Perihal Reputasi dan Perkawinan: Sebuah Curahan Hati dan Ucapan Selamat


Halo, Pembaca, apa kabar? Pembaca, tak usah buru-buru menyiapkan logika berpikir atau mengeset batas pikir pada titik maksimal dalam membaca tulisan ini, sebab berbeda dengan bahasan biasanya dalam web ini yang berkisar pada masalah review, gigs report, rilis sebuah band, atau editorial board  yang melelahkan untuk dibaca, maka kali ini saya yang berada di dapur kreatif web ini akan bercerita mengenai sebuah peruntuhan reputasi dan mengucapkan sebuah ucapan selamat yang terdalam untuk salah satu anggota kami yang hendak melangsungkan hari bahagia.  Pembaca, anda harus tahu bahwa merupakan hal yang sulit untuk menanggung beban sebagai orang yang tergabung dalam komunitas yang sudah kadung dicap elit, terbatas, dan membatasi diri. Mungkin diluar sana banyak yang berpikiran bahwa kami, dalam komunitas ini, merupakan sekumpulan chick magnet yang dengan mudahnya menarik ketertarikan lawan jenis melalui apa yang kami bahas dalam web kami dan melalui gigs-gigs kecil-kecilan yang kami adakan (sepertinya penjabaran ini sedikit agak lebay). Nah, guna meruntuhkan reputasi yang kami tanggung, ada baiknya, saya mewakili segenap kerabat yang berada dalam web ini, mengajak pembaca untuk menelusuri kisah percintaan sekaligus memperkenalkan kehidupan anggota-anggota yang terlibat dalam tiap proses kreatif web serta komunitas ini, masalah pahit getir apalagi kalo sampai pembaca menitikan air mata karena kisah ngenes para anggota heatcorner.net yang jauh dari haru-biru predikat chick magnet harap menjadi resiko pembaca sendiri, sekali lagi, saya hanya mewakili saja.

Baiklah, kita mulai saja penelusuran anggota tim kreatif dalam web dan komunitas ini dari yang tertua, Cipling, begitu ia sering saya sapa. Cipling ini bertanggung jawab atas sebagian besar, kalau bukan secara keseluruhan, tampilan heartcornet.net untuk bisa secara estetis nyaman dipandang mata. Sudah merupakan hal yang seharusnya berbanding lurus kalau taste bagusnya terhadap tampilan web berimbas pada estetika kehidupan percintaannya, tapi jangan dulu tertipu, pembaca, Anindya ini, maaf Cipling maksud saya, bukanlah seorang yang sukses dalam menjalani sebuah kehidupan percintaan. Hal tersebut dapat pembaca lihat melalui seringnya Cipling menjadi bahan bully ketika kami melangsungkan sebuah gig bagi kalangan sendiri. Pokoknya dia itu ngeneslah. Pada antrian selanjutnya kita memiliki seorang imigran dari Banjarnegara yang berperan sebagai bapak sekaligus orang yang secara keras menetapkan batas pengumpulan tulisan di web ini, Anggit SLDNT begitu namanya. Berbeda dengan Cipling, Anggit ini sedang berbunga-bunga, sampai-sampai dia mengubah namanya dari Anggit SLDNT menjadi Anggit muehehe guna mengakomodasi hubungan cinta yang sedang hangat-hangatnya dengan seorang tukang syuting dari rekanan kami di Lingkar Biru, Ica muehehe. Dibelakang Anggit ada saya, perkenalkan nama saya Wiman seorang editor in chief yang lurus dan hampir tidak pernah berbuat nakal dalam percintaan, saking setianya saya telah memacari seorang perempuan bernama Margi selama hampir 11 tahun, dan saya hampir tidak pernah digosipkan berbuat aneh-aneh dengan perempuan lain, titik, ya titik sudah sampai disitu saja kisah saya. Lalu ada Kemal, seorang drummer kenamaan lingkup Barlingmascakeb yang kerap dikira orang kaya oleh pak pulisi bagian perijinan karena sering mengorganisir konser band-band bule yang mampir melalui Purwokerto. Kemal ini juga sudah berpacaran dengan seorang yang entah saya pantas sebut namanya apa, saya sendiri juga bingung, teman-teman di heartcorner sering memanggilnya Nadia alay, sebab memang begitu adanya si Nadia ini sedikit alay dalam polah kesehariannya.

