LAIR SINGLE & VIDEO CLIP RELEASE: NALAR


Nalar adalah single perdana dari Lair, yang terilhami dari musim yang paling ramai tahun ini: Musim Politik. Di mana setiap kaki melangkah, pandangan tak lepas dari posterposter, banner, baliho kampanye para caleg partai. Riuh kontestasi politik ada di dunia nyata pula dunia maya. Di musim ini, apa saja bisa terjadi. Menghujat, menuduh, bahkan mendorong masuk ke jurang, dan semua merasa paling benar. Musim ini seperti cara Tuhan untuk menunjukkan siapa orang yang tulus dan yang tidak.

Video digarap oleh Prabowo Setiadi, jurnalis dan videomaker asal Bandung, yang sedang mengikuti residensi seniman di Village Video Festival di Jatiwangi. Lokasi video klip tak jauh-jauh dari rumah Lair di Jatiwangi, yang juga jalan-jalan dan trotoarnya turut diramaikan dengan segala bentuk kampanye politik, juga mengambil tempat publik sekitar, seperti lampu lalu lintas di perempatan Jatiwangi yang selalu tak berfungsi, pabrik garmen yang makin menjamur, juga sawah yang sedang masa panen, yang menjadi pemandangan sehari-hari saat ini, yang akan menjadi arsip visual wilayah pula nantinya.

Dengan lagu ini kami punya pesan buat para netizen, jangan sampai Nalar kita hilang di musim politik ini. Siapa saja berhak memilih dan dipilih, golput pun adalah hak. yang penting satu: Sing eling!*

Single ini akan mengawali lahirnya album perdana Lair yang bertajuk “Kiser Kenamaan” yang menceritakan sosok-sosok sekitar wilayah tempat tinggal kami di pantura (jalur pantura).

Jumat, 29 Maret 2019.

 

TENTANG LAIR

Lair adalah proyek musik asal Jatiwangi, Jawa Barat, yang didirikan pada awal tahun 2018. Musik Lair terinspirasi dari tarling klasik yang dieksplorasi dengan gaya khas pantura, ‘raw’ dan apa adanya. Lagu-lagu dalam album perdana lair berawal dari pengataman keseharian di tempat besar dan tinggal para personilnya, Jatiwangi hingga Cirebon dan Indramayu. Setiap lagu berangkat dari pengalaman hidup di wilayah pantura; ada cerita dari nelayan yang berlayar di laut utara, kacaunya jalanan di jalur pantura yang diceritakan oleh sopir antar kota, kemarahan dari situasi politik pemilihan kepala desa, juga ada optimisme kelas pekerja. Sejumlah lagu mengangkat sosok yang menjadi panutan dan juga legenda di musik dan sastra. Dalam rentang tema yang luas itu, benang merah yang menghubungkan pesan dalam lagu-lagu Lair adalah keresahan dan pertanyaan pada diri.

Alat musik genteng dan tanah liat yang dimainkan seluruhnya dibuat dari tanah Jatiwangi, yang merupakan hasill eksplorasi ‘kemungkinan lain’ dari genteng, identitas Jatiwangi sejak 1905 yang mulai terkikis dan terdesak jaman.

“Lair” diambil dari bahasa tarling klasik Cirebon yang berati “lahir”, yang lalu dimaknai untuk terus melahirkan sesuatu; musik, pemikiran, eksperimen, narasi, dan apapun. Lair juga mencoba untuk mengadaptasi tari sintren Cirebon, sebuah budaya yang dekat, yang menjadi role-model dari sosok wanita satu-satunya di Lair, genit namun mistis.

Dalam pertunjukkannya, Lair akan berformasi sejajar satu sama lainnya, namun juga mungkin untuk berpindah-pindah posisi pemusik. Dua vokal utama, berperan pula sebagai performer utama yang berinteraksi dengan penonton dengan gerakan-gerakan yang bebas. Sejak mula, Lair tidak menetapkan satu jenis musik tertentu untuk dimainkan, namun jika harus dimasukkan dalam kategori, Lair memilih sebutan ‘panturasoul’ bagi musiknya.

Lair, bagi para personilnya, bukan hanya sebuah grup musik, namun juga lembaga riset berkelanjutan. Saat ini, Lair fokus melakukan riset di beberapa daerah yang menjadi bagian dari jalur pantura: Cirebon, Indramayu, dan Sumedang. Selain melakukan upaya untuk memproduksi pengetahuan dalam bentuk jurnal ini, riset juga bertujuan untuk menguatkan musik dan konsep dari Lair sendiri, sembari bersilaturahmi dengan tetangga yang kita pinjam kisah hidupnya dalam lirik-lirik lagu. Di luar itu, Lair adalah medium untuk pengembangan personal dan eksplorasi dari masing-masing personil Lair

Lair adalah;

Tedi En, vokal & lead guitar

Andzar Agung Fauzan, vokal & bass

Ika Yuliana, vokal

Tamyiz Noor, vokal

Kiki Permana, tambourine/ percussion

Pipin Muhammad Kaspin, vokal & rythm

 

TRACK LIST ALBUM “Kiser Kenamaan”

  1. Biru Beriak
  2. Nalar
  3. Roda Gila
  4. LIR
  5. Nama dan Makna (Sajak oleh Ajip Rosidi)
  6. Liat
  7. Disko Pantura (instrumental)
  8. Bonus Track: Ggung Jja (Kolaborasi dengan Mixrice, Korea Selatan)
Previous SINGLE "AWAS MINGGIR " BY BACILL KILL
Next Eternal Desolator Rilis Debut Album “Omnipotence Paradox”