Look Up : Pameran Visual dan Rasa Yang Hilang.


Sebagai snob skena, saya acap kali mengunjungi pameran seni rupa di luar kota, baik sengaja maupun tidak sengaja. Keputusan mengunjungi pameran seni rupa biasanya karena, Pertama sudah tidak ada lagi yang dilakukan. Kedua agar memiliki konten yang sangar, dan ketiga agar diakui sebagai bagian dari masyarakat seni. 

Berbekal beberapa buku bacaan tentang estetika dan kajian seni rupa, saya mencoba mengartikan maksud seniman dalam karyanya, meskipun selalu berakhir dengan pemaknaan yang “ora masuk”. Untungnya saya tidak pernah menyampaikan gagasan saya kepada khalayak ramai. Biar kata saya snob, saya masih mempertimbangkan apa yang akan saya sampaikan agar tidak blunder.

Sejak bulan Maret, kegiatan penunjang status sosial saya banyak yang dibatalkan akibat pandemi, seperti juga pemasukan saya. Konser musik, bioskop, hingga pameran seni rupa tak jelas kapan lagi akan diadakan. Praktis media sosial yang saya miliki lebih banyak membagikan postingan member JKT48, juga Sophia Latjuba dan Eva Celia. Sementara konten yang saya butuhkan sebagai penunjang identitas hampir tidak ada.

Tiba-tiba secercah harapan datang. Seorang teman mengabarkan akan membuat sebuah pameran, bekerja sama dengan kelompok perupa Oemart Bakrie. Menurutnya, setelah mendiskusikan bentuk pameran cukup lama, akhirnya dipilihlah konsep pameran dalam bentuk daring. Saat saya menanyakan bagaimana teknisnya, mereka hanya menjawab “rahasia”, dan menyarankan untuk menunggu.

Setelah penantian yang tidak begitu lama, akhirnya jadwal pameran pun tiba. Dimulai pada jam 3 sore namun galeri virtual baru bisa dibuka selepas magrib. Mengunjungi pameran secara virtual adalah pengalam baru bagi saya, selain memang tawaran konsep yang diberikan lebih baik dari apa yang saya perkirakan. Awalnya saya mengira ini akan berupa live youtube, atau berdasarkan obrolan sangat awal berupa postingan di instagram. Pemanfaatan sebuah platform yang tepat bernama “artsteps”, membawa saya pada kunjungan galeri virtual, dengan aplikasi yang saya unduh, ada dua cara menikmati pameran ini. Pertama dengan menjalankan aplikasi seperti memainkan game PUBG, yang kedua menggunakan bantuan sebuah “kacamata” dan menjalankan aplikasi secara Virtual Reality, atau jika malas menginstal apps bisa menjalankan melalui browser.

Bagi orang yang terbiasa atau pernah mengunjungi pameran offline, pameran virtual menghilangkan banyak pengalaman fisik yang selama ini didapatkan dari ruang, suasana, dan tatap muka langsung. Panca Indra yang diberi makan hanya penglihatan dan pendengaran. Sisanya nyaris tidak sama sekali. Juga keriaan yang lain yang biasa didapatkan. Penjelasan soal karya seni yang ditampilkan juga tidak saya dapatkan, karena tidak ada guide di pameran, sehingga kesulitan saya memahami karya seni tidak menemui titik terang, seperti kapan pandemi ini berakhir. Rangkaian acara di hari pertama juga cukup sulit saya ikuti, karena hape masih saya gunakan untuk mengunjungi galeri, saya melewatkan beberapa siaran langsung di kanal instagram milik semesta kecil selaku penyelenggara acara.

Parahnya lagi, karena ini disaksikan dari rumah, saya tidak bisa membicarakan karya seni secara ndakik-ndakik. Biasanya ketika mengunjungi pameran, saya dan teman selalu melakukan itu, agar terlihat makin pro kami menambahkan kopi dan kretek. Terlepas dari apa yang kurang secara fisik, saya mengapresiasi apa yang dikerjakan Semesta Kecil dan Oemart Bakrie, tidak mudah menyelenggarakan pameran seni rupa di kota Purbalingga, apalagi secara virtual dan harus mengunduh aplikasi baru. Sebagai penutup, saya hanya memberi beberapa catatan kecil, pertama harus disediakan forum diskusi langsung (dengan format virtual), agar bisa terjadi obrolan ndakik-ndakik, kedua saya agak susah membuat konten story instagram, screenshot tidak mencerminkan prilaku masyarakat seni.

Demikian dari saya, harap maklum.

 *Pameran Virtual ini adalah bentuk kerjasama antara kelompok perupa muda Oemart Bakrie berkerjasama dengan Semesta Kecil sebagai penyelenggara. (ZM)

Previous Baramantra Resmi Merilis Single Terbaru 'Lekas'
This is the most recent story.