Nah bervarisainya keadaan hubungan percintaan bagian kreatif rupanya tidak jauh berbeda dengan para reporter serta reviewer dadakan di heartcorner.net. Seperti pembaca ketahui sekarang kami hanya memiliki satu reporter serta tiga orang reviewer dadakan dalam menjalankan beratnya roda kreatif di web ini. Pada reporter kami memiliki seorang yang sukses bertransformasi dari seorang androginy menjadi seorang playboy flamboyan bernama Rio Wijaya. Yang membuat saya heran adalah, dengan reputasinya yang sebegitu mentereng di kalangan adik-adik mahasiswi, dia justru memilih untuk bermain api dengan pacar seorang bajak laut asal Somalia yang ambil bagian dalam film ”Captain Philips”, sepertinya dia suka bermain dengan bahaya. Sedang untuk para reviewer saya pun akan menceritakan satu persatu mulai dari Arlansyah yang disebut sebagai penggagas kloter malam tongkrongan sebab hidupnya yang terbalik, sudah jelaskan gaya hidup tidak beraturannya ini dikarenakan dia tidak memiliki pasangan atau minimal pendamping hiduplah, lalu ada Acong, seorang tukang gambar cum mantan vokalis metal yang sangat menyilaukan reputasinya karena dia,  berbeda dengan dengan sebagian besar anggota tim kreatif heartcorner.net, berpacaran sekaligus dengan 2 orang yang berbeda jenis kelaminnya yaitu Odik (seorang lelaki tulen yang juga mantan duet Acong di bandnya dulu) dan Si Beb (seorang perempuan tulen yang kini berdomisili di Yogyakarta guna menyelesaikan studi lanjut)! Nah, buat reviewer yang satu ini agak susah buat menjelaskannya, namanya Mas Atiq, dia ini adalah seorang guru honorer yang nyangkut di heartcorner, bagi saya selama mengenalnya, dia lebih banyak dihiasi dengan kisah ngenes mulai dari menabrak dapur rumahnya saat hendak memarkir mobil, diputusin cewek sepulang si cewek KKN karena si cewek ini rupanya ngidam punya pacar yang mengendarai motor Vixion, ketahuan berbuat mesum saat sedang menyewa kamar kost seorang teman karena kunci pintu kamarnya rusak, sampai yang terakhir kemarin dia menerima gaji guru honorer sebesar 500 rupiah saja. Kisah ngenes Mas Atiq ini ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kehidupan percintaannya saat ini, usut punya usut, Mas Atiq ini sedang naik-naiknya dalam urusan menjaring perempuan, itupun tidak bisa dikorelasikan secara langsung antara reputasinya sebagai reviewer di heartcorner.net dengan kejayaannya saat ini. Mas Atiq adalah sebuah anomali yang memiliki “Faktor X” yang tidak dapat dijelaskan oleh siapapun kecuali oleh orang yang jatuh dalam “Perangkap Lecitnya”. Reputasi mereka, para anggota yang terlibat dalam proses kretif di heartcorner.net, hendaknya tidak menyilaukan pembaca, karena mereka adalah orang yang biasa saja dan lebih cenderung ke tahap ngenes (saya enggak sih).

Ditengah-tengah carut marutnya kehidupan percintaan (dan finansial, nampaknya kita harus menambah satu objek pembahasan lagi akibat kisah Mas Atiq) para anggota heartcorner.net, kami memiliki berita bahagia, Pembaca. Salah satu anggota tim kreatif kami hendak melangsungkan pernikahan pada tanggal 12 Juni 2014 di Perum Tegalsari Indah, Jln. Gatramas Raya 8B, ya dia adalah Rahadian Descond Karunia a.k.a Deskon a.k.a Gendute dan pasangannya tak lain adalah Indri Omara (sebenarnya terbesit satu nama yang ada dalam otak saya, namun bukan cara yang tepat untuk menyampaikannya di media ini). Saya sebagai penanggung jawab tulisan ini merasakan perlu untuk merayakan hari istimewa tersebut melalui sebuah tulisan sebab pernikahan tersebut selain spesial bagi kedua insan yang diikat, spesial pula bagi kami yang memiliki usia lebih muda dari Deskon. Kita tahu dalam anggota tim kreatif heartcorner.net anggota yang pertama melangsungkan perkawinan adalah Cipling, namun….(kelanjutannya sepertinya pembaca sudah ketahui sendiri, maaf saya harus menetapkan batas yang jelas antara konten web kreatif dengan konten gosip, kita batal saja mengkorelasikan hal tersebut yaa, Pembaca). Dengan menikahnya Deskon dan Indri, bagi saya pribadi, hal tersebut memberikan secercah harapan bahwa yang namanya pencarian pasti ada ujungnya, yang namanya kengenesan pasti ada obatnya , dan yang namanya manusia pasti diciptakan berpasangan.

Melalui tulisan ini saya mencoba meruntuhkan sebuah pandangan mengenai reputasi kami dalam heartcorner baik .net maupun secara keseluruhan sebagai komunitas yang mungkin dipandang menyilaukan bagi orang-orang diluar komunitas ini, karena pada nyatanya kami gak lebih dari sekumpulan pemuda yang terkadang ngenes dalam hal percintaan dan finansial, selain itu juga kami ingin mengucapkan selamat sebesar-besarnya kepada Deskon dan Indri yang akan melangsungkan pernikahan yang semoga dapat dijadikan sebagai pemberi semangat bagi para anggota heartcorner yang ngenes terutama dalam hal percintaan. Saya pribadi sebagai penulis tulisan ini mengucapkan selamat dan mengiringi ucapan saya dengan doa (yang jujur saya sendiri bingung harus dialamatkan pada Tuhan yang mana dan beragama apa) bagi Pernikahan Deskon dan Indri. Deskon adalah sahabat saya yang saya kenal dari tahun 2003, jadi mungkin usia pertemanan kita sekarang sudah mencapai 11 tahun, bukan sebuah usia yang pendek.

Sebuah ucapan tidak akan afdal tanpa sebuah bingkisan, apalagi untuk sebuah momen dan teman spesial, mungkin hanya ini yang bisa saya berikan buat Deskon dan Indri, selain pertemanan, dan oiya, kalau kalian masih meyakini bahwa anggota heartcorner adalah sekumpulan chick magnet saya sudah punya jawabannya,  mungkin kalian bertemu dengan anggota heartcorner yang tepat dalam menunjukan reputasi mereka sebagai chick magnet siapa lagi kalau bukan Anindya (ini Anindya yang saya samarkan namanya sebagai Cipling atau bukan saya juga agak lupa saat menulisakannya), Dhani Ganteng Wuriyanto, dan Dek Adnan. Selamat berbahagia, mari bersama belajar dari pernikahan Deskon dan Indri dan mendoakannya agar awet sampai mereka berdua kembali ke Alam. Salam, Wiman Rizkidarajat.

Previous Kepada Pak Polisi Tanpa Seragam Semalam di Kafe Ramsha
Next Rilis Solidaritas Perjuangan Rembang: Selemah-lemahnya Iman Adalah Menggerakan Kesadaran Melalui Seni