Pratama Hadirkan Nuansa 90-an di “Mercusuar”

Share

Indonesia terus melahirkan musisi-musisi baru dari berbagai daerah, meskipun harus menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil serta sistem pemerintahan yang kerap menjadi tantangan bagi masyarakat. Namun situasi tersebut tidak memudarkan semangat berkarya para seniman tanah air untuk terus menghasilkan karya musik orisinal. Salah satunya adalah Pratama, musisi asal Padang yang tetap konsisten merilis karya dengan semangat musik tongkrongan khas era 90-an ala Potlot.

Pratama menjadi salah satu dari banyak musisi di ibu kota yang menjalani kehidupan sebagai pekerja kantoran. Di tengah kesibukannya sebagai karyawan korporat dengan berbagai tuntutan pekerjaan, ia tetap mampu menyalurkan kreativitasnya lewat single berjudul “Mercusuar”. Lagu ini seolah membawa pendengarnya kembali ke suasana tahun 90-an hingga awal 2000-an, menghadirkan nuansa anak band tongkrongan yang kental dengan kritik sosial terhadap standar kemapanan yang saat itu berkembang.

Generasi milenial mungkin akan lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan. Gambaran berkumpul di pinggir warung gang, bermain gitar akustik bersama teman-teman sambil menikmati kopi, terasa hidup melalui vibrasi lagu ini. Tak sedikit yang mungkin terkejut mengetahui bahwa sosok di balik nuansa santai tersebut adalah seorang pekerja kantoran yang akrab dengan tenggat waktu, absensi pagi, serta tumpukan berkas di meja kerja.

Jika ditelaah lebih jauh, kekuatan lain dari single ini terletak pada liriknya. Pratama menyoroti kemunafikan dalam mengejar citra mapan demi status sosial yang kerap terlihat nyata, khususnya di kota-kota besar. Tekanan gaya hidup dan ambisi pencapaian materi digambarkan secara jelas dalam “Mercusuar”. Penggunaan kata “Lo” dan “Gue” semakin mempertegas identitas serta karakter lagu ini.

Dalam proses produksinya, Pratama menggandeng Boniigans sebagai penulis lagu sekaligus gitaris utama, sementara ia sendiri mengisi vokal dan gitar ritme. Keseriusan penggarapan terlihat dari kehadiran Music Director dan Produser yang ditangani oleh Jordan Pelis. Atmosfer aransemen hingga detail suara gitar elektrik pada bagian lead menghadirkan nuansa nostalgia yang mengingatkan pada album legendaris Slank, “Lagi Sedih”.

Klik di sini untuk mendengarkan Mercusuar di Spotify.