Artist: Begundal Clan| Album: D.A.B | Genre: Hip-Hop   | Label: Hellhouse Records | Tahun: 2014
 

Patut untuk diakui geliat budaya dan music hip hop nasional sedang berkembang pesat. Di Yogyakarta subculture ini menunjukan geliat yang luar biasa, semakin banyak rap crew berkembang di daerah Yogyakarta. Dan tahun ini selain Jakarta dan bandung, skena hip hop di Yogyakarta juga sedang begitu produktifnya dalam memproduksi karya lokal. Dari sekian banyak hip hop crew Yogyakarta yang merilis karya, Begundal Clan adalah salah satu hip hop crew yang merilis album mereka dengan bertajuk “Dirty As Begundal” melalui HellHouse Record. Dalam proses pembuatan album ini Begundal Clan juga mengajak beberapa kawan-kawannya. Untuk urusan beat dan musik di beberapa track, mereka melibatkan beberapa produser handal seperti Donnero (D.P.M.B), Balance Ngilazbeat (JHF), Lacos (HELLHOUSE).

Oke, kalau East Coast punya Wu-Tang Clan yang sudah tidak lagi menarik, West Coast punya N.W.A (Niggaz Wit Attitude) yang sudah tercerai berai karena banyak perselisihan. Di Indonesia District Yogyakarta kita punya Begudal Clan yang beranggotakan Arari, Destroyer01, Secknoristo, Dirtdevah, Dash’skay, Donchalivah, Xjerico, D.X.E, Loud low dan Ghelava. Rap crew yang dibentuk pada tahun 2008 hasil dari nongkrong ini mengawali karyanya dengan lagu berjudul In My Town dan BLOONG!!!.

Pada tahun 2013, Dirty As Begundal muncul sebagai album perdana mereka. Meskipun tidak sama seperti formasi awal, seperti yang tercantum dalam cover pack album mereka. Saat album ini dirilis Begundal Clan beranggotakan Arari, Destroyer01, Dirty Bastard, Donchalivah, Ghelava, Jerricho, Secknoristo, Loud Low dan DJ Zwinkle.

Intro sebagai pembuka album, beat yang sangat indentik milik Naughty By Nature berjudul Hip Hop Hooray berpadu dengan cuplikan film kolosal berjudul Misteri Gunung Merapi, dimana suara Mak Lampir di Scratch oleh DJ mereka. Siapkan tangan kalian ke atas untuk lagu kedua mereka yang berjudul YO. Begundal Clan mengeksplorasi lirik untuk memperkenalkan diri mereka lewat lagu ini. Bedebah menjadi lagu ketiga mereka, Thug Live ala Begundal Clan melalui beat instrument Polesan produser Donnero.

Notasi nada yang tidak asing ciptaan Balance Ngilazbeat dalam lagu ketiga berjudul Antisipasi, kemudian di sambung dengan Skit pada lagu kelima. D.A.B (Dirty As Begundal) dalam urutan keenam dengan konten yang sama seperti lagu sebelumnya, tapi beat instrument lagu ini begitu asik untuk dinikmati yang memang secara dominan mereka mengambil sampling dari lagu-lagu funk. Lacos dari Hell House Record dengan tangan dingin mengemas beat pada lagu ke tujuh dengan balutan chopping brass berjudul Seperti Ini.

Power Full dalam lagu ke delapan Begundal Clan mempercayakan penggarapan beat kepada Donnero. Semangatnya mereka akan kekompakan mereka ditungkan dalam lagu sebagai harapan untuk terus solid sampai akhir. Emosi dan Rasa cerita tentang pertempuran kedua hal tersebut, mengingatkan saya pada buku Sigmund Freud tentang ego, superego dan id dalam kanal psikonalisa. Sebelum mengakhiri album Imaji Hari Ini bercerita tentang mimpi mereka yang terus mereka perjuangkan hingga hari ini. Outro sebagai akhir album menutup tuntas album mereka melalui sample beat jazz.

Istimewa, saya katakan untuk penggarapan beat dalam setiap lagu mereka. Instrument  yang dominan mengarah ke Oldskool Funk mirip Naughty By Nature, Bone Thug And Harmony dan A Called Tribe Quest. Buat para B-Boys dan B-Girls silahkan ganti lagu milik DJ Fleg atau DJ Skeme dan cobalah gunakan setiap lagu dalam album ini untuk kalian berkejang dan wind mill. Flow and Rhyme dari mereka juga tidak perlu diragukan lagi, karakter suara unik dari tiap personil saling berbagi braggadocio. Secara konten lagu, dalam album pertama ini, mereka mengeksplorasi diri mereka sendiri, mungkin mereka ingin mengenalkan kepada kita tentang Begundal Clan. Tetapi apa yang membuat mereka patut diberi sematan begundal adalah karena mereka berbicara apa adanya, tidak mempedulikan kata orang, terus maju apapun yang ada didepan dan menghadang, dan selalu percaya pada kekuatan persahbatan. Itulah yang saya dapat dari mendengar album ini. Mungkin Begundal Clan menggunakan sisi pandang yang cenderung narsis dalam album ini, tapi mereka jujur, itu pointnya. Dari segala kelebihan yang saya bahas di atas, saya juga harus menyelipkan sedikit kritik terhadap kemasan album, sebab, menurut saya, sebagai album pertama, seharusnya kemasan dalam album ini memuat sekaya mungkin informasi mengenai Begundal Clan. Mulai dari proses produksi, lirik, ucapan terima kasih, dan hal-hal sepele yang saya pikir selalu menjadi nilai tambah ketika saya mengoleksi rilisan fisik. Atau bisa jadi…ahh, namanya juga Begundal! selamat menikmati! (HEN)