PARADE BAND TERBAIK 2014


Setelah hampir 3 tahun berlalu, TERAPI URINE kembali membisingkan kota Purwokerto. Kali ini mereka datang dalam rangka promo full album terbaru mereka berjudul “Kehidupan yang Vhana Ini”. Promo album tersebut diadakan di sebuah villa PLN di kawasan Baturraden yang memang sudah menjadi venue favorit untuk gig kecil di Purwokerto buatan Heartcorner Collective. Guna mengakomodasi promo album dari TERAPI URINE ini Heartcorner Collective mencetuskan ide untuk membuat sebuah gigs dengan judul fenomenal “PARADE BAND TERBAIK 2014”. Memecah dinginnya udara malam itu di Baturraden, SERANGAN HARIMAU didaulat untuk memulai gebyar PARADE BAND TERBAIK 2014. Ada hal yang menarik ketika saya menonton band ini, vokalis “SERANGAN HARIMAU” berpenampilan nyleneh layaknya seorang ustadz dengan sebuah peci putih yang ia kenakan, tak hanya itu si vokalis ini juga mengenakan pakaian rapi layaknya dia hendak menghadiri sebuah acara resmi, bukan sebuah gigs. Guna menunjang penampilannya yang sudah kadung terlihat “ustadz”, si vokalis ini melengkapi penampilannya  sembari mengeluarkan khotbah-khotbah dalam setiap jeda lagu SERANGAN HARIMAU. Menyaksikan penampilan mereka malam itu, saya berkesimpulan bahwa pemilihan SERANGAN HARIMAU sebagai pembuka gigs “PARADE BAND TERBAIK 2014” sangat tepat mengingat tema gigs malam itu memang tak lain tak bukan adalah sebuah pesta tlonyoran.[1]

Selepas penampilan tlonyoran SERANGAN HARIMAU, HIGGSBOSSON menyusul dibelakangnya. HIGGSBOSSON sendiri merupakan sebuah solo project dari Bassits DESPERATE BOYS BAND dan GEROMBOLANXBERAT, Rezja Grunge. HIGGSBOSSON merupakan project yang unik  karena minimnya pelaku one man harsh noise di Purwokerto, hal tersebut  menjadi perhatian khusus bagi saya dalam menyimak penampilannya malam itu. Project ini memainkan music noise yang memang tidak beraturan namun memukau,  perpaduan antar efek dan equipment untuk menciptakan sound noise yang terkesan mudah secara teori, tetapi tidak dengan prakteknya. Suasana tlonyoran pada saat penampilan HIGGHBOSSON terlihat jelas dimana para penonton jsutru mengelilingi Rezja Grunge dan menanyakan pertanyaan super penting seperti “teyeng ora jane?”.[2] Terlihat beberapa tlonyoran mania mengelilingi Reza Grunge saat dia memainkan setnya, sebut saja Gendute, Anggit Muehehe, Feri Punk, Pardhi Plenthus, dan Kemal.

Usai harsh noise yang penuh haha-hihi,  BUNKERBOOB, band hardcore yang memang sedang naik daun di Purwokerto, seolah menjadi magnet untuk menarik para penonton untuk segera masuk ke dalam venue. Penampilan BUNKERBOOB sendiri semakin matang dan malam itu merupakan aksi pertama BUNKERBOOB bersama Ateng (SERANGAN HARIMAU) yang didaulat untuk melengkapi formasi mereka sebagai guitarist setelah sebelumnya BUNKERBOOB menjelajah panggung ke panggung dengan format kuartet. Suasana tlonyoran pada saat penampilan BUNKERBOOB terasa kurang maksimal, sebab salah satu target tlonyoran paling hot, Cipling (bassist BUNKERBOOB), harus berkonsentrasi di panggung. Moshpit saat BUNKERBOOB beraksi malam itu diisi oleh tim harkor baju basket dengan gerakan two steps yang kental dan gerakan sikil kembapangan[3] yang berputar-putar, cukup mengingatkan saya pada adegan di film “Only The Strong” yang dibintangi Mark Dacascos.

Penampilan selanjutnya adalah milik OCTOPUZ band dari Semarang yang didaulat untuk menemani TERAPI URINE dalam rangkaian tour album “Kehidupan Yang Vhana Ini”. Tak perlu membutuhkan waktu lama, OCTOPUZ segera menggeber panggung dengan stoner/southern rock yang menjadi ciri khas mereka. Band yang baru saja merilis EP ke-2 mereka yang bertajuk “Part II” ini berhasil menjaga moshpit tetap rapat selepas penampilan BUNKERBOOB. Intensitas yang dibawakan OCTOPUZ benar-benar membawa suasana yang sangat sonic (meminjam istilah-istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan band-band stoner/southern rock asal negeri bule). Kadang terselip riff-riff khas milik DOWN, CORROSION ON CONFORMITY, dan raungan-raungan kotor khas EYEHATEGOD. OCTOPUZ benar-benar berhasil menjaga moshpit yang sudah terlanjur panas malam itu.

Mengantri dibelakang OCTOPUZ, SOULSAVER menjadi penampil berikutnya untuk menjaga panasnya suasana. Bagi kalian yang belum mengetahui, SOULSAVER kali ini mengusung peremajaan dalam susunan personelnya, dimana Andi Bokaz sekarang menjadi pemetik gitar, Chandra masuk sebagai pemain bass, dan Wiman menggantikan 2 orang sekaligus, yaitu Azmi dan Ais. Suasana tlonyoran sedikit mereda ketika SOULSAVER memainkan aksi panggungnya, karena selain personel-personelnya sudah tua (kalau bukan dituakan) salah satu personelnya juga merupakan chief editor di Heartcorner Collective, jadi saya agak takut kalau-kalau tulisan saya nanti tidak naik cetak karena ketika mereka manggung saya terlalu banyak tlonyoran.

Ketika SOULSAVER mengakhiri penampilan mereka malam itu, mata saya sudah berkeliling untuk mencari para personel TERAPI URINE, namun saya gagal menemukan mereka, kemanakah gerangan mereka, tlonyoran apa lagi ini? Apa mungkin karena ini gigs tlonyoran mereka akan memberikan sebuah ultimate tlonyoran dengan menghilang saat mereka seharusnya naik panggung? Cukup banyak pertanyaan yang bersliweran dalam kepala saya, namun semuanya pertanyaan segera berakhir dengan senyum ketika personel TERAPI URINE akhirnya muncul dengan penampilan sporty dalam balutan jersey basket. TERAPI URINE nampaknya tahu benar tujuan dihelatnya PARADE BAND TERBAIK 2014, yaitu senang-senang dan mengumbar tlontoran. Hal tersebut tidak dapat kita bantah apabila kita lihat dari ugo rampe PARADE BAND TERBAIK 2014 mulai dari pamflet acara, penampil acara, dan lokasi yang jauh dari kerumunan massa, sehingga terkesan seolah-olah gig tersebut adalah sebuah private tlonyoran party. Mengulang pertanyaan saya diatas mengenai ultimate tlonyoran rupanya TERAPI URINE benar-benar menyuguhkannya melalui penampilan dan (seperti yang kita ketahui bersama) lagu-lagu dengan lirik yang kocak dalam balutan musik grindcore. Tak hanya sampai disitu, TERAPI URINE bahkan sempat membagikan mainan kepada crowd malam itu, benar-benar pemilihan band yang tepat dalam mencapai klimaks ketlonyoranan sebuah gigs. Udara dingin di Baturraden malam itu ludes terbakar oleh guyonan TERAPI URINE dalam penampilannya, benar-benar sebuah terobosan baru dimana ternyata musik keras bisa dipadukan dengan parodi yang jenaka. Terobosan yang men666erikan!!

Demikianlah sekiranya laporan pandangan mata dan pendengaran telinga saya selama PARADE BAND TERBAIK 2014, sekali lagi saya mewakili teman-teman di Heartcorner Collective mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengisi acara dan segenap kru tlonyoran pada PARADE BAND TERBAIK 2014, kita disini untuk senang-senang bukan untuk beradu pengaruh apalagi menekankan pengaruh pada orang lain. Baiklah, izinkan saya untuk undur diri, salam tlonyoran selamanya. (AFA)

[1]Tlonyoran adalah bahasa sleng khas Banyumasan yang merujuk pada sesuatu yang tidak serius, berbau candaan, dan mengarah pada tujuan bersenang-senang. Sifat Tlonyoran sendiri telah diakui secara aklamasi oleh anggota Heartcorner Collective sebagai asas bekerja dan tujuan bekerja mereka.

[2]Dalam bahasa Indonesia kalimat tersebut berarti “Bisa gak sih?” yang dilontarkan dengan nada meledek dan sinis.

[3]Kaki yang bergerak tidak pada tempatnya, untuk mendapatkan ilustrasi lebih jelas silakan googling film yang saya sebut diatas. Atau mungkin lebih mudahnya silakan dipahami potongan lirik dari Peterpan dalam lagu “Diatas Normal” berikut “Pikiranku tak dapat kumengerti,  kaki dikepala, kepala dikaki”

Previous RECORD STORE DAY CHAPTER PURWOKERTO 20 APRIL 2014
Next Sullen EP - Barefood