Every virtue full of every vice
Sifat manusia, norma sosial, dan budaya umumnya terbentuk dari sebuah kebajikan yang disepakati sebagai sebuah kultur. Namun, layaknya bias mengenai makna baik itu sendiri, segala kebaikan perlu dimaknai dengan perilaku yang bijak.
Kehidupan mengalami siklus yang dinamis, makna dari sebuah kebaikan perlahan kian beregenerasi. Setiap individu dituntut untuk beradaptasi dan memahami setiap urat nadi kehidupan. Ketidakterbatasan potensi manusia membuka kesempatan terbentuknya sebuah kajian ulang dan perubahan yang bahkan bisa membentuk kebajikan dan kebijakan baru.
The Melting Minds: kelompok eksperimen imajinasi yang merilis single kedua berjudul Possessing The Witch melalui label independent Boneless Records. Lagu ini adalah hasil proses kreatif The Melting Minds dalam mengasimilasikan akar dari musik rock dengan esensi kultur budaya jawa. Merupakan hasil eksperimen mengolah pengalaman legenda kepercayaan kejawen yang diceritakan dari generasi ke generasi yaitu hawa nepsu lan pamrih (hawa nafsu dan pamrih).
Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawa nepsu lan pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Lagu ini menceritakan tentang representasi dari hawa nepsu lan pamrih yang dikarakterkan menjadi sosok “The Witch”. The Witch merupakan sosok beringas dan kejam, diceritakanlah seorang manusia yang mendatangi sosok tersebut untuk berperang dan mengalahkannya. The Witch memiliki kekuatan besar untuk merasuki pikiran manusia serta merusak kaidah-kaidah kemanusiaan dan meracuninya dengan hawa nafsu serta rasa pamrih. Pada awalnya manusia tersebut dirasuki oleh sosok The Witch. Namun, dengan sikap eling lan waspada yang tertanam kuat dalam dirinya, ia berhasil keluar dari jeratan The Witch dan berbalik merasuki sosok tersebut dengan kaidah-kaidah murni dari kemanusiaan sehingga The Witch-lah yang ter-possessed. Dalam istilah awamnya, Possessing The Witch adalah perjalanan manusia dalam menemukan kebajikan kemanusiaan dalam proses kehidupannya.

Konsep musikal Possessing The Witch menggunakan pendekatan musik rock upbeat dengan raw power, sound gitar yang kotor, dengan energi yang meledak-ledak menggambarkan cerita peperangan manusia dengan The Witch. Secara keseluruhan, aransemen yang dibuat menghasilkan nuansa yang heroik, dengan eskalasi dalam bentuk episode yang memperkuat lirik.
Possessing The Witch merupakan satu penggalan cerita sekuel pertama dari tiga sekuel yang terbagi dalam album yang nantinya akan dirilis pada tahun 2021.
Tautan lagu Possessing The Witch di berbagai toko digital
https://songwhip.com/themeltingminds/possessing-the-witch
Dibalik Layar
Lyric : Slinky Bones & Bree Schulte
Composers : Slinky Bones, Ahmad Tubagus, Restu Prabawa, Christian Gratia,
Wawa Kzk, Yafet Yerubyan, Dhandy Satria
Arranger : Dhandy Satria
Artwork : Wawa Kzk
Photographer: Ranisa R.
Copywriter : Agripa
Recorded by : Slinky Bones & Restu Prabawa di Boneless Records
Mohammad Dany & Restu Prabawa F. di Rumah
Dhandy Satria & Slinky Bones di Catpaws Lab
Voc. Director : Mohammad Dany Fibriadi
Mixed by : Dhandy Satria
Mastered by : Dhandy Satria
Vocals : Slinky Bones & Yafet Yerubyan
Back. Vocals : Dhandy Satria, Yafet Yerubyan, Ahmad Tubagus, & Slinky Bones
Guitars : Slinky Bones, Ahmad Tubagus, Restu Prabawa, & Dhandy Satria
Bass : Slinky Bones & Restu Prabawa
Synth : Yafet Yerubyan, & Dhandy Satria
Drums : Restu Prabawa, Slinky Bones, Christian Gratia, & Wawa Kzk
Thanks to : Boneless Records, Catpaws Lab, & Omnimore Records
Media Sosial
YouTube : Bonrecs
Instagram : @themeltingminds @bonrecs
Twitter : @themeltingminds
Bandcamp : The Melting Minds





