Artist: Last Goal! Party | Album: Back In Time | Genre: Rock/Post-Hardcore/Easycore | Label: Bulb Records | Tahun: 2016

“Maafkan saya”, adalah kalimat yang saya gunakan untuk mengawali ulasan saya kali ini. Permintaan maaf saya tujukan pada Last Goal! Party(LGP), band yang akan saya ulas albumnya kali ini, berkaitan dengan rasa skeptis dan pesimis saya kepada mereka karena seringnya manggung di pameran baju terbesar di Indonesia. Jujur saja, saya hampir memukul rata yang manggung di sana hanyalah band copycat dari Warped Tour. Seringnya LGP mengcover Bring Me The Horizon dalam setlist mereka dan kecantikan plus keimutan muka inosen vokalisnya, Mustika Kamal, membuat saya mengesampingkan kualitas keseluruhan LGP.

Namun, pada akhirnya saya tergugah saat menonton LGP tiga video clip sekaligus yang akan masuk dalam full album perdana LGP yang bertitel “Back In Time”. Hal itu berujung pada sebuah status sedikit panjang di jejaring Path yang saya tulis meskipun masih berfokus pada Mustika Kamal dan tidak sepenuhnya membahas kualitas LGP.

Unggahan di Path saya mendapat respon dari seorang teman, Sendy Herliyan (Blind to see/Restrain), yang meninggalkan komentar meluruskan bahwa LGP adalah band yang keren. Saya masih pesimis. Sekali lagi, saya mohon maaf. Setelah dua buah lagu dari tiga video clip yang saya tonton tersebar, yaitu Wild and Free dan Too Late nyantol di pikiran, saya mulai berusaha menyukai LGP, mencari materi lagu lama lewat beberapa portal download ilegal, saya mendapatkan beberapa lagu lama yang sayangnya tidak memenuhi ekspektasi saya. Dan lagi-lagi saya kembali mengajukan permintaan maaf atas download secara ilegal tersebut.

Daripada tulisan ini permintaan maaf saya yang terus berlanjut dan akhirnya menjadi semacam surat terbuka terhadap LGP lebih baik berhenti sampai disini. Singkat cerita akhirnya LGP manggung di Purwokerto. Kemudian saya memburunya, di tengah hujan lebat serta mobil yang sedang bermasalah hingga akhirnya mogok juga saat perjalanan pulang dan sampai tulisan ini dibuat. Saya nekat datang demi mendapat akses backstage supaya bisa berfoto dengan Mustika Kamal tentunya. LGP datang membawa CD, namun saya tidak kebagian. Hingga akhirnya, saya berhasil mendapatkannya dengan cara yang tidak perlu saya ceritakan disini. Dan, saya akan memulai ulasan “Back In Time” dari LGP.

*

Last Goal! Party adalah sebuah band yang bisa dibilang mengusung Post-Hardcore/Metal/Elektronik kekinian jika merujuk pada term post-hardcore sesungguhnya pada “New World” EP. Mungkin ini yang membuat saya pesimis pada mereka dan menilai mereka biasa-biasa saja. Atau mungkin juga karena standar saya terhadap genre ini, khususnya dengan female vocal, sudah terpaku pada BLOOD STAIN CHILD.

Padahal LGP di telinga saya bermain seperti Salty Dog yang juga unsur elektroniknya sangat kental dan tanpa harsh vocal, meskipun saya tidak tahu apakah band tersebut juga masuk dalam referensi LGP. Hingga akhirnya, seperti yang saya bahas di paragraf sebelumnya bahwa kehadiran tiga video clip dari album terbaru memberikan gambaran LGP yang sangat berbeda. LGP menempatkan bebunyian elektroniknya sebagai layer tipis seperti ONE OK ROCK. Dan riff-riff gitar dari Ijal dan Ihsan yang berbeda, tidak terlalu mengandalkan groove-groove yang terlalu berat dan monoton serta lebih variatif. Mungkin ONE OKE ROCK juga bisa dikatakan memberikan referensi yang cukup besar pada komposisi yang disusun pada tiap lagu LGP. Bisa dibilang pada “Back In Time”, LGP bertransisi menjadi band dengan sound yang tidak terlalu metal mengarah ke modern rock.

Jika dibilang LGP sekarang tidak lebih keras dari album sebelumnya, menurut saya hal tersebut memang benar. Di sisi lain, melembeknya LGP membawa nostalgia pada komposisi emo-mtv generasi terakhir sebelum naiknya term easycore/happy hardcore atau apalah itu yang sudah tidak saya ikuti perkembangannya. Mustika Kamal pun memberikan perkembangan yang luar biasa pada gaya bernyanyi serta olah vokal yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Semua lagunya bisa dibilang Anthemic. Di album ini saya melihat nilai lebih dari LGP dengan kecerdasan dalam komposisi hook-hook vokal layaknya sebuah band pop yang diarahkan dan dipoles oleh sentuhan produser profesional. Kecerdasan itu terlihat mengingat produser album ini dipegang oleh Ijal.

Menuju pada kekuatan selanjutnya dari LGP adalah dari seksi perkusi. Isian drum dari Hendra adalah salah satu kekuatan yang sangat krusial dalam album ini. JIka tadi disimpulkan bahwa LGP sudah melunak dan tidak lebih keras dari sebelumnya, komposisi drum dari Hendra adalah yang mempertahankan “keras”nya LGP. Dengan lagu rata-rata bertempo sedang, Hendra dengan pintar sering menyusupkan ketukan hardcore yang sangat bersemangat sehingga tempo lagu terkesan naik turun. Di samping itu dia juga terkadang memberikan isian yang riuh namun tetap fit-in dengan lagu. Mungkin, jika seksi drumnya biasa saja, LGP hanya akan numpang lewat saja di kuping saya. Ya, saya telah jatuh cinta kepada LGP setelah mendengarkan keseluruhan lagu dari “Back In Time”.

Secara musikalitas, saya menyimpulkan bahwa “Back In Time” adalah album yang sabgat bagus dan menggambarkan perkembangan musikalitas LGP. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan promosi yang baik. Ketika menggung di Purwokerto, jangankan membawa album untuk dilapakkan, promosi online album ini pun hampir tidak ada. Padahal LGP adalah band yang sangat aktif mulai dari jejaring sosial Instagram sampai kanal Youtube dan konten dalam kemasan double CD “Back In Time” sangatlah pantas untuk diburu. Sekali lagi, maafkan saya Last Goal! Party. ternyata Kalian SANGAT KEREN!!! (RW)