Kehidupan Yang Vhana Ini – Terapi Urine


Artist: TERAPI URIINE  |  Album: Kehidupan Yang Vhana Ini  | Genre: Grindcore | Label: Substance Records  |  Tahun: 2013

“Kehidupan Yang Vhana Ini” adalah full album debut dari Band Grindcore Ganteng dan Jenaka asal Bandung yang berisi 18 lagu grindcore dengan lirik- lirik kocak tentunya. Sebelumnya band ini mengeluarkan EP berjudul “Diskon 30%” dimana di album EP tersebut mereka banyak berkolaborasi dengan vokalis band lain dikarenakan mereka belum punya  vokalis tetap. Kolaborator dalam EP tersebut antara lain Doddy Hamson ( KOmunal ) dan Opank Forcecore. Terapi Urine adalah band yang beranggotakan om Aris (Gitar) , uda Andry (Gitar), mas Qoi (Bass), kang Fikry ( Drums) dan ka’Endra (Vokal) yang berdiri di tahun 2011 ketika Andry, yang saat itu adalah teknisi band Mortir, bertemu dengan Aris di salah satu konser Mortir. Band ini mengusung konsep yang cukup aneh di scene musik keras dengan lirik-lirik jenaka dan performa panggung yang juga cukup nyeleneh.

Kemasan album “Kehidupan Yang Vhana Ini” cukup menarik mata ketika pertama kali saya melihatnya. Dengan sampul berwarna merah dan bergambar orang gila sedang menghisap lem, sampul album ini memuat tulisan berbunyi “hati-hati, musik syaithon,butuh bimbingan” yang berbentuk seperti Parental Advisory yang biasa tercantum pada kemasan album band bule yang memuat bahasa-bahasa keras dan cenderung bersifat violence, cukup absurd bukan? Artwork sampul sendiri adalah garapan Amenkcoy (Mufti Priyanka), seorang seniman yang karya-karyanya juga cukup nyeleneh. Insert CD yang diawali form data diri, kata pengantar, prakata, dan bergambarkan illustrasi garapan bassis dan vokalis mereka di tiap track cukup mendukung kekocakan mereka dalam keseluruhan konten album “Kehidupan Yang Vhana Ini”

Band ini mengusung konsep yang cukup aneh di scene musik keras dengan lirik-lirik jenaka dan performa panggung yang juga cukup nyeleneh

Cukup buat membahas kekocakan kemasan album mereka, sekarang mari masuk ke konten utama album mereka yaitu pembahasan kekocakan dari track ke track dalam album ini. Secara garis besar musik dari Terapi Urine merupakan  musik Grindcore yang bercampur bersama beberapa genre lainnya dengan dosis yang cukup mematikan, ada beberapa part rap yang melenakan, ada yang sedikit Hardcore yang membuat tegang, dan ada beberapa vocal black metal terdengar yang membuat saya agak merindin666.  Track pembuka berdurasi 39 detik adalah “Cirgobanggocir” dengan lirik yang bebrbunyi sama pula, Cirgobanggocir. Lanjut track kedua dalam album Kehidupan Yang Vhana Ini “Kengerian Malam itu” yang menceritakan tentang seseorang yang diikuti pria menggenggam pisau dimalam hari. track ketiga adalah “Jancuk”, sebuah cerita singkat tentang kisah bagaimana rasanya diselingkuhin pacar yang jancuxxx dengan sedikit rap-rap singkat dan tentunya lirik yang kocak, di lagu ini Terapi Urine dibantu oleh The Ganteng Royale Choirs ( Terapi Urine + ALICE + Anes ). Track keempat berjudul “Enak” diisi dengan lirik mematikan berbunyi “enak woi” yang dibalut dengan sentuhan jazz elegan plus bantuan vokal maut dari Achamono Al Maut. Maut sepertinya terasa kental dalam aransemen lagu “Enak” ini. Track kelima tak kalah men666erikan judul dan liriknya, “Kena Gigi Uang Kembali”. Lanjut di track keenam, Terapi Urine nampaknya paham betul dengan fenomena Dedek Kontemporer dimana dengan pemahaman mendalam mereka memberi judul lagu keenam ini dengan judul “Dedek dedek Urban”. Guna memperkuat kajiannya terhadap fenomena Dedek Kontemporer, Terapi Urine memperkuat lagu ini dengan lirik berupa sindiran terhadap dedek-dedek desa yang mencari eksistensi ke kota melalui pergaulan bebas. Track ketujuh berjudul “Bibi” sedikit mengingatkan saya pada lagu parodi Lea Salonga dan Brad Kane “We Could Be In Love” yang kala itu dieskekusi secara apik oleh Padhyangan Project menjadi lagu yang berjudul “Bibi Pergi”, hal yang membuat saya merasakan demikian adalah karena tema kesedihan mendalam yang sama-sama diangkat dalam kedua lagu tersebut, yaitu kesedihan ketika ditinggal Bibi, benar-benar men666erikan!!. Track selanjutnya tak kalah garang, berjudul “ASU!” , meskipun lagu ini berdurasi singkat , namun cukup dalam kajian liriknya, hal tersebut terbukti dengan lirik cerdas berbunyi “A A A ASU!” benar-benar sebuah lirik yang hanya mampu diciptakan oleh gerombolan Grindcore lawak kelas wahid asal kota kembang.  Terapi Urine nampaknya mengajak para lelaki yang sering dijadikan tumbal oleh para perempuan untuk sedikit merenung dalam track “Menjerit Seperti Wanita” dimana didalamnya terdapat sebuah ironi dimana walaupun berjudul demikian namun pada nyatanya yang menjerit dalam track ini adalah pemuda, ya, lebih tepatnya lagi pemuda galau, hal tersebut terbukti melalui potongan lirik track ini yang berbunyi “Badan penuh tengkorak, rambut menutupi wajah ini, saat kesedihan melanda kami hanyalah pemuda yang galau”. Terapi Urine tahu benar saat yang tepat untuk menujukkan sekaligus mengeksploitasi kemampuan ultimate mereka dalam menurunkan tempo dalam album ini, mereka meletakkan lirik yang penuh makna tersebut di track perenungan dalam album “Kehidupan Yang Vhana Ini”, sungguh 666enius!!!

Begitulah kira-kira perjalanan saya dalam mengikuti urutan lagu yang disusun oleh Terapi Urine dalam “Kehidupan Yang Vhana Ini”, meskipun saya tidak mereview hingga selesai konten album ini, namun saya bisa menjamin kekocakan dan absurditas terasa sangat kental dalam album mereka kali ini. Saya sendiri berkesimpulan bahwa Terapi Urine ini mungkin adalah sebuah anomali dalam scene musik keras dimana mereka justru memilih tema kocak baik mulai dari kemasan album, lirik dan judul track  per track dalam album, sampai dengan performa mereka ketika ada di panggung. Apapun itu, bagi saya pribadi terutama, sebuah ide segar dari Terapi Urine ini patut diberikan apresiasi yang besar. Demikian review singkat dari album “Kehidupan Yang Vhana Ini” semoga bisa menjadi pedoman pembaca untuk berniat membeli rilisan fisiknya. Dijamin cengar-cengir saat membuka sampul dan mendengarkan band Grindcore Ganteng asli Bandung ini humor penuh ken666erian!!! (IG)

 

 

Previous Membicarakan Ini Tak Semudah Membicarakan Cuaca dan Prakiraannya
Next RECORD STORE DAY CHAPTER PURWOKERTO 20 APRIL 2014