang oleh presisi musikal. Dari sana, NL31 menghadirkan potret suara muda yang resah, lugas, dan memiliki karakter kuat. Langkah awal perjalanan mereka ditandai melalui

Read More »

“POWERPUNK” Jadi Penanda Kebangkitan Havinhell di Album Kedua

Pada 21 Januari 2026, Havinhell kembali menandai babak baru dalam perjalanan mereka di kancah musik. Setelah berselang sekitar 15 tahun sejak merilis album pertama, grup ini akhirnya meluncurkan album kedua bertajuk “POWERPUNK”, yang kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital. Melalui album ini, Havinhell sekaligus mempertegas formasi terbaru

Read More »

Menuju Album Penuh, WOUNDMVRK Lepas Single Kedua “Static Under Skin”

WOUNDMVRK kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul “Static Under Skin” yang dirilis pada 13 Februari 2026 di berbagai platform streaming digital. Masih berjalan dengan semangat independen, lagu ini menjadi single kedua dalam rangkaian perilisan menuju album penuh yang saat ini tengah mereka siapkan. Dengan karakter hardcore yang agresif dan

Read More »

Lost Kairos Perkenalkan Arah Musikal Baru Lewat Single “Painkiller”

Lost Kairos merupakan band alternatif asal Purwokerto yang aktif sejak 2024. Kuartet yang digawangi Zul Muchasin (vokal), Sofyan Nahdi (gitar), Aldryn (synth), dan Danang Bagus (bass) ini dikenal melalui pendekatan musik yang memadukan elemen alternative rock, indie pop, hingga sentuhan synth pop yang atmosferik dan reflektif. Setelah memperkenalkan diri lewat

Read More »

Danesa Rilis “House”, Single Intens Menuju Album Debut

Band indie rock/dream pop asal Yogyakarta, Danesa, kembali menghadirkan karya terbaru mereka melalui single berjudul “House”. Proyek yang berangkat dari inisiatif Rizky Surur ini dikenal dengan karakter distorsi gitar yang khas serta vokal duet yang membangun dialog emosional dalam tiap komposisinya. Setelah memperkenalkan identitas mereka lewat “Years to Keep” pada

Read More »

Ceritakan Tentang Kehilangan Kasih Dan Kehilangan Arah, Reconcile Rilis EP Left Me Lost

Unit emo/alternative asal Malang, Reconcile, resmi merilis EP terbaru bertajuk Left Me Lost. EP ini menjadi penanda fase reflektif Reconcile, menghadirkan narasi tentang kehilangan kasih sayang, keterasingan diri, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup, dikemas lewat materi yang mengawang, abrasif namun emosional. Secara garis besar, Left Me Lost berbicara tentang kondisi batin

Read More »

Dawnshifter Perkenalkan Album Perdana “Phantoms”, 10 Trek Sarat Kontemplasi

Dawnshifter, unit Rock/Alternative Metal asal Bandung, resmi memperkenalkan album perdana mereka bertajuk “Phantoms”. Album ini tumbuh bersamaan dengan kelahiran Dawnshifter sebagai sebuah entitas musik. Meski baru berjalan kurang lebih satu tahun, formasi ini dihuni oleh para musisi yang telah lama berkarya di skena masing-masing: Fariz (Heliost), Raka a.k.a. Pablo Cikaso,

Read More »

NL31 Hadir dengan “Angela”, Potret Cinta yang Membakar dan Membentuk

NL31 (Noesis Law 31) merupakan grup musik yang terbentuk di Purwokerto pada 2025, lahir dari ruang-ruang sederhana di sela rutinitas perkuliahan dan kesunyian kamar kos. Berawal dari kejenuhan yang dirasakan bersama, empat orang mahasiswa, yakni Rijal, Hudson, Diaz, dan Fridline mengolah rasa bosan tersebut menjadi energi kreatif dalam bentuk eksplorasi

Read More »