Tiga hari selepas Ruru Radio Rock Tour serial ke-2, kembali Heartcorner Collective kedatangan dua tamu. Kali ini tidak dari ibu kota namun dari Korea Selatan dan China. Berbeda denga Ruru Radio yang membutuhkan waktu persiapan yang lama, gigs ini hanya membutuhkan waktu 3 hari untuk persiapannya. Buat masalah venue, Heartcornerpun harus kembali ke semangat punk-punkan dengan studio gig, karena di Purwokerto sekarang mencari venue untuk sebuah gigs tidaklah mudah apalagi murah.

Gig kecil yang dikemas dalam studio gig ini tak menyurutkan teman-teman kolektif untuk menyaksikan band dari Korea Selatan, yang konon katanya kalau orang Korea ganteng-genteng kaya Lee Min Ho. Tapi siapa Lee Min Ho saya juga gak tahu. Gig dimulai dari pukul 19.00 – 23.00 agar lebih leluasa dan tidak terkesan tergesa-gesa, karena teman-teman sudah kembali ke etos kerja asli mereka, telatan.

Gig akhirnya dimulai pukul 20.00 dengan penampilan Warlok, band yang memiliki vokalis #hijabers #cantikers #gengcantik #hits #purwokertocantik #unsoedcantik #ootd #fisipcantik #jualpakanmanuk #jualkandangmanuk #explorebanyumas ini langsung memanaskan suasana di studio yang sudah terlanjur panas kerena memang dijejali beberapa orang. Penampilan selanjutnya dilanjutkan oleh band yang sedang naik daun di Purwokerto Bunkerboob yang saat itu tampil dengan formasi yang tidak utuh, minus Paul dan Ateng yang sedang disibukkan dengan kegiatan di luar kota. Walaupun tanpa formasi lengkap, Bunkerboob tetap bisa tampil maksimal dengan membawakan lagu-lagu yang sudah tidak asing di telinga penonton.

Tanpa basa-basi di belakangnya, GerombolanXberat memulai aksi mereka melanjutkan spa berjamaah dalam studio. Unit Fastcore asal Purwokerto-Rawalo PP ini membawakan lagu-lagu sudah sangat dihafal oleh penontonnya. Bukan karena lagu mereka yang earcatching, melainkan karena lagunya yang itu-itu saja. Tapi malam itu mereka sempat menyisipkan beberapa lagu baru yang isunya akan dsiapkan untuk album kedua mereka.

Salah satu band yang melakukan tour malam itu, Digou, segera unjuk gigi dan tampil memukau. Oh ya, walaupun mengaku berasal dari China, tidak ada satupun personil mereka  yang memiliki darah China. Karena mereka sebenarnya asli Prancis yang berdomisili di China. Mereka tampil dengan dua personil seorang vokalis dan bassis yang merangkap sebagai gitaris dan beat. Ribet, bukan? Saya sendiri sempat bingung bagaimana konsep band yang bisa dibilang rebyeg dan absurd dengan berbagai properti seperti megaphone ala Krisyanto di Jamrud, Sex Doll, gergaji dan pisau mainan, namun setelah mereka tampil keraguan saya langsung hilang seperti kegantengan saya yang hilang ditelan waktu.

Diawali dengan suara-suara layaknya scoring di film Sci-Fi bertema luar angkasa, duo Digou langsung memulai dengan sedikit aksi teatrikal dan berdandan layaknya Alien atau mungkin Spiderman berkostum hijau yang mencoba meng-invasi makhluk Bumi. Ada hal yang membuat saya cukup kaget, karena di akhir penampilan mereka tiba-tiba terdengar potongan-potongan lagu seperti “Denpasar Moon, Darah Muda, dll”. Sontak semua penonton berjoged mengikuti iringan musik tersebut sambil mengantar kepergian duo Alien tersebut kembali ke Planet mereka.

Keramotak, menjadi senjata selanjutnya untuk meramaikan acara ini. Band yang segera merilis album perdana sontak langsung menghidupkan lagi suasana, setelah sedikit jeda setelah penampilan Digou tadi (karena mereka harus membereskan properti yang cukup rebyeg tadi). My Man Mike menutup gig dengan sangat ciamik, band fastcore asal Korea ini lagi-lagi bukan orang Korea, hanya Bassis nya yang asli dari Korea. Penampilan mereka yang cukup enerjik sontak seketika membangkitkan crowd di dalam studio dan mengajak penonton yang ada di dalam ruangan sempit itu untuk moshing.

Acara ini menunjukan sukses tidaknya sebuah acara tidak dinilai dari berapa jumlah penontonnya. Walaupun penontonnya tidak sampai ratusan, namun acara ini bisa dikatakan cukup intim. Dan sekali lagi semoga kami terus bisa disambangi band-band keren, agar kami bisa terus tongkrongan sembari menggosip dan mempersiapkan acara atau hanya sekedar tlonyoran. Tapi ngomong-ngomong, dari banyaknya pilihan kosakata dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kenapa saya harus memilih berkali-kali kosakata “sontak”? Mungkin teman-teman ada yang hendak membantu menjawab pertanyaan saya? (AFA)