Klarifikasi desain rubrik Public Opinion di Heartcorner.net


Selamat malam Mas Fachrie,
Mohon maaf jika baru bisa membalas contact form submissionnya, dikarenakan admin web Heartcorner hanya saya dan yg menerima notifikasi dari contact form jg hanya saya. Kebetulan ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan dahulu sehingga lambat respon untuk membalas pesan dari Mas Fachrie.
Sebelumnya saya mohon maaf sebesar2nya atas postingan promo kolom baru “opini publik” di Heartcorner.net yg membuat tidak nyaman beberapa pihak dan khususnya Mas Fachrie sendiri sebagai penegur kami. Beberapa teman saya juga menyampaikan kepada saya perihal teguran Mas Fachrie di Facebook (karena saya jarang buka Facebook, jadi terlambat update). Saya akan mencoba mengklarifikasi semampu saya atas kejadian tersebut.
Tentang gadis berhijab yg memanggul pria. 
Saya sebagai art director (penanggung jawab konten visual) menugaskan teman saya untuk membuat sebuah desain promo kolom baru di Heartcorner.net bernama “opini publik”. Brief yg saya berikan kepada dia adalah untuk membuat desain yg tidak biasa, annoyingora lumrah, dsb yg eye-catching dan mudah mencuri perhatian bagi yg melihatnya. Saya menganjurkan dia untuk mencari image yg tidak wajar (aneh, bukan sesuatu yg vulgar/porno) dan yang mungkin terjadi disekitar kita, lalu sedikit dimanipulasi tanpa harus mengubah bentuk asli imagenya.
Selang beberapa saat, desainpun jadi dan dikirim ke saya melalui email:
Tugas saya disini sebagai quality control untuk hal apapun yg berbau visual di Heartcorner.net. Sayapun lantas menanyakan tentang elemen yg ada pada desain tersebut (wanita berhijab yg memanggul pria), ini komposisi editan Photoshop dari desainer saya atau memang komposisi aslinya seperti itu. Karena jika memang editan desainer saya sehingga komposisinya menjadi seperti itu (wanita berhijab memanggul pria) saya akan melarangnya karena memang tidak pantas, dan ketidakpantasan itu sengaja dibuat oleh kita. Desainer sayapun mengirimkan gambar aslinya dan memang ternyata komposisi aslinya seperti itu. Diapun menjabarkan:
Image tersebut dia dapat dari google:
Materi image utama yg digunakan adalah ini: 
Jadi, bisa dilihat pada image tersebut bahwa kondisi sebenarnya adalah si wanita berhijab tersebut memang memanggul pria dipundaknya. Sumbernya adalah http://wanalaua.wordpress.com. Foto tersebut merupakan dokumentasi aktivitas salah satu UKM di Universitas Airlangga Surabaya. Sayapun mengijinkan utk menggunakan image tersebut, karena memang brief saya jadi tepat sasaran: tidak wajar, ora patut, dll tapi dari hal2 yang mungkin terjadi di sekitar kita.
Intinya, kami hanya menampilkan ketidakwajaran yg sudah ada, kami tidak bermaksud membuat komposisi demikian secara sengaja. Bahkan image tersebut kami gunakan untuk memvisualkan pesan bahwa masih banyak hal yg tidak wajar di sekeliling kita yg sebenarnya bisa kita soroti dan kita tuangkan dalam sebuah tulisan, kritik ataupun saran.
Tentang SARA no, SARU okela~ 
Tagline ini juga menjadi pesan kami kepada khalayak, kami menampung segala bentuk opini dalam bentuk tulisan yg tidak berbau SARA. Mengapa SARU? Saru disini bukan berarti porno, saru adalah tabu.
Sebagai contoh:
Sudah menjadi rahasia umum bahwa di negeri kita ini pemimpin suka semena2, korupsi, dll. Menurut beberapa orang memberikan kritik dan membeberkan aib pemimpin yg zalim itu tabu, misal seorang PNS yg mengkritik atasannya.
Nah, di rubrik “public opinion” ini kami akan mengangkat hal2 tabu tersebut menjadi sebuah kajian melalui opini yang disampaikan oleh pembaca. Tanpa tedeng aling-aling, hal yang tabu tapi patut dibahas, didiskusikan, dan dikritik akan kami tampung pada rubrik ini.
Demikian klarifikasi dari saya selaku penanggungjawab konten visual Heartcorner.net. Semoga kita selalu bisa bersinergi untuk memberikan yg terbaik bagi masyarakat. Sekali lagi saya mohon maaf, kami berharap selalu bisa memberikan berita/informasi alternatif yang baik kepada masyarakat dan sama sekali tidak ada maksud untuk menistakan, menghina ataupun menghujat suku, agama, maupun ras tertentu dalam konten2 kami.
Terima kasih sekali lagi atas perhatian Mas Fachrie, semoga selalu bisa meberikan kritik yg berguna dan mebangun bagi kami untuk lebih baik. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar2nya.
Hormat saya,
Anindya Ryadinugroho (Anind) 
081226106886 (call/sms/wa available)
Previous Adanya Live Dalam Life
Next Mengenang Cabang: Wahana Permainan Segala Umur Di Purwokerto