Suasana perayaan record store day 2016 masih terasa bagi para penikmat musik di purwokerto. Apalagi selepas itu hanya bersela beberapa jam kita menikmati Road to Voice Hell yang berlangsung sangat hacep. Namun energi para penggemar hura-hura cutting edge sepertinya tidak terkuras sampai di situ, meski dalam suasana hari pertama ujian tengan semester bagi dedek-dedek mahasiswa. Buktinya di rangkaian gig ketiga dalam tiga hari inikedatangan Iksan skuter beserta rombongan tidak mengurangi antusias untuk datang ke acara tour album Benderang Terang yang diselenggarakan hari Senin malam di Ramsha Cafe.

Iksan skuter memang bukan kali pertama mampir di Purwokerto, dan musiknya sudah tak asing ditelinga para penikmat musik purwokerto. Jika sebelumnya ia datang ke Purwokerto melalui album Shankara, kali ini Benderang Terang menjadi album yang mengantarnya untuk kembali mampir. Iksan tidak datang sendirian. Danto dari Sisir Tanah mengiringi perjalanannya ke beberapa kota. Namun ketika datang ke Purwokerto, nuansa reuni sangat terasa bagi Iksan dan Danto untuk berreuni dengan teman-teman di Purwokerto.

Gig dibuka dengan penampilan Basic, sekumpulan anak SMA yang memainkan smoth jazz. Alunan musik yang mereka mainkan membuat dedek vokalis mereka menjadi yang perempuan menjadi “lucu” seketika (meski tidak ada niatan berkenalan). Basic adalah sekumpulan anak SMA yang berani memainkan lagu ciptaan mereka sendiri. Meskipun pada pembukaan penampilan mereka sempat mengalami masalah pada gitar dan berlangsung agak lama, semuanya akhirnya bisa teratasi dan mereka mampu menyuguhkan penampilan yang menarik. Masalah mereka selasai sedang masalah saya belum karena pada akhirnya saya tidak berhasil berkenalan dengan dedek vokalis.

Selanjutnya pada penampilan kedua kesempatan diberikan kepada Irfan,  vokalis dari sebuah band balada Jalan Pulang. Dalam persiapan maupun penampilannya tidak ada kendala sama sekali yang muncul. Lagu-lagu yang apik dibawakan dengan penampilan yang kalem Irfan. Saya percaya penampilan yang kalem adalah sebuah cara bagaimana membuat perempuan penasaran, apa lagi Irfan membawakan lagu andalan berjudul “Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi. Sebuah lagu yang jujur saja memang sangat “membunuh”. Kepsirrrr buat Irfan.

Berlanjut pada penampil ke tiga, Sisir Tanah, yang telah tampil di Purwokerto untuk kesekian kalinya. Sebelum memulai penampilannya dua buah poster karya taring padi dipasang di panggung. Poster yang menggambarkan petani ini menemani Sisir tanah menyanyikan beberapa lagu andalan. Lagu Bebal menjadi highlight yang menarik karena dibawakan bersama Iksan skuter. Selain dikolaborasikan, lagu tersebut juga menjadi cara Sisir Tanah untuk menaikan adrenalin penonton. Hasilnya, selain adrenalin penonton yang maikin naik, koor di muka panggung juga tercipta. Pemanasan tersebut membuat penonton siap untuk menikmati penampil utama dalam Benderang Terang tour malam itu.

Penampilan yang di tungu-tunggu akhirnya datang juga Iksan skuter. Sebagai pembukaan, gitaris band Putih ini menyampaikan prolog tentang album Benderang Terang yang terinsiprasi dari petani kopi yang bernasib sial. Mereka memilih menjadi petani dan harus di permainkan dengan harga kopi yang rendah. Tidak hanya petani kopi, nasib sial juga di rasakan oleh semua petani. Penampilan pun dimulai dengan beberapa nomor dalam album Benderang Terang.

Setelah beberapa lagu dimainkan dan diiringi koor para penonton, Iksan mengundang Totman untuk naik ke panggung. Ia diberi kesempatan untuk bernyanyi di jeda penampilan Iksan. Totman memainkan sebuah lagu berjudul waru abang, lagu tentang patah hati dalam lirik berbahasa Banyumasan. Di sela-sela penampilan Totman, saya menyempatkan untuk berbincang dengan Sisir Tanah, mulai dari mengenai album kompilasi di mana kita bersama kawan-kawan yang lain yang bertajuk “papua itu kita” sampai pada rencana perilisan album pertama Sisir Tanah yang direncanakan tahun ini.

Lalu satu lagu tuntas dimainkan Totman, Iksan kembali ke panggung dengan “Tai Luwak”, Kisah Kakek dan Cucu”, dan “Lagu Petani” yang berasal dari album Benderang Terang. Beberapa lagu dari album Shankara seperti “Doa Ada Di mana-mana”, “Cinta itu Adalah” juga tak luput dibawakan. Pada sesi akhir penampilan, Iksan tak lupa menyampaikan sebuah ajakan yang sangat mulia pada kawan-kawan di Purwokerto untuk berbalas silaturahmi ke kota Malang  dan mendokumnetasikan karya sebagai modal untuk mereka bisa jalan-jalan. Selepas ajakan mulia itu disampaikan dan sebuah lagu dimainkan, Iksan menutup penampilannya.

Mendekati jam 11 malam acara diakhiri. Sebagai seorang yang terlibat, saya ingin mengucapkan selamat kepada Iksan Skuter atas album baru nya, sukses untuk tour-nya, tetap sehat dan menginspirasi. Terimakasih kepada Sisir Tanah yang juga sudah menampilkan sesuatu yang apik, sukses untuk album pertamanya yang sedang digarap. Dan terimakasih untuk semua pihak yang sudah membantu acara ini. Ramsaha cafe, Heartcorner Collective, Riris dan Wullu sebagai MC dadakan, dan segenap team No Pang No Anderground beserta Bhinneka Radio. Kecup terhangat untuk semua pihak yang sudah mendukung acara ini. (ZAK)