Meraung Ruang adalah sebuah gigs yang diadakan pada Rabu, 15 Oktober 2014 tepat pukul 20.00 WIB bertepatan dengan hari lahirnya seorang professor bernama Soetedja. Dia merupakan salah seorang musisi kelahiran Banyumas, komposer dan pendiri Orkes Symponi Jakarta yang menciptakan lagu-lagu seperti Ditepinya Sungai Serayu, Hamba Menyanyi, Kopral Jono dan beberapa lagu masterpiece ciptaannnya yang sudah tidak asing di telinga kita.Gigs yang memang diadakan untuk mengedukasi audience tentang Soetedja terbilang cukup unik karena media yang digunakan sebagai penghantar informasi pada audience adalah berupa kebisingan kontemporer bertajuk harsh noise yang diselingi dengan karya visual yang nampaknya masih asih di Purwokerto, video mapping. Ruang Aula Fisip Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, tempat berlangsungnya gigs “Meraung Ruang” malam itu,bermandikan cahaya dan berbalut kebisingan. Sesuatu yang sangat kontradiktif karena secara visual kita dimanjakan dengan paduan cahaya yang menenangkan mata sedang secara audio kita dihajar dengan bebunyian bising yang memaksa telinga kita meningkatkan batas toleransi kebisingan. Anindya Ryadinugroho malam itu didaulat secara kolektif untuk mengiringi rangkaian penampil dengan video mapping kreasinya. MC membuka acara, dan dimulailah dengan Henrikus DJ Set (As DJ L’Madness) salah satu pentolan dari Rap Crew bernama Last Scientist. Diawali dengan memutar beat-beat instrument trap, electronic, dan trip-hop dibalut dengan scratching, looping dan effect noise yang diciptakan dari gesekan vinyl serta sample. Mencoba untuk membangkitkan gairah kawan-kawan yang sedang menikmati acara tersebut.

09-e-k4
06-e-k3
05-e-k4
05-e-k1
02-e-k7

Setelah itu, kemudian Higgs Bosson memecah suasana dengan sentuhan digitalmelalui panel-panel penghasil suara. Penonton mulai mengerutkan kening sembari mencoba menikmati suara yang didorong untuk keluar dan masuk ke telinga mereka. Kemudian tanpa jeda, gitar dengan balutan suara-suara ambient kembali membawa penonton hanyut dalam suasana. Popcorn Explotion lah yang mencoba menyulap aula menjadi seperti kapal ulang-alik dan membawa penonton berimajinasi. Salah satu pengisi pada malam itu datang dari luar Jawa yaitu dari Samarinda, Jeliwan Tok Hudoq. Tampil begitu luwes dengan telecaster dan radio, mengingatkan pada metodeSonic Youth dari instrument musik. Aksi yang ditutup dengan memainkan antena radio yang digunakan layaknya bow. Penampil selanjutnya adalah Rantau Ranjau, dengan menggunakan “sensor” yang ditempatkan di lengan, leher, kaki, menampilkan Butoh Dance yang kemudian menghasilkan bunyi yang berbeda-beda pada tiap gerakan tangan, tubuh dan erangan. Perpaduan noise dan gerak tubuh semacam ini yang diterapkan pada “seni pertunjukan” menjadi media pengantar bagi bunyi/noise dan suatu elemen random yang bisa saja menjadi bagian “seni pertunjukan”.[1]

Selanjutnya penampilan dieksekusi oleh Theo Nugraha dari Samarinda bermain dengan berbagai macam suara. Layaknya seorang pemain cello Theo kemudian menggesek alatnya dan bersaling-silang menciptakan suara noise yang kembali menusuk hingga ke otak. Rojomolo yang saat itu memainkan harsh noise tampak tenang dengan menghisap rokok yang mengisyaratkan bahwa malam itu benar-benar intim terlihat pada saat tembang macapat yang menerobos masuk setelah gempita kebisingannya seolah ada hasrat yang selesai dilampiaskan.[2]

Tibalah saat yang dinanti ketika I’d M Thfft Able dari Amerika Serikat naik ke atas panggung. Seperti seorang pewarta, dia mencoba menyampaikan pesan kepada penonton yang mulai terhanyut. Alat-alat hasil rakitannya sendiri mencoba untuk mendobrak otak seperti sebuah machine gun yang ditembakan tanpa jeda. Setelah itu Sebastein (As DJ Urine) dari Perancis mencoba mengambil alih panggung. Melalui sepasang turntable yang cukup unik, dia memulainya dengan membagi piringan hitam kepada penonton agar ikut dalam permainannya. Dimulailah saat dia memutar vinyl yang diberikan oleh seorang penonton, disela permainannya dia memecah vinyl kemudian menempatkannya pada turntable sehingga memecah intonasi lagu dan menciptakan suara-suara noise. Penonton termenung sambil berdiri melihat permainan DJ Urine yang sudah mulai larut dan asyik. Beberapa menit kemudian dia menghentikan permainannya. Kemudian acara berakhir dengan tepuk tangan penonton.

Setelah acara berakhir, semua semakin membaur menjadi satu. Tidak ada sekat semenjak acara berlangsung hingga berakhir. Beberapa kawan duduk sambil berdiskusi, diantaranya ada yang masih bertanya tentang pementasan tadi. Ada dari mereka yang pulang, ada yang merasa seperti jetleg. Kemudian panitia dan kawan-kawan lainnya bergegas membersihkan ruangan.

Kerja bareng Teater SiAnak dan Susu Ultrarock records : ////MERAUNG RUANG////
Performers:

DJ Urine (France)

I’d M Thfft Able (US)

TheoNugraha (Samarinda)

Jeliwan Tok Hudoq (Samarinda)

Rojomolo (Solo)

Popcorn Explosion (Purwokerto)

HiggsBosson (Purwokerto)

Dj set Henrikus (Purwokerto)

Rantau Ranjau (Purwokerto)

(Ditulis oleh: Henrikus)

[1] http://susuultrarockrecords.blogspot.com/2014/10/meraung-ruang-ulasan.html?spref=fb

[2] Ibid