New Breed Calling adalah sebuah acara yang bertujuan mencari bibit baru dari band-band yang bergenre kan Punk Rock, Hardcore, Melodic, Pop Punk dan seterusnya. Acara tersebut dijadikan agenda rutin oleh kawan-kawan dalam Heartcorner Collective karena berbicara genre yang saya sebut dalam paragraf sebelumnya, menurut saya tidak habisnya. New Breed Calling sendiri telah diadakan dua kali. Gelaran pertama berlangsung pada  28 April 2011 yang dimeriah kan oleh band-band kenamaan luar kota Billfold, Close Head,Under 18, Never All dan diramaikan band-band lokal Purwokerto yaitu Slinde Munky, Stadium 12, My Dead Body, Sorry I’m Out, Holiday After Test, Butterscotch.

Sukses dengan New Breed Calling pertama, kawan-kawan Heartcorner Collective berinisiatif untuk mengadakan lanjutan acara tersebut dalam gelaran New Breed Calling #2 yang diselenggarakan pada 6 Desember 2014 di Ellano De Coffe. Untuk gelaran kedua ini, saya merasa sangat antusias, sebab tamu dari luar kota yang didaulat untuk mengisi gelaran kali ini merupakan band idola saya, Rejected Kids. Setelah persiapan set minimal dan tetek bengek segala macam dikerjakan bersama oleh kawan-kawan, jadilah acara dibuka pukul 5 sore. Selain karena gig kali ini menghadirkan band idola saya, New Breed Calling selalu menjadi gig rutin favorit saya karena menghadirkan band-band baru yang berbakat dan benar-benar belum pernah saya saksikan penampilannya. Pukul 5 sore gig dibuka oleh penampilan Make Out Kids, band baru yang berasal dari Rawalo. Selain baru pernah saya saksikan penampilannya, band ini masih beranggotakan anak-anak SMA dan sudah dengan berani membawakan lagu buatan mereka sendiri daripada memilih untuk melakukan cover milik band idola mereka. Dengan usia mereka yang masih semuda itu dan telah mencapai titik kreativitas yang bisa dibilang lumayan, besar harapn kedepan mereka tetap bertahan dan berkembang. Di penampilan kedua ada Sleep at Morning, band yang sudah bongkar pasang personel inipun mengganti konsep musik mereka yang lebih matang, dengan beat yang lebih cepat dari konsep sebelumnya. Selepas mereka selesai dengan penampilan barunya, acara diistirahatkan sejenak oleh adzan maghrib.

IMG_20141215_154354
IMG_20141215_154655
IMG_20141215_155636

Setengah 7 malam, acara kembali dilanjutkan oleh Gerombolan X Berat, band fast core yang bervokalis jin botol ini baru saja merilis album dalam bentuk fisik kaset tape yang berjudul “Kami Bukan Band”.  Malam itu Gerombolan X Berat menampilkan penampilan yang mantap dalam penampilannya, mewakili teman-teman di heartcorner.net, saya mengucapkan selamat atas rilisnya album pertama mereka. Fat Flit mendapat giliran untuk mengisi panggung selepas Gerombolan X Berat. Band berpersonel 3 orang ini sangat menjadi hiburan di petang yang dingin akibat hujan sedari sore. Vokalis/Bassisnya yang sering disapa Ramsq petang itu tengah mabuk berat dan selama di panggung mengumumkan perihal mabuknya, ubtuk tujuan apa, saya sendiri kurang tahu. Hal tersebut berimbas pada kekisruhan saat mereka membawakan lagu dimana Ramsq dan para personel Fat Flit lainnya silang pendapat akibat tempo, yang menurut persaan Ramsq, tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Kick Rooster, band Melodic dengan lirik kritik social, menjadi penampil selanjutnya selepas dagelan yang terselip dalam penampilan Faat Flit. Menurut pemahaman saya selama mengikuti pangggung Kick Rooster, penampilan mereka makin hari makin matang saja baik dalam materi dan performanya. Harapan saya semoga mereka lekas merilis album.

Dagelan selanjutnya, setelah Ramsq, dihadirkan oleh Metroriot. Band ini terpaksa manggung dengan formasi dadakan sebab drummer dan gitaris mereka tidak dapat hadir, Arka si vokalis dan Suyud Basis sudah berada di panggung. Beruntung ada Bagas dari Kick Rooster yang paham part-part lagu-lagu Metroriot ikut membantu, sedangkan pada gitar, Suyud berpikir cepat dengan segera mencatut Paul Bunkerboob, yang tadinya ada di panggung cuma buat mengesetkan gitar buat gitaris Metroriot. Jadilah Paul yang akhirnya mengisi posis gitaris untuk Metroriot petang itu. Dari sinilah awal dagelan dimulai dimana Paul yang sama sekali tidak paham part-part lagu Metrotiot harus melaksanakan kursus singkat di atas panggung.  Seusai sajian lucu dari Metroriot, band lokal yang dinanti kehadirannya, Outcry, naik panggung juga. Outcry adalah sebuah unit melodic yang sejatinya sudah bubar tapi dipaksa reuni guna mengisi gelaran New Breed Calling #2. Karena vokalisnya, Adnan yang sekarang menjadi drummer Bunker Boob, menyanggupinya maka jadilah petang itu teman-teman kembali dihibur dengan dua hits mereka yang berjudul  “Kemari Wanita” dan “Fuck Koruptor”.

Dagelan demi dagelan pada gig kali ini akhirnya berhenti pada saat Stadium 12 naik ke panggung. Band ini adalah sebuah unit melodic yang cukup veteran di ranah musik melodik nasional, bukan hanya ranag Berlingmascakeb saja. Malam itu Stadium 12 menunjukan sebuah kematangan permainan yang sangat luar biasa. Sound mereka malam itu saya anggap sebagai sound yang terbaik yang dihasilkan dari semua band yang tampil malam itu. Mantapnya penampilan mereka sontak membuat crowd menjadi sangat pecah dengan melakukan beberapa kali surfing dan tak lupa ber sing a long. Setelah puas dihibur dengan band-band lokal, akhirnya band bintang tamu yang saya tunggu mendapat giliran naik panggung, Rejected Kids. Band asal Tangerang ini sepertinya sudah siap sedari sebelum naik panggung untuk menjaga panasnya suasana di bibir panggung. Malam itu Rejected Kids membawakan setlist berupa “Too Early To Rise”, “Clouds & Ground”, “Resistance”, “Dystopia”, “Nuclear”, “Pornstar’, “Waiting For Nothing”, “Flip Stigma”, “Makan”, “A New Capter”, “Earthquake” dan yang terakhir adalah “Terima Kasih”. Melihat setlist tersebut, saya mengamati nomor baru yang berjudul “Makan” yang katanya diciptakan oleh Helmy, personel dari Rejected Kids. Secara keseluruhan saya puas menikmati New Breed Calling #2 karena selain Rejected Kids membawakan banyak nomor, penampilan dari band-band lokal pun sangat memuaskan. Sebagai penggemar Rejected Kids pertanyaan besar saya adalah mengenai bagaimana album mereka selanjutnya, menarik ditunggu. Terima kasih buat kunjungannya, Rejected Kids. Terima kasih pula buat teman-teman yang selalu bersama-sama mengadakan gig kecil dengan aura yang intim. Sampai bertemu di gigs lainnya. (NE)