MENOLAK LUKA BERSAMA DOKTER CINTA | 14 FEBRUARI 2020 @ RAMIRO COFFEE


Rintik hujan yang masih terus turun selepas sendekala pada hari Jumat, 14 Februari 2020 di langit bagian selatan Purwokerto tidak menurunkan semangat teman-teman dari Heartcorner dan Koperasi Ke666elapan dalam usahanya melanggengkan kegiatan Menolak Luka bagian 2 yang menyajikan Konsultasi Cinta bersama Dokter Cinta dan bincang ringan bersama Wira Nagara perihal patah hati yang dikonversi menjadi royalti.

Acara yang dijadwalkan mulai pada pukul 15.30 terpaksa mundur hingga pukul 18.30 dikarenakan tim pelaksana harus mengkondisikan venue yang tergenang guyuran hujan dan kenangan. Proses pembersihan berjalan cukup lambat karena para kru harus bergelut dengan genangan air sekaligus masa lalu yang getir.

Setelah berhasil mengamankan area konsultasi, jadwal praktek secara resmi dibuka pada pukul 18.40 oleh pengelola klinik, Mochammad Zacky yang langsung bergerak mengarahkan pengunjung untuk melakukan pendaftaran konsultasi. Secara teknis, dokter yang bertugas sebanyak dua orang, yakni pertama Dokter Kriana sebagai dokter kepala di Klinik Cinta yang menerima konsultasi secara langsung dihadapan publik Ramiro Coffee melalui bilik pengakuan kisah cinta yang menyediakan microphone lengkap dengan pengubah suara agar identitas pasien tetap bisa terjaga kerahasiaannya. Kedua, Dokter Iskandar yang menerima konsultasi secara private di dalam ruangan tertutup yang pada akhir konsultasi akan memberikan rujukan kepada pasien untuk menghadap kepada Dokter Kriana dengan tujuan menebus resep patah hati lewat pemberian obat berupa lagu yang akan diputar pada sesi Karaoke Penyembuh Luka.

Waktu menunjukkan pukul 19.40, yang menandakan bahwa sesi Lelang Barang Mantan segera dibuka. Sesi lelang dipimpin oleh seorang PL alias Pemandu Lelang bernama Bapak Gibran selama kurang lebih 15 menit. Kehadiran Bapak Gibran membuat suasana lelang cukup hangat dan gembira. Keunikan dari sesi lelang ini adalaha barang-barang yang ditampilkan bersifat rahasia, sehingga pengunjung tidak bisa memperkirakan apa saja yang akan mereka dapatkan.

Sesi lelang barang mantan ditutup oleh penampilan Ketua Komunitas Pantun Purwokerto yang berdiri pada tahun 2019, Ndan Tile. Sebuah pantun diucapkan beliau setelah Dokter Kriana melakukan konferens dengan seorang pasien spesial yang melakukan konsultasi melalui telepon dihadapan pengunjung yang menceritakan kisah cintanya pada akhir sesi lelang.

Tepuk tangan meriah penonton menutup sesi lelang barang mantan sekaligus membuka acara selanjutnya bersama Wira Nagara dan Ubay selaku manajer Wira dengan tema patah hati menjadi royalti. Wira yang notabene asli Banjarnegara dan kuliah di universitas negeri di Purwokerto tentu tidak menemui kesulitan dalam berkomunikasi dan mengikuti candaan gaya ngapak serta menanggapi perkembangan yang terjadi di kota ini. Pada sesi ini beberapa pengunjung terlihat aktif untuk memberikan pertanyan soal patah hati yang sudah menjadi brand image seorang Wira dan pada penghujung sesi diskusi Ubay dan Wira memberikan challenge pada pengunjung dengan hadiah sebuah buku Distilasi Alkena edisi kedua. Setelah memberikan bukunya, Wira menutup sesi diskusi dengan memutarkan sebuah lagu dari Tipe-X yang berjudul Sakit Hati sebagai pembuka Karoke Penyembuh Luka.

 

Datang kan pergi

Lewat kan berlalu

Ku relakan dirimu pergi

Meskipun ku tak siap untuk merindu

Ndan Tile, 2020.

Previous "9051" - Rand Slam
Next CERITA DUA SISI MATA PISAU TEKNOLOGI OLEH ROOMIE BOYS ALERT LEWAT “INTERNET KILLS LOGIC”