Pembaca, apa kabar? Apakah pembaca selamat dari gejala-gejala yang dibawa oleh musim hujan ini? Baik gejala baik, berupa kenaikan tingkat natalitas alias kelahiran, maupun gejala buruk berupa sakit secara fisik dan sakit secara batin karena kadang cuaca yang dingin akibat hujan memaksa kita melepas perban yang membebat hati kita untuk melihat kembali luka yang mencabik hati kita serta mengingat kembali siapa dan peristiwa apa yang menorehkan luka tersebut. Kadang musim hujan mengalahkan janji kita untuk konsisten lupa.

Pembaca, ditengah musim hujan dan udara dingin yang melanda Purwokerto belakangan, kami mendapatkan beberapa sajian dengan konten “gizi” yang sangat kaya. Ditengah malasnya badan untuk bergerak akibat udara dingin, kota ini justru memaksa kami, yang berada dalam kolektif ini, untuk giat bekerja. Menjelang akhir tahun, kota ini mendapat beberapa berkah dengan berupa kehadiran Rejected Kids dalam gelaran New Breed Calling #2, mampirnya Senyawa ke kota ini, dan pemutaran Film Senyap oleh Bhineka Ceria dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia sedunia. Bagi kami, yang berproses di kota kecil ini, kehadiran event-event tersebut adalah suatu yang sangat kami rasakan manfaatnya karena dari hal tersebut kami mampu belajar dan membuka persepsi lebih luas.

Akhir kata, sebagai penutup, silakan simak reportase kami dari event-event tersebut. Kami juga merayakan sesuatu bagi kolektif kami berupa hadirnya dua reporter baru, Nadia dan Rezja. Kami mengucapkan selamat datang dan selamat belajar bersama kami. Lazimnya akhir tahun selalu diramaikan dengan kuotasi mengenai awal sebuah proses yang baru dan masalah resolusi yang ingin dicapai tahun depan. Namun, dengan muramnya kota kami yang setiap hari dilanda hujan sepertinya kami berhak untuk membumbuinya dengan kenangan lalu yang susah dilabeli dengan predikat usang di hati kami. Maka sebagai resolusi kolektif, biarkan kami memilih mengiyakan apa yang dibisikan hujan dalam rintikannya saat beradu dengan genting rumah yang mengatapi kami “biarkan kami mengenang, biarkan kami memilih untuk tidak lupa”. Apabila pembaca memilih resolusi yang lebih cerah dibandingkan resolusi kami, maka barang satu dua bulan selepas pembaca membaca editorial board ini katakan kepada kami, kami masih ingin mengenang apa yang terlewatkan dan tidak ingin kami lupakan. Selamat akhir tahun dan selamat menikmati sajian dari kami, Pembaca. Salam